
...Happy Reading...
...*...
...*...
...*...
Dimeja pojok kanan paling belakang terjadi kecanggungan setelah Gaby mengizinkan senior terpopuler satu meja dengan mereka.
Darren duduk didepan Yura di sampingnya ada Edward dan Jordan. Sementara Yura disamping Gibran dan Gaby. Mereka sama-sama terdiam canggung tidak ada yang menyentuh makanan mereka karena terlalu canggung. Ditambah tatapan mahasiswa lain yang menatap mereka yang membuat menambah nilai kecanggungan diantara mereka.
Yura yang tadinya canggung ples gugup berusaha normal kembali , bagaimana tidak daritadi Darren terus menatapnya.
Dia mengambil sendok secara perlahan lalu mulai memakan makan siangnya yang masih banyak dengan kaku. Semuanya menoleh kepada Yura lalu masing-masing dari mereka mencoba bersikap seperti Yura. Guna mencairkan suasana canggung itu Gaby membuka suara.
"Yura bagaimana semalam" Tanya Gaby mereka langsung mengangkat kepala mereka karena penasaran tak terkecuali ketiga senior terpopuler.
"Luar biasa menjengkelkan" Jawab Yura.
"Kali ini berapa bulan? " Tanya Bara penasaran.
"Katanya sih tiga bulan lebih"Ucap Yura.
"Okelah mereka benar-benar tidak peduli lagi" Ucap Bara jengkel.
"Sepertinya mereka benar-benar gila unang" Ucap Stella menanggapi.
"Bener sih" Ucap Edward.
"2 in. Kayanya oertu perlu dirukiyah g sih" Ucap Gaby kesal.
"Sudahlah lagian kami sudah terbiasa" Ucap Yura.
"Kapan mereka berangkat? " Tanya Edward.
Yura mengecek jam tangan nya "mungkin sebentar lagi katanya setelah makan siang" Lalu ponsel Yura berbunyi dua kali tanda pesan masuk.
"Lihatlah " Ucap Yura setelah melihat pesan itu dan menunjukannya kepada teman-temannya.
Bunda: sayang kami akan berangkat jaga dirimu.
Ayah:putri ayah jaga diri baik-baik ya, Ayah berangkat dulu.
"Kali ini kenpa tidak mengantar" Tanya Stella karena biasanya Yura dan Emely akan mengantar kepergian kedua orang tuanya ke bandara.
"Ka Emely sibuk aku juga masih ada kelas" Yura beralasan.
Ting
Ponsel Yura kembali berbunyi .
My lovely sister: seperti biasa nanti kau naik angkutan umum ya. Aku mungkin akan lembur. Aku akan kerumah Kinar dan menginap disana.
"Kenapa? " Tanya Bara.
"Bos gila kembali berulah" Ucap Yura sambil menatap Gaby.
"Kak Gerry? Aku udah capek ngomongin dia" Ucap Gaby.
"Aku main kerumahmu ya" Tanya Yura dibalas anggukan oleh Gaby.
Darren daritadi hanya memperhatikan percakapan mereka bahkan makanannya tidak tersentuh sama sekali. Ketika Yura mengatakan akan menginap dirumah keluarga Bell dia langsung menoleh kearah Gibran yang juga tengah menatapnya mengatakan dengan matanya aku akan kerumahmu.
__ADS_1
"Tidak menerima tamu" Ucap Gibran bermaksud menanggapi tatapan Darren.
Kelima junior dimeja itu menatap Gibran bingung sang empu yang sedang ditatap jadi gelagapan apalagi tatapan tajam Darren ditunjukkan untuknya.
"Oh maaf senior aku tidak jadi datang kerumah senior" Ucap Yura tak enak.
Gibran semakin dibuat gelagapan kala tatapan Darren lebih tajam dari pada yang tadi setelah mendengar ucapan Yura.
"Ma-maksud ku bukan ka-kamu Yura" Ucap Gibran gugup karena Darren menatapnya tajam.
"Tidak apa aku tidak jadi datang" Ucap Yura.
"Datang aja gpp pintu rumah keluarga Bell tebuka lebar untukmu" Ucap Gibran mencoba menghindari tatapan tajam Darren.
"Are you kidding me? Hei Brother dia temanku bukan temanmu jadi terserah aku dia diperbolehkan datang atau tidak" Ucap Gaby kesal.
"Ada seseorang tamu tak diundang yang akan datang" Kata Gibran.
"Terserah " Ucap Gaby.
"Yura nanti harus jadi loh datang kerumahku" Ucap Gaby membujuk Yura.
"Gpp nih? " Tanya Yura ragu.
"His abaikan omongan si monyet oke" Ucap Gaby.
"Kami juga mau ikut" Ucap Edward.
"Me to" Ucap Bara dan Stella bersamaan.
"Ya udah nanti kalian datang aja" Ucap Gaby lagi.
Mereka melanjutkan makan yang tertunda mengabaikan Gibran yang sedang gelagapan karena masih terus ditatap tajam oleh Darren. Tak lama setelah itu terdengar suara yang sangat menjengkelkan. Siapa lagi kalo bukan Melody dan antek-antek nya
"Gibran aku duduk dimana" Ucap Jessica tak kalah manja.
"His Jordan aku lapar suapi aku" Ucap Sofia lebih manja lagi.
Ketiganya datang-datang langsung membuat suara yang sangat menjijikkan ples menjengkelkan lima junior dimeja itu kompak berdiri bersama-sama mereka sangat tau sebentar lagi mereka akan diusir dan so pasti akan terjadi perdebatan karena mereka malas berdebat sehingga langsung berdiri dari kursi mereka masing-masing. Ditambah ketiga orang itu pasti akan mengeluarkan hinaan untuk mereka, mereka tidak peduli sekalipun salah satu dari mereka termasuk keluarga terkaya.
"Aku masih lapar " Ucap Yura seperti gumaman tapi masih didengar Darren.
"Yah me to. Tapi mau gimana lagi" Ucap Gaby menanggapi.
Lalu mereka berlima beranjak dari tempat duduk mereka. Baru tiga langkah mereka berhenti karena Darren mengatakan.
"Duduk" Ucap Darren mereka semua bingung siapa yang disuruh duduk. Tapi ketiga bully queen langsung duduk ditempat mereka berlima tadi duduk.
Bully queen mengira Darren menyuruh mereka duduk dan dengan senang hati bully queen duduk lalu tersenyum penuh kemenangan.
"Siapa yang menyuruh kalian duduk" Ucap Darren tajam kepada bully queen.
"Darren tadi kamu loh yang menyuruh kita duduk. Jadi, kita duduk lah, ada yang salah? " Ucap Melody heran tapi tetap mengatakannya dengan nada manja.
"Yura duduklah" Ucap Darren mengabaikan pertanyaan Melody. Darren menatap Yura yang sudah mulai berjalan menjauhi tempatnya tadi .
Yura yang merasa namanya disebut pun berbalik dan menatap mereka dengan canggung.
"Maaf senior kami sudah selesai terimakasih " Ucap Yura lalu pergi menyusul teman-temannya yang sudah berjalan lebih dulu ketempat piring kotor.
Darren yang mendengar penolakan lagi dari Yura pun menyudahi makannya yang sama sekali belum tersentuh itu lalu berdiri diikuti teman-temannya meninggalkan ketiga bully queen yang membuat mereka berteriak heboh karena ditinggalkan begitu saja.
*
__ADS_1
*
*
Setelah keluar dari kantin utama mereka semua berpencar. Gaby dan Stella mereka pergi ke pertemuan klub Renang. Kerena disekolah sebelumnya mereka merupakan atlet renang jadi tidak heran jika mereka mengikuti klub renang. Sementara Edward dan Bara mereka mengikuti klub sepak bola,setelah makan siang Edward mengatakan ada pertemuan klub sepak bola . Teman-temannya adalah seorang atlet hanya dia yang tidak mengikuti klub olahraga. Yura sendiri mengikuti klub bahasa asing .
Yura memutuskan pergi ke perpustakaan karena masih ada waktu sekitar satu setengah jam sebelum kelas dimulai. Setiap Yura ditinggal teman-temannya ada perkumpulan klub dia selalu pergi ke perpustakaan karena disana tempat paling nyaman untuk istirahat menurut Yura.
Yura mengambil beberapa novel untuk dibacanya dia memilih novel berbahasa asing. Kali ini dia mengmbil novel Korea yang berjudul The Good Son oleh jeong yu jeong .
Tempat favorit Yura berada di pojok belakang dekat jendela yang langsung memperlihatkan aktivitas para mahasiswa.
Dia asyik membaca sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang disampingnya yang sedang memperhatikannya dengan intes, dia adalah Darren.
Darren mengikuti Yura sampai ke perpustakaan dan duduk disamping Yura saat Yura sedang fokus membaca.
Yura merasa ada pergerakan disampingnya dia menoleh kesmaping . Yura hampir saja berteriak karena terkejut mendapati Darren yang sedang menatapnya dengan kepal diletakkan diatas meja beralaskan tangannya.
"Se-senior? " Ucap Yura kaget. Darren mendengus kesal karena Yura selalu memanggilnya dengan sebutan senior tapi dia tetap tenang walau kesal.
"Ada apa? " Tanya Yura berusaha tenang . Jantung nya berdetak dengan cepat kata Darren menatapnya dengan intes membuatnya gugup tapi berusaha tetap tenang.
"Hanya beristirahat sebelum kelas dimulai" Jawab Darren datar tapi tidak dengan tatapan matanya. Dia menatap Yura dengan penuh kasih sayang.
"Owh. Baiklah. Iya. Oke" Ucap Yura bingung menanggapi. Darren terkekeh lalu kembali menatap Yura dengan intes.
"Aku juga sedang beristirahat sebelum kelas. Kalo bagitu silakan menikmati masa istirahatnya senior aku pamit" Ucap Yura lalu memeberaskan barang-barangnya yang berantakan di meja.
"Tidak perlu kau tetap ditempat mu " Ucap Darren sambil menahan tangan Yura yang sedang membereskan barang-barangnya.
"Beneran tidak apa-apa" Ucap Yura ragu. Darren mengangguk dan tersenyum lalu mengangkat kepalanya dan berpura-pura sibuk memainkan ponselnya.
Ponsel Darren berdering membuat Darren mengumpat karena dia sedang main game, dia mengangkat dengan kesal.
"Kau dimana" Ucap seseorang ditelfon.
"Ada apa?" Tanya Darren to the point.
"Pertemuan klub basket" Ucap seseorang ditelfon.
"Otw" Ucap Darren lalu mematikan panggilan sepihak.
"Aku pergi "pamit Darren. Yura tersenyum sebagai jawaban.
Satu jam berlalu , Yura melihat jam tangan nya masih ada waktu setengah jam sebelum kelas dimulai. Yura memutuskan mengakhiri membaca bukunya dan membereskan barang-barangnya saat akan memasukkan barangnya kedalam totebag dia tidak sengaja menyenggol pulpen yang terletak dipinggir meja entah milik siapa.
Yura mengambil pulpen yang jatuh lalu atensinya menatap sebuah benda yang mirip dengan dompet laki-laki lalu mengambilnya dan melihat sekitar tidak ada orang di perpustakaan. Dia hanya berdua dengan salah satu mahasiswa yang sedang belajar. Yura menghampirinya dengan membawa tasnya dan juga dompet temuannya.
"Permisi apakah ini punyamu? " Tanya Yura pada mahasiswa itu.
"Bukan punyaku" Jawabnya.
"Oh baiklah. Kalo boleh tau petugas perpustakaan ada dimana ya? " Tanya Yura lagi.
"Oh dia sedang berada digudang penyimpanan" Ucap mahasiswa itu dan langsung fokus kembali pada belajarnya. Yura menyimpulkan mahasiswa itu tidak ingin diganggu. Jadi Yura pamit dan benar saja tidak ada jawaban sama sekali dari mahasiswa itu.
"Punya siapa ya? " Tanya Yura pada diri sendiri. Lalu mencoba membuka dompet itu.
"Kak Darren?" Ucap Yura lalu matanya fokus ke selembar kertu nama dan disana terdapat nama perusahaan dan no.telf perusahaan.
*********************************************
Jangan lupa like and comment
__ADS_1