30 Days Chance

30 Days Chance
Aku Membencinya


__ADS_3

...HAPPY READING ALL...


...🍀🍀🍀...


...*...


...*...


...*...


Satu bulan kemudian.....


Setelah kejadian itu emely benar-benar resign dari pekerjaannya dan memblokir semua yang berhubungan dengan Gerry si bajingan itu bahkan melarang yura memberitahu tentang dirinya kepada Gerry jika bertemu dengannya , bahkan sampai membatasi interaksi yura dengan keluarga Bell , terutma harus menghindar jika bertemu dengan keluarga Bell kecuali Gabby. Yura yang awalnya bingung dan marah akhirnya menuruti kemauan kakaknya , karena pernah yura membantah ucapan kakaknya itu dan berakhir kakaknya marah besar dan pergi dari apartemen selama lima hari, oleh sebab itu sekarang yura mematuhi ucapan kakaknya itu dia merasa sangat bersalah dengan kakaknya.


Selma 3 minggu ini Emely benar-benar tidak bekerja sama sekali dan sering kali mengurung diri dikamar dan jarang sekali keluar, dia sebenarnya merasa sangatv bersalah sama yura tapi egonya sangat tinggi.


Sudah hampir seminggu ini emely sangat khawatir, bagaimana tidak dia sudah telat haid hampir dua minggu. Membuat fikiran negative bersarang dikepalanya sekarang, akhirnya setelah pertimbangan selama dua hari emely memutuskan untuk pergi ke rumah sakit .


Setelah melakukan pemeriksaan Kesehatan dan menjawab beberapa pernyataan dokter.


"Selamat bu anda akan menjadi ibu" Ucap dokter.


"Saya hamil dok?" Tanya emely tidak percaya.


"Iya selamat ya bu" Ucap dokter tersenyum.


"Saya hamil ya" Emely berucap pada dirinya sendiri.


"Iya. Supaya lebih detailnya lagi ibu emely bisa memeriksanya ke dokter kandungan, saya akan merekomendasi dokter kandungan untuk ibu emely" Setelah mengatakan itu dokter pergi.


Emely mengelus perutnya sambil memandang langit-langit rumah sakit, tatapan matanya kosong benar-benar terlihat seperti orang yang tidak punya kehidupan.


"Nak" Ucapnya .


"Haruskah bund mempertahankan mu" Lalu buliran airmata mengalir membasahi pipinya yang mulus.


Tiba-tiba bayangan samar bayi perempuan terlintas didepan matanya , bayi itu tersenyum kepadanya lalu tertawa terlihat sangat manis dan menggemaskan. Emely tersenyum tapi air mata tidak berhenti mengalir 'BUNDA' terdengar suara balita membuatnya semakin menangis.


"Nak" Ucapnya lagi.


Emely memejamkan matanya dan bayangan bayi terlintas lagi kali ini bayi laki-laki ,bayi itu tersenyum lalu tertawa. Emely sesenggukan tidak bisa menahannya.


"Maafkanlah bunda nak" ucap emely sambil mengusap perutnya dan tersenyum mengingat bayangan bayi tadi.


Dokter tadi memasuki ruangan dan memberitahu dokter kandungan emely dan menyuruhnya membuat jadwal konsultasi dengan dokter Mila ,dokter kandungannya. Setelah konsultasi dengan dokter Mila menanyakan kondisi bayinya, dan umur bayinya yang berusia satu bulan itu, dia pulang kerumah dengan Bahagia.


Emely akhirnya pulang menuju apartemennya diperjalanan dia membatin


'Nak maaf ya tadi bunda sempet mau membunuhmu , maafkan bunda nak, bunda sayang sama kamu nak. Kita lupakan ayah berengsekmu ya nak mari kita hidup dengan Bahagia dan lupakan ayah berengsek mu' ucap Emely dalam hati sambal mengelus perutnya.

__ADS_1


"Mba hamil ya?" Tanya sopir taxi basa-basi.


"Iya pak, saya baru mengetahuinya tadi" Jawab Emely.


"Wah selamat y amba, saya ikut senang , semoga mba diberi kesehatan dan juga bayinya" Doa sopir taxi.


"Amin, terimakasih pak. Em pak nanti berhenti disupermarket terdekat" Pinta Emely.


"Baik mba"


*


*


*


Yura dibuat heran kenapa ada susu ibu hamil dilemari penyimpanan ditambah obat-obatan yang asing baginya dengan berbagai bentuk, Yura merasa tidak ada yang hamil tapi kenapa ada susu ibu hamil, Yura mengambilnya dan bertanya pada kakaknya.


"Emely" Panggil Yura.


"Di balkon" Jawab Emely.


"Ini punya siapa?" Tanya Yura sambil menunjukan kotak susu tadi. Emely membulatkan matanya kaget dalam benaknya bingung apakah harus diberitahu sekarang ? tapi percuma dia memberitahu nanti , pasti ujung-ujungnya juga bakal ketahuan.


"Kak jawab " Desak Yura.


"Huft , itu milikku"


"Apa yang kamu pikirkan benar adanya" Jawab Emely santai sambil berjalan menuju sofa di dalam Apartemnenya.


"Beneran?" Tanya Yura tapi posisinya masih seperti tadi tanpa berbalik menatap Emely.


"Iya " Jawab Emely.


"H-hamil" Ucap Yura lagi sambil berbalik menatap Emely.


"EMELY!!!!" Teriaknya .


"Kenapa kamu menyembunyikannya darikku, tunggu bukan itu masalahnya tapi dari kapan kamu hamil, eh bentaar bukan itu yang penting tapi yang paling penting siapa ayahnya ? siapa? Katakana padauk berani-beraninya dia, katakana emely siapa lelaki berengsek yang menghamilimu" Ucap Yura menggebu-gebu.


"Satu-satu sister "Jawab Emely santai.


"Sekarang siapa katakan siapa laki-laki berengsek itu" ucap yura marah.


"Kamu sangat mengenal orang itu" Emely.


"Siapa katakana!!! Aku akan datang kerumahnya dan menghajarnya."


"Gerry"

__ADS_1


"Oke Gerry berengsek ayo kita datangi rumahnya dimana rumahnya"


"Gerry Bell" Tambah Emely.


"Huh ternyata marganya Bell , oke ayo kita hajar dia" Ucap Yura sudah ancang-ancang berdiri dan posisinya akan memukul orang.


"Tunggu" Ucap Yura bingung . "Siapa tadi? Sepertinya pandengarannku bermasalah" Ucap Yura bingung.


"Telingamu masih berfungsi dengan baik Yura. Dia Gerry Bell "


"Beneran Gerry Bell yang kita kenal?" Yura menoleh dan diangguki Emely.


"Bos gila itu?" Emely mengangguk.


"Kakaknya Gabby?" Emely mengangguk lagi.


"Gerry Bell"


"iya yura"


Yura terduduk mendengara fakta itu dia masih mencerna informasi yang baru saja dia dapat. Yura tidak menyangka Gerry beneran melakukan itu , apakah mereka benar-benar melakukannya dan tunggu apakah Emely juga menginginkannya?


"Aku dipaksa melakukannya ,aku sudah memberontak tapi dia tetap memaksa" Ucap Emely sedih dan marah.


"Emely" Yura langsung memeluk tubuh Emely dan menenangkannya. Emely sesenggukan sambil perutnya dielus oleh Yura karena Emely yang meminta.


"Dia dia dia berengsek Yura, aku terus memintanya berhenti tapi dia tidak pedulikan, bahkan dia mengataiku ****** , aku membencinya Yura sangat membencinya" ucap Emely sesenggukan dan menangis sejadi-jadinya.


"Yura dia bajingan Yura , setiap kali mengingat kejadian itu aku ingin membunuhnya dia berengsek, aku menyesal Yura , aku menyesal kenapa aku dulu menyukai laki-laki berengsek seperti dia, aku menyesal kenapa aku menghampirinya saat dia meminta tolong " Emley menangis membuat orang yang mendengarnya merasakan kesedihan yang dirasakan Emely. Yura terus menenangkan Emely dengan mengelus rambut, punggung dan perut berkali-kali. Dia juga menyempatkan mengirim pesan kepada Kinara agar datang ke apartemennya.


"Emely dia memang berengsek. Seharusnya kau membunuhnya waktu itu" ucap Yura untuk menenangkan Emely.


"Aku membencinya Yura " Emely meremas pakaian yang dikenakan Yura sampai pakaian Yura kusut bahkan nyaris robek karena terlalu kuat Emely meremasnya untuk meluapkan emosinya.


Yura terus menenangkan Emely yang menangis tanpa henti sampai akhirnya telfonnya berbunyi dan langsung mengangkatnya dia menyuruh kinara masuk. Suara langkah tergesa-tergesa terdengar dan teriakan kencang dari Emely sambil menangis.


"KINARA" Yanpa basa-basi Kinara langsung memeluknya sambil menenangkannya dan menatap Yura penuh penjelasan, Yura menjelaskan secara rinci .


"Tenanglah Emely dan berhentilah menangis ayo kita bunuh dia sekarang , berani-beraninya bajingan itu menyentuhmu " Kinara marah.


"Aku tidak mau tinggal bersamanya Ra" ucap Emely.


"Baiklah kita tidak akan meminta pertanggung jawabnnya " Yura menghibur.


"Aku tidak mau melihatnya lagi aku-"


"EMELY!!!!" teriak Kinara dan Yura. Emely pingsan.


********************************************

__ADS_1


jangan lupa like and comment


Mohon bantuannya teman- teman


__ADS_2