30 Days Chance

30 Days Chance
Malam Kelam


__ADS_3

...Akhirnya bisa up juga ...


...Allhamdulilah...


...Happy Holiday...


...Happy Reading...


...*...


...*...


...*...


Yura baru pulang dari rumah keluarga Bell. Dia menekan sandi apartemen . Lalu masuk kedalam apartemennya dia menyalakan lampu tempat rak sepatu, melepas sepatunya lalu memakai sandal rumah dan langsung masuk kedalam kamarnya.


Yura mandi untuk menghilangkan rasa penatnya lalu istirahat sebentar sebelum beranjak menuju dapur untuk mencari bahan makanan yang bisa dimasak untuk makan malam.


Yura menyalahkan semua lampu diunit apartemennya lalu menyapu menggunakan penyedot debu setelahnya dia menuju dapur untuk memasak.


Setelah masak dia makan malam sendirian karena kakaknya pulang malam dan kemungkinan besar akan menginap di rumah Kinara.


Yura ingat tadi sempat meminta nomor senior nya kepada Gabby.


" Ah benar dompetnya " Ucap Yura setelah tadi dia ingat meminta nomer senior pemilik dompet, lalu dia mengirim pesan.


^^^Me:^^^


^^^P^^^


^^^Ini no. Senior Darren kan?^^^


^^^Saya Yura ^^^


^^^Dompet kak Darren tertinggal di perpustakaan lalu aku membawanya. Kira-kira kapan saya bisa mengembalikan dompet senior. ^^^


Setelah Yura mengirim pesan itu dia keluar dari aplikasi chat dan membuka instagramnya .


Cukup lama dia menskrrol instagramnya tiba-tiba ada pesan masuk .


Senior Darren:


Besok. Makan siang. Kantin utama.


Yura langsung menjawab.


^^^Me:^^^


^^^Oke baiklah senior^^^


Yura berpikir untuk minta nomernya disimpan oleh seniornya itu. Dia mengetik pesan tapi dihapus kemabli karena bingung dan takut nanti nomernya ga disimpan.


Karena bingung memintanya akhirnya Yura mengirim pesan tentang isi dompet milik seniornya itu.


^^^Me:^^^


^^^Senior saya tidak mengambil satu barang pun dari dompet kak Darren termasuk uang yang ada didalamnya. ^^^


Tidak ada balasan hanya dibaca oleh seniornya. Setelah mengumpulkan keberanian akhirnya dia meminta menyimpan nomernya.


^^^Me:^^^


^^^Senior boleh minta save nomerku?^^^


^^^Masih tidak ada balasan hanya dibaca . ^^^


"Huft" Yura menghela nafas lalu keluar dari aplikasi chat dan kembali membuka instagramnya.


Ting


Notifikasi muncul tertera nama Senior Darren. Yura langsung membukanya dan terdiam beberapa saat membaca isi pesan tersebut.


Senior Darren:


Sdh dsv


Sb


Singkat sangat amat singkat , saking singkatnya sampai g ada huruf vokal. Sungguh membutuhkan waktu yang lama untuk memahami pesan itu. Yura bahkan sampai Sherching di mbah Google dan sayang sekali mbah Google sepertinya juga tidak mengerti arti singkatan itu. Yura berpikir keras kira-kira apa sih isi pesan itu , dan berakhir dengan bertanya digrup .


...Abcsjdgabka...


^^^Me: Sdh dsv .Sb^^^


Baraapi: weh apa nih tanpa permisi, tanpa salam, tanpa sapaan. Wah wah wah langsung chat mana g jelas lagi ngirim apa.


Edwardan: Iya nih. Pa maksud gerangan mengirim pesan seperti itu.


Stellajeruk: Tuan putri butuh sesuatu?


Ontigabby: kita siap melayani.


30 detik setelah Yura mengirim pesan ke grupnya langsung banyak notif masuk ke ponselnya. Yura terkekeh membaca pesan-pesan dari para sahabatnya.


^^^Me: Berlebihan. Aku mau nanya. ^^^


Ontigabby: Tempat dan waktu dipersilahkan.


Stellajeruk: Kami siap mendengar pertanyaan tuan putri.


^^^Me: Sdh dsv, Sb. Apa arti singkatan ini. ^^^


Edwardan: Owalah


^^^Me: Edward tau artinya? ^^^

__ADS_1


Edward: nggak (ㆁᴗㆁ✿)


^^^Me: -_-^^^


Baraapi: Bolehkah saya membantu?


^^^Me: Boleh dipersilahkan kepada tuan muda Albert ^^^


Baraapi: Bantu doa sabi banget ga sih.


^^^Me: TERIMAKASIH JAWABANNYA TUAN MUDA ALBERT!!!!! ^^^


^^^Me: his aku serius tau. ^^^


Stellajeruk: wowowo hei sayang jangan ngegas sabar


Ontigabby: Kamu dapat darimana?


^^^Me: Senior Darren^^^


Ontigabby: oho sudah mulai bergerak


^^^Me: Siapa? ^^^


Stellajeruk: Entah, dari kemarin Onti ga jelas banget deh.


^^^Me: Bener tuh^^^


Edwardan: Eh gimana gimana?


Ontigabby: Lah gimana apanya?


Stellajeruk: apanya yang gimana?


Baraapi: ck kalian masa ga paham


Stellajeruk: Ya kita mana paham


^^^Me: His percuma aku nanya kalian^^^


Edwardan: Hei berhenti Yang mulia putri Zoey sudah marah . Berhenti grak.


Stellajeruk: Kami pantas dimarahin sama yang mulia putri Zoey.


Ontigabby: Kami siap menerima ceramah panjang yang mulia putri Zoey.


Baraapi: Maafkan kami yang mulia putri Zoey.


^^^Me: his kalian ini^^^


Edwardan: Kita mana paham kalo cuma kaya gitu tok mba Ayu.


...Yura send to Photo...


...Me:...


...Ini no. Senior Darren kan?...


...Saya Yura ...


...Senior Darren:...


...Besok. Makan siang. Kantin utama....


...Me:...


...Oke baiklah senior...


...Me:...


...Senior saya tidak mengambil satu barang pun dari dompet kak Darren termasuk uang yang ada didalamnya. ...


...Me:...


...Senior boleh minta save nomerku?...


...Senior Darren:...


...Sdh dsv ...


...Sb...


Yura mengirim screenshot dari chatnya bersama Senior Darren dengan chat terakhir dilingkari, penanda bagian yang penting. Bagian yang tadi ditanyakan digrup.


Ontigabby: dasar tidak berubah


Edwardan: hanya orang-orang ber-IQ tinggi yang  paham


Stellajeruk: aku bisa membantumu


Barapi: kami sangat bisa membantumu dengan doa


^^^Me: terimakasih teman-teman bantuannya , saya sangat terbantu😑^^^


Ontigabby: terimakasih yang mulia kami merasa terhormat.


^^^Me: aku serius!! ^^^


Ontigabby: kami lebih duarius


Edwardan: 2in


Syellajeruk: 3in


Baraapi: 4in

__ADS_1


^^^Me: tau ah^^^


Ontigabby: hei sudah yang mulia sudah marah


Yura keluar aplikasi dan mematikan ponselnya niat ingin meminta bantuan malah tidak dapat apa-apa . Yura melihat sekelilingnya lalu menghela nafas panjang.


"Membosankan" Ucapnya .


Lalu dia membersihkan peralatan makannya dan pergi membersihkan diri sebelum istirahat.


*


*


*


Di sebuah bar di kota  B tepatnya bar Derolina ruangan VIP terdapat seorang perempuan yang hanya duduk melihat orang-orang di depannya menunggu dengan sabar. Didepan tempat duduknya ada seorang bos ditemani tiga kupu-kupu malam yang pakaiannya sangat terbuka bahkan seperti tidak memakai pakaian karena pakaian  yang digunakan oleh tiga kupu-kupu malam itu terlalu menerawang menurutnya.


Huft


Terdengar helaan nafas kasar dari perempuan itu. Sudah berjam-jam dia duduk disana dan hanya melihat seorang laki-laki tua sedang berinteraksi dengan kupu-kupu malam itu . Interaksi dalam artian lain dan sepertinya sebentar lagi akan berakhir di ranjang.


"Apakah sekarang bisa kita mulai berdiskusi" Tanya perempuan itu dengan lembut dan bahasa yang diganti dari rapat jadi berdiskusi.


"Uh tuan nakal" Ucap salah satu kupu-kupu malam yang berada dipangkuan laki-laki tua itu.


Huft


"Tuan Brimarta" Panggilnya.


"Hm" Jawab laki-laki tua yang dipanggil Brimarta.


"Bisa ki-" Ucapannya terpotong.


"Sekarang kamu ya yang nakal" Ucap Tuan Brimarta memotong ucapan perempuan itu.


'Sial! Aku disini hanya melihat pemandangan ini dan mendengar suara menjijikkan mereka . Tau gini aku pulang aja , mending nemenin Yura daripada disini' ucapnya dalam hati.


Perempuan itu adalah kakaknya Yura yaitu Emely jhon Steven. Dalam hatinya tidak berhenti mengumpati  tuan Brimarta dan juga bosnya.


'Gerry sialan kenapa menugaskan untuk ini sih' dia mengumpati bos nya.


Huft


Lagi-lagi kali ini dia akan mencoba mengakhiri dan menjadwal ulang karena daritadi dia tidak diperbolehkan keluar oleh asisten dan sekertaris dari Tuan Brimarta.


"Tuan bagaimana kalo kita akhiri disini saya akan menjadwal ulang untuk pertemuan selanjutnya yang mungkin Tuan Bell yang akan datang langsung" Ucap Emely dalam hati dia berterimakasih dan meminta maaf karena memakai nama bosnya.


"Kalo begitu baiklah besok kita bicarakan" Ucap asisten tuan Brimarta.


"Baik terimakasih tuan, saya pamit pulang terimakasih karena mau menjadwal ulang" Ucap Emely lalu membereskan barang bawaannya dan langsung keluar. Setelah menutup pintu Emely berbalik menatap tajam pintu tidak bersalah.


"Dasar tua bangka sialan, bisa-bisanya selingkuh padahal istrinya sangat baik " Geram Emely dengan suara rendah.


Emely berpura-pura memukul pintu itu karena kesal dan juga dia masih punya kewarasan dengan tidak merusak pintu itu, dia tidak mau ganti rugi.


Setelah selesai melampiaskan amarahnya dengan meninju angin akhirnya dia pergi dari sana . Melewati lorong penghubung kamar dengan tempat utama bar itu untuk segera keluar ke pintu untama.


Dia berjalan sambil membuka ponselnya mengecek apakah ada pesan masuk. Terdapat pesan dari adiknya ternyata, Emely tersenyum sebelum membuka pesan dari adiknya.


My cute Sister: aku sudah pulang dan sudah makan malam jangan khawatir, selesaikan pekerjaanmu and be careful . Titip salam buat kak Kinar.


...Me: Good Girl jangan begadang ya tidurlah dengan nyenyak, aku akan kembali besok. ...


Setelah membalas dia menutup ponselnya dan memasukkan kedalam tas yang dia bawa saat mendongak dan akan berjalan dia menabrak seseorang.


"Aduh" Ucapnya karena kepalanya membentur sesuatu yang sangat keras seperti dada bidang seorang lelaki .


"Maaf aku tidak sengaja" Ucapnya membungkuk untuk meminta maaf. Saat akan mendongak untuk melihat lelaki yang menabraknya dia malah mendapat cengkraman kuat dari lelaki itu berniat memberontak tidak jadi setelah mendengar suara rendah itu.


"Bantu aku Emely" Ucapnya dengan suara rendah.


Emely mendongak dan terkejut melihat siapa yang memegang tangannya dengan kuat.


"Gerry" Ucapnya.


"Tolong aku pleaseee" Ucapnya tapi kali ini suaranya lebih rendah seperti menahan sesuatu.


"Y-ya? " Tanya Emely gugup karena mendengar suara rendah bosnya.


Tanpa aba-aba Gerry menyentak tangan Emely kasar dan menggendong Emely seperti menggendong karung beras membuat buku dan kertas yg dia bawa jatuh ke lantai.


"Aaaaaaa" Teriak Emely kaget.


"Gerry apa yang kau lakukan, turunkan aku! " Emely memberontak memukul punggung Gerry dengan keras tapi itu tidak berpengaruh sama sekali oleh Gerry.


"Apa yang kau lakukan berengsek turunkan aku" Emely terus memberontak dan memaki tapi Gerry seolah menulikan pendengaran nya.


Gerry masuk kedalam lift dan menekan tombol B3 lalu lift turun ke bawah, didalam lift Emely terus memberontak dan memaki Gerry tanpa henti. Sementara Gerry hanya diam dan mengencangkan gendongannya agar Emely tidak jatuh.


Ting


Lalu Gerry buru-buru keluar dan berjalan keluar dan berjalan lurus . Di Sana  terdapat banyak sekali pintu seperti pintu kamar dilantai atas tapi ini di lantai bawah tanah tepat di bawah lantai basement . Gerry berhenti di depan pintu kamar paling pojok dan mengarah ke lift . Dia membuka akses untuk sidik jari dan menempelkan ibu jarinya lalu terbuka dan masuk kedalam pintu tertutup otomatis .


Emely masih setia memberontak dan memaki tapi akhirnya dia berhenti memberontak saat Gerry meletakkan dengan lembut Emely ke ranjang yang ada dikamar itu.


"Bantu aku oke sayang" Ucapnya dengan lembut tapi masih terdengar seperti menahan sesuatu. Emely bingung dan menjawab.


"Y-ya ? gi-gi-gimana? " Tanyanya dengan gugup dan takut.


Lalu tanpa basa basi Gerry mencium bibir Emely dengan brutal ditemani amukan dari tangan Emely. Dia melepas ciuman itu dengan lembut untuk mengambil nafas lalu mencium lagi lebih brutal dari sebelumnya .


Emely hanya pasrah ditemani tangisannya karena dia kehilangan energi untuk memberontak karena belum makan malam tenaganya sudah habis hanya untuk sekedar memberontak ditambah dengan pikirannya hari ini dan masalah yang akhir ini datang sehingga Emely tidak bisa berbuat apa-apa karena pikirannya terlalu blank. Emely pasrah dibawah kukungan Gerry dan membiarkan malam kelam itu berjalan.


*********************************************

__ADS_1


Jangan lupa vote and comment


__ADS_2