
Semoga banyak yang baca
Udah mulai tapi gtw lanjut apa nggak
Bissmillah
...💕HAPPY READING ALL💕...
...*...
...*...
...*...
Keesokan harinya Emely bangun dengan badan yang sangat pegal&sakit terutama bagian bawahnya . Dia duduk dan terdiam merenungi sesuatu yang terjadi semalam. Pikirannya benar-benar tercampur aduk sampai membuat dia pusing.
Setelah beberapa saat merenungi, Emely menatap laki-laki yang tidur disebelahnya dengan pandangan kebencian, amarah dan kecewa. Emely ingin menangis tapi apa yang harus dia tangisi nasi sudah menjadi bubur. Akhirnya Emely bagun dan beranjak memunguti pakaian yang berserakan dan memakai pakaian yang semalam dia pakai . Dia pergi tanpa meninggalkan apa-apa.
Emely sangat beruntung karena pintu kamar itu bisa dibuka dari dalam. Emely berjalan lurus menuju lift di sepanjang jalan Emely mendengar berbagai jeritan ,*******, tawa dan lain-lain. Sepertinya disini kamarnya tidak kedap suara kecuali kamar paling pojok kamar yang ditempatinya tadi, kamar yang menghadap langsung ke pintu lift.
Dia masuk dalam lift yang sepi berdiam dan tanpa menekan tombol dia melihat pantulan dirinya yang berada di pintu lift .
"Huft" Helaan nafasnya terdengar berat seakan penuh penyesalan.
'Aku gtw apa yang harus aku lakukan, kenapa aku tidak bisa menangis, kenapa semuanya terjadi, kenapa semua yang aku Pikirkan seperti tidak ada jawaban ' batin Emely.
'Apa yang harus aku katakan pada Yura' batinnya lagi.
Emely menghela nafas kasar ketika teringat adiknya ini sangat peka sama sesuatu yang ada pada dirinya.
"Haruskah aku kerumah Kinara " Gumamnya.
Lalu Emely menekan tombol lift. Selama lift berjalan naik Emely hanya diam dan melamun sampai pintu lift terbuka dia masih tetap diam samapai seorang satpam menepuk pundak Emely menyadarkannya dari lamunan.
"Mba baik-baik saja? " Tanya satpam.
"Hah? Eh i-iya? " Jawab Emely gagap.
"Mba mau keluar apa tidak? " Tanya satpam lagi.
"Eh iya maaf Pak" Ucap Emely lalu melenggang pergi.
Emely berjalan keluar dan berhenti didepan halte bisa dekat bar Derolina. Lagi dan lagi Emely hanya diam dan melamun sampai suara deringan ponsel menyadarkan dia dari lamunannya. Tertera nama My cute sister, itu adalah telfon dari Yura.
"Emely? Kamu dimana ? Kata kak Kinar kamu tidak ada dirumah kak Kinar? " Yura langsung to the point tanpa sapaan terlebih dahulu.
"Hai" Sapa Emely datar.
"Ck hei tinggal jawab. Aku khawatir dari semalam aku punya firasat buruk" Ucap Yura terdengar khawatir.
"Aku ada di hotel, karena semalam ada pertemuan di sana jadi sekalian tidur di hotel" Ucap Emely berusaha tenang.
"Huft bikin khawatir aja" Yura menghala nafas.
"Tapi kamu baik-baik saja kan? " Tanya Yura.
Emely tidak menjawab, tiba-tiba bayangan kejadian semalam terlintas di kepalanya membuat dia diam dan melamun lagi.
"Emely? " Panggil Yura lagi.
__ADS_1
"Kak " Panggilnya lagi karena tidak ada sahutan.
"Kak Emely" Yura mulai khawatir.
"Emely Jhon Steven" Panggil Yura lagi dengan nada sedikit membentak dan penuh dengan kekhawatiran.
"Aku baik-baik saja" Jawab Emely berusaha tenang.
"Beneran? "
"Iya"
"Aku tidak percaya"
"Up to you. Aku akan kerumah Kinara" Ucap Emely memberitahu.
"Aku ikut" Yura .
"Kenapa? Tidak biasanya" Ucap Emely heran.
"Aku bosan di rumah lagian sekarang weekend" Ucap Yura.
"Hm baiklah datang sendiri bawa motor apa mobil?" Tanya Emely.
"Lah kamu?" Tanya Yura balik.
"Aku ada di halte busnya bentar lagi sampe, kamu datang sendiri aja" Ucap Emely.
"Hm baiklah nanti aku bawa mobil" Jawab Yura.
"Hati-hati dijalan jangan ngebut " Titah Emely.
Tak lama bus yang akan Emely naiki sampai, dia naik dan duduk di kursi ketiga , duduk didekat jendela. Kepalanya di senderkan ke arah jendela pandangan mata menatap jalan yang mulai ramai.
*
*
*
Yura terlihat buru-buru bersiap-siap untuk berangkat kerumah Kinara, hatinya selalu resah, pikirannya saat ini memikirkan hal negatif yang mungkin terjadi.
"Ada apa ini? " Gumamnya sambil memakai sepatunya.
Yura berjalan menuju lift , dia berhenti didepan pintu lift dan menunggu pintu lift terbuka.
Ting
Yura mendongak dan seketika dia terkejut . Orang didalam lift juga sama terkejutnya dengan dia.
" S-s-senior" Ucapnya gugup.
"Senior Darren" Ucapnya lagi menetralkan diri.
Orang yang tadi disebut merubah raut muka dari yang awalnya terkejut walau tidak ketara, lalu tersenyum dan sekarang tiba-tiba dia merubah raut mukanya menjadi marah terlihat dari rahangnya yang mengeras, tatapan mata yang tajam dan tangan terkepal kuat.
Yura yang sudah menetralkan diri tiba-tiba jadi ketakutan melihat perubahan raut wajah seniornya itu.
"Ada apa? " Yura berusaha tenang.
__ADS_1
"Huft" Terlihat raut kecawa dari muka Darren.
"Aku mau ngambil dompet " Langsung to the point.
"Ya? Oh iya" Yura jadi gugup.
"Yang kemarin ketinggalan dikamu" Ucap Darren lagi.
"Oh iya aku ambil dulu, ayo senior ikutin aku" Ajak Yura.
"Senior boleh nanya? Tau alamatku dari siapa? " Tanya Yura sambil berjalan dibelakangnya Darren mengikutinya.
"Gabby" Jawabannya singkat.
"Owh, seharusnya tadi senior hubungi aku dulu?" Ucap Yura menasihati.
"Haruskah? " Tanya Darren.
"G juga si, tapi takut nanti senior datang eh di rumah ga ada orang " Yura.
"Maaf" Ucap Darren tiba-tiba, Yura mengehentikan langkahnya dan berbalik menatap seniornya itu bingung.
"Kenapa minta maaf?" Tanya Yura bingung.
"karena tidak mengabarimu dulu, besok akan ku ingat untuk mengabarimu dulu" Ucap Darren.
"eh? Tidak begitu juga tidak apa-apa, maksudku tadi setidaknya senior ngabarin dulu karena akum au pergi jadi takut nanti senior datang eh malah ga ada orang di rumah" Jelas yura Panjang.
Darrenn yang mendengar yura akan pergi dia menjadi terkejut dan merasa marah kenapa gadisnya tidak mengabarinya, Darren mengubah raut mukanya menjadi dingin sedingin mungkin dan tiba-tiba dia juga merubah raut mukanya menjadi murung . Darren merasa emang siapa dirinya sehingga berharap yura mengabarinya saat akan pergi . yura yang melihat raut seniornya berubah-ubah menjadi bingung pangkat dua.
"kenapa?" Tanya Darren saat yura menatapnya aneh. Sungguh hatinya tidak tenang hanya karena yura menatapnya , jantunganya berdebar astaga dasar jantung baperan batinnya berteriak.
"seharusnya aku yang tanya , senior kenapa? Senior baik-baik saja?" Tanya yura.
"aku gpp" jawabnya singkat dan merubah rautnya menjadi datar .
Lalu mereka tidak ada percakapan sampai didepan unit apartemen Yura. Yura membukakan pintu dan mempersilahkan seniornya masuk dan menunggu disofa yang disediakan di ruang tamu.
"senior tunggu sebentar aku ambil dompetnya" Ucap yura canggung karena belum pernah membawa teman cowo selain teman dekatnya.
Darren menganggukkan kepalanya dan memperhatikan setiap gerak gerik yura. Setelah yura masuk kedalam kamrnya dia mengalihkan tatapannya keseluruh ruangan dan berhenti pada lemari buku yang diatsnya terdapat berbagai foto kebersamaan seorang kakak beradik, dia bangkit dari sofa dan berjalan menuju foto itu dan mengambil satu foto yang terdapat gadis kecil dengan kuncir duanya berpose didepan kamera dengan dua jari keramat ditempelkan dipipi dan ekspresi mata berkaca-kaca dan mulutnya mngrecut lucu, sedangkan tanangn satu lagi memeganf es krim yang setengahnya sudah jatuh disamping kaki mungilnya itu.
Darren terkekeh melihat foto itu,tanpa bertanya pada orang lain dia sudah tahu kalo foto yang dia pegang sekarang adalah foto gadisnya yap fotonya yura. Tanpa fikir Panjang Darren langsung mengambil ponselnya dan memotret foto yang sedang dia pegang .
Cklek
Terdengar pintu kamar terbuka .
"SENIOR!!"
Darren melihat kebelakang dan melihat yura yang sudah memasang muka marah dan berlari kearahnya membuat Darren terkejut, dan foto ditangannya jatuh membuat bingkai foto itu pecah. Belum sempat Darren mengatakan hati-hati ,yura sudah terkena pecahan beling dari bingkai dan langsung mengambil foto yang sudah terpisah dari bingkainya tanpa memedulikan kaki yang tanpa sengaja menginjak pecahan beling dan tangan yang terkena pecahan .
"YURA!!! " Giliran Darren yang berteriak kepada yura yang membuat yura terkejut.
"astaga sayang kamu gpp! Astaga maaf" Terlihat raut panik dari Darren dan langsung menggendong yura menjauh dari area pecahnya bingkai tadi tanpa memdulikan dirinya yang juga terluka.
"s-se-senior bisa turunkan aku" Bukannya marah yura malah gugup karena terkejut.dengan perlakuan senior itu padanya serta perkataan seniornya yang mengatakan kata-kata yang hanya diucapkan oleh pasangan.
**********************************************
__ADS_1
Jangan lupa vote and comment