30 Days Chance

30 Days Chance
pesan dari kesayangan


__ADS_3

...Happy Reading...


...*...


...*...


...*...


Tiga tuan muda dari tiga keluarga terkaya sedang berkumpul di mansion tuan muda no. 1 dinegara A siapa lagi kalo buka Darren James Louis. Yah mereka sedang berkumpul dirumah Darren. Alasan kedua temannya datang karena ingin main game padahal di mansion mereka masing-masing ada game juga.


Gibran dan Jordan sengaja meain kerumah Darren karena mereka tidak mau Darren bertemu dengan Yura. Saat mereka sampai bahkan Darren sudah siap akan pergi ke mansion keluarga Bell. Dan menjadi stalker seperti biasa.


Saat ini mereka berada dikamar tuan muda Darren. Gibran dan Jordan menepati perkataannya tadi untuk main game sementara sang tuan rumah sedang uring-uringan karena dia ingin menghubungi Yura untuk sekedar meminta Yura untuk menyimpan nomernya. Darren mendapatkan nomor Yura dari Gibran dengan syarat dia tetap dirumah dan menemani mereka main game.


"Astaga aku kangen banget" Ucap Darren frustasi.


"Tinggal kirim pesan bukannya udah dapat nomernya" Ucap Jordan dengan masih fokus dengan gamenya.


"Gugup tau" Ucap Darren kesal.


"Ck kaya mau nembak aja, pake gugup segala" Ucap Gibran mengejek.


"Aaaaa chat ga ya" Ucap Darren mengabaikan ucapan Gibran.


"Udahlah chat aja pusing tau dengerin kau berisik dari tadi" Ucap Jordan menoleh sekilas lalu fokus kembali pada gamenya.


"Udah deh ga usah jadi pengecut. Mana Darren yang pemberani dan cuek sama sekitar, lihatlah Darren kali ini dia gugup karena mau chat satu cewek ,hanya untuk meminta sicewek menyimpan nomernya" Ucap Gibran panjang kali lebar.


Lalu terdengar suara pesan masuk Gibran dan Jordan kompak melihat ponsel mereka pas dilihat tidak ada pesan masuk yang berarti bukan dari ponsel mereka, setelahnya mereka kembali fokus dengan gamenya.


Hening hanya terdengar suara dari game dan konsol game yang sedang Gibran dan Jordan mainkan. Terlalu hening sampai membuat mereka heran kemana suara berisik tadi yang sedang mengeluh tentang berkirim pesan.


Mereka kompak menoleh kebelakang tempat Darren duduk diatas kasurnya. Disan Darren hanya diam sambil memperhatikan ponselnya dengan seksama. Karena penasaran mereka berdiri dan bejalan menghampiri Darren membiarkan game yang sedang mereka mainkan game over.


Jordan menepuk pundak Darren pelan.


"Ada apa? " Tanyanya.


Darren diam pandangannya menatap ponselnya. Jordan dan Gibran kompak melihat ponsel Darren disana tertera pesan teks dari seseorang yang sudah dipastikan mereka tau siapa si pengirim itu.


My Sweetieheart❤


P


Ini no. Senior Darren kan?


Saya Yura


Dompet kak Darren tertinggal di perpustakaan lalu aku membawanya. Kira-kira kapan saya bisa mengembalikan dompet senior.

__ADS_1


Setelah membaca pesan teks itu mereka langsung menepuk bahu Darren segera bersamaan dengan keras.


"Auww sakit tau" Ucap Darren kesal.


"Aaaa cie cie ehem" Goda Gibran sambil menoel pipi Darren yang langsung menepis tangan Gibran dari pipinya.


"Dichat duluan nih hohoho" Jordan tak kalah semangat menggodai Darren.


"Singkirkan tangan kalian dari wajahku" Ucap Darren kesal.


"Udah buruan jawab" Ucap Jordan mendesak.


"Hiss jawab apa" Darren frustasi.


"Jawab gini ehem ehem iya ini nomernya aku save ya. See you baby " Ucap Gibran dengan nada centilnya. Darren menatap datar kearah Gibran.


"Aku serius" Ucap Darren gusar.


"Kita pun serius" Dijawab tak kalah gusar oleh Jordan dan Gibran mereka bermaksud meledek.


Darren diam dia kesal karena terus diledek oleh kedua curutnya itu. Dia menyesal karena meminta pendapat dari dua curutnya itu. Seharusnya dari awal Darren tidak meminta pendapat dua curutnya sebenarnya dia sudah tahu kalo endingnya bakal kaya gini. Akhirnya Darren mengabaikan mereka yang terus menggodai dia.


Darren mengetik dengan hati-hati dan perlahan agar tidak ada typo dan kesalahan dalam merangkai kata. Dia sudah berpikir panjang kali lebar jawaban untuk pesan Yura tapi pada akhirnya dia menjawab.


^^^Me:^^^


^^^Besok. Makan siang. Kantin utama.^^^


Ting


Bunyi pesan masuk tanpa ba bi bu Darren langsung membukanya.


My Sweetieheart❤:


Oke baiklah senior


Darren sekarang benar-benar menyesal dia masih ingin berkirim pesan dengan kesayangannya tapi karena kesalahannya obrolan itu berakhir begitu saja tanpa ada yang spesial.


Jordan dan Gibran telah selesai berdebat mereka menangkap raut muka tidak senang dari Darren.


"Apa lagi? " Tanya Gibran.


"Udah chat-an udah dibales udah kan terus sana udah bales balik kan? Terus sekarang apa yang salah?" Tanya Jordan.


Darren tidak menjawab dia hanya meletakkan ponselnya dengan lesu. Mereka berdua langsung mengambil ponsel Darren yang tadi diletakkan di meja nakas sampai tempat tidur.


Setelah mereka mengambil ponsel Darren lalu terdengar suara yang sangat menjengkelkan suara yang sangat Darren tidak suka. Kedua curutnya tertawa terbahak-bahak tawa itu adalah tawa ejekan untuknya.


Darren menatap datar kedua curutnya ini lalu berbaring dengan lesu.

__ADS_1


"Lagian kau hanya jawab ke gini" Ucap Jordan masih dengan tawanya.


"Ini namanya , tidak mengambil kesempatan yang ada didepan matanya" Ucap Gibran sambil mengusap air matanya yang sedikit keluar.


Lalu mereka diam karena kasian melihat Darren yang seperti kurang belaian . Kompak mereka melihat pesan itu dibawah nama kontak tertera notifikasi sedang mengetik.


"Eh eh lihat dia mengetik" Ucap Gibran heboh . Sementara Darren hanya diam karena tahu pasti curutnya itu sedang berbohong mereka kan suka bahagia diatas penderitaannya.


"Yah ilang" Ucap Jordan lirih.


"Eh mengetik lagi" Ucap Gibran .


"Lah ko ilang lagi" Tambahnya.


Darren masih diam dia mulai memejamkan matanya karena sudah ngantuk mungkin dengan tertidur dia bisa menghilangkan rasa sesalnya tadi.


"Diamlah" Ucap Darren tajam dengan mata tertutup.


"Hei jangan tidur" Tegur Gibran sambil memukul kaki Darren , sang empunya hanya diam.


"Lihatlah dia mengetik lagi" Ucap Jordan mencoba mengambil perhatian Darren.


"Ada pesan" Ucap Gibran heboh.


"Senior saya tidak mengambil satu barang pun dari dompet kak Darren termasuk uang yang ada didalamnya" Ucap Jordan dia membaca pesan itu.


"Diamlah " Ucap Darren lagi.


"Dia mengetik lagi" Ucap Jordan.


"Senior boleh minta save nomerku? " Ucap Gibran giliran dia membaca pesan itu.


Serempak melihat Darren yang masih diam dengan menutup mata terjadi keheningan beberapa saat lalu Darren membuka matanya dan menatap kedua curutnya.


"Yu ra" Ucap Gibran mengeja nama Yura.


"Dia minta save nomermu" Ucap Jordan.


"Lagian aku udah save" Ucap Darren lalu menutup mata lagi.


Gibran dan Jordan menatap heran kearah Darren mereka pikir Darren akan antusias dengan isi pesan itu tapi di luar ekspetasi Darren bersikap acuh seperti biasa tapi selanjutnya mereka dibuat lebih heran dengan tingkahnya itu bagaimana tidak Darren tiba-tiba bangun dari rebahannya lalu memandang mereka dengan pandangan sulit diartikan.


"Yu-yu-yura? " Tanya Darren terbata-bata lalu dibalas anggukan oleh mereka berdua. Jordan yang memang memgang ponsel Darren langsung menunjukkannya pada Darren .


Darren melotot membaca pesan itu lalu mengambil ponselnya dari tangan Gibran dengan gemetaran.


"Dia beneran minta save? " Tanya Darren pada dirinya sendiri.


"Aku mimpi? Bangunkan aku " Ucap Darren dengan tak percaya.

__ADS_1


********************************************


Jangan lupa like and comment


__ADS_2