
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan
Semangat
...Happy Reading...
...*...
...*...
...*...
Keesokan paginya Yura baru terjaga dari tidurnya. Hari ini ada kelas pagi dan dia sangat malas karena sudah punya firasat buruk.
'Sepertinya hari ini bakal ada kejadian 'batin Yura. Setelah terdiam beberapa menit dia turun dari kasur dan bersiap-siap untuk kuliah.
Diperlukan waktu seperempat jam untuk bersiap-siap. Outfit yang digunakan Yura cukup simpel dia memakai rok long skirt dan dipadukan dengan sweater dan snekers putih . Yura adalah orang dengan gaya berpakaian femini jadi jangan heran look yang sering dipakai tertutup. Dia juga tipe orang yang unik dalam berpakaian, tidak ribet dan jika lagi suka satu style dia akan menggunakan style itu terus tapi berbeda warna namun sama jenis. Rambutnya dia tata dengan gaya half updo atau tidak diikat semua.
...Kira-kira seperti ini...
Dimeja makan ada kakaknya yang sedang menyiapkan sarapan.
"Morning cantik" Sapa Emely.
"Morning. Sarapan hari ini?" Tanya Yura dia duduk dimeja makan meminum susu yang sudah dibuatkan oleh kakaknya.
"Sandwich. Nanti siang makan nasi " Emely mengingatkan.
"Tentu. Aku ikut " Ucap Yura.
"Kenapa dengan motormu?" Tanya Emely.
"Lagi malas, nanti pulang aku main kerumah Gabby sekalian nugas kampus" Ucap Yura meletakkan kalimat meminta izin.
"Nanti malam ayah sama bunda akan datang, jangan terlambat" Ucap Emely.
"Aku usahakan" Ucap Yura.
Setelah sarapan mereka berangkat, Emely mengantarkan Yura terlebih dahulu lalu dia baru berangkat ke kantor.
*
*
*
Kelas masih sepi karena masih pagi. Seperti biasa Yura akan memainkan ponselnya menunggu teman yang lain. Dia membuka WhatsApp Bara mengirim pesan digrup.
...Abcsjdgabka...
Baraapi: malam ini main yuk ada event di kafe osteria
Edwardan: event apa?
Baraapi: @me@Stellajeruk@ontigabby ultah debut bias mereka.
Stellajeruk: eh seriusan ko ga ada yang ngabarin ya?
Baraapi: serius tadi aku lewat sana
Ontigabby: kalo aku sih gas lah
Edwardan: tugasnya @ontigabby oy
Ontigabby: kan nanti siang
Edwardan: @me gimana mba?
^^^Me : malam ini bunda^^^
^^^sama ayah datang^^^
Baraapi: berarti ga datang ya?
Edwardan: ya ga lah goblok
Baraapi: eits santai bung kan cuma nanya
Stellajeruk: @me setidaknya your parents ga ngelupain kalo masih punya anak
Ontigabby: yah setidaknya sih. Perjalanan bisnis?
^^^Me: hooh ☹️^^^
Edwardan: kali ini berapa bulan
^^^Me: gtw^^^
__ADS_1
^^^Me: woy kalian kenapa pada^^^
^^^belum berangkat^^^
Baraapi: siapa? Aku? Jam 10 baru ada kelas, kalian ada kelas pagi?
Stellajeruk: iya
Ontigabby:2 in
Edwardan: 3 in
^^^Me: @ontigabby @edwardan^^^
^^^buruan aku udah sampe daritadi.^^^
Ontigabby:otw breakfast
Edwardan: otw mandi
^^^Me: kalo sampe terlambat ga^^^
^^^akan bagi tugas aku.^^^
Ontigabby: eh jangan gitu dong nih otw.
Edwardan: aku juga dah diparkiran.
Baraapi: jangan dicontoh adik-adik mereka berbohong.
Lalu Yura mematikan ponselnya dia mendongak hampir saja berteriak . Tiba-tiba ada seseorang didepannya.
"Pagi" Sapanya suaranya sangat manly.
Yura melihat sekitar, dia mengira orang yang didepannya sedang menyapa seseorang yang berada dikelasnya tapi ternyata dia di kelas sendirian yang artinya cowok itu menyapa dirinya. Yura memandang wajah tampan itu dia tersenyum kikuk sambil menunjuk dirinya. Cowok itu mengangguk dan tersenyum membenarkan maksud gadis didepannya.
"Pagi " Jawab Yura kikuk dan melambaikan tangan canggung.
"Sarapan? " Tanya cowok itu. Karena terlalu lama memandang wajah tampan itu membuat dia terpesona, padahal biasanya nggak seperti ini.
"U-u-udah" Jawabannya gugup karena mereka hanya berdua.
"Hahah... Kamu gugup cantik? Aku tidak akan memakanmu kok" Ucapnya lembut. Yura sudah biasa dibilang cantik walaupun jadi dia biasa saja karena menurutnya kecantikan bukan sesuatu yang harus dibanggakan.
"Senior? Ada apa? " Tanya Yura.
"Ah kak Darren ada perlu apa? " Tanya Yura ulang membenarkan. Dia sendiri heran kenapa dengan seniornya ini padahal dia sangat tidak suka didekati orang lain.
"Ada event di kafe osteria" Ucap Darren.
' Sepertinya kak berniat mengajak ku kesana' batin Yura percaya diri.
"Kenapa?" Bertanya saja daripada malu karena terlalu pd.
"Mau ikut aku akan kesana" Ajaknya.
"Sayang sekali,ada tawaran langka dari seorang senior paling populer yang mungkin hanya akan aku dapatkan sekali. Malam ini bunda sama ayahku akan berkunjung ke apartemen, mereka jarang mengunjungi ku. Apakah tidak apa-apa jika aku menolaknya? " Jelas Yura.
" Kamu akan selalu mendapat tawaran dariku" Ucap Darren yang membuat Yura tidak paham.
"Kamu tidak perlu memahaminya sweetie" Ucap Darren lembut.
"Sweetie? " Tanya Yura maksud pertanyaan dia memberi tahu kalo dia Yura bukan sweetie. Darren yang mengerti tatapan Yura hanya tersenyum.
"Maaf" Ucap Yura.
'Aish rasanya sangat canggung aku ingin menghilang rasanya ayolah seseorang datang lah please' batin Yura menangis.
"Pagi Yura ku" Sapa Gabby dia tidak menyadari keberadaan Darren.
"Dia Yura ku" Tatap Darren tajam.
"Oh ada SENIOR ternyata" Ucap Gabby meledek dengan menekan kata senior.
"Kak Gibran ada didepan kelas" Ucap Gabby tapi maksudnya adalah silakan keluar dari kelas ini.
Darren hanya menghela nafas dan memberikan senyuman pada Yura.
"Aku suka style mu hari ini" Ucap Darren.
"Oh thanks" Ucap Yura tersenyum.
"Style seperti ini akan jadi berapa minggu" Ucap Darren membingungkan.
"Hah? " Tanya Yura bingung.
"Lupakan, dah see you next time" Ucap Darren tersenyum dan pergi.
Sementara yang disenyumin masih bingung dengan situasi ini jadi tidak membalas senyumannya.
__ADS_1
"Kau diapain sama senior itu?" Ucap Gabby menekan kata senior karena tahu Darren masih berdiri didepan kelas mereka itu merupakan sebuah kebiasaan.
"Hanya mengajak datang ke event kafe osteria" Jawab Yura.
"Apakah dia sakit? " Tanya Yura.
"Entahlah. Mungkin sebelum datang kesini kepalanya terbentur" Ucap Gabby menatap jejak Darren yang sudah menghilang keluar.
"Iya mungkin sih" Ucap Yura memandang kearah yang sama.
"Yah pasti" Gabby masih menatap.
"Eh tidak boleh begitu" Ucap Yura setelah kesadarannya kembali.
"Hehehe.....Btw kapan mau ganti outfit" Ucap Gabby mengalihkan topik.
"His kau ini. Aku nyaman tau style kaya gini" Ucap Yura tak terima.
"Yah yah yah terserah tuan putri " Ucap Gabby malas.
"Edward? " Tanya Yura.
"Otw katanya" Jawab Gabby.
*
*
*
Pukul 16.30 Yura sampai di apartemen dengan diantar oleh Darren. Darren? Iya Darren dia menawarkan diri dengan alasan karena yang sudah berangkat ke kafe Osteria.
Flashback on
Darren langsung berangkat menuju kediaman keluarga Bell setelah Gibran mengirim pesan pada Darren bahwa kesayangannya ada dirumahnya dan tidak membawa kendaraan.
Saat sampai dia langsung dan memberikan alasan kepada orang tua Gabby bahwa dia hanya mau main seperti biasa, padahal kenyataannya dia akan mengawasi kesayangannya dan akan mengantar pulang.
Entah alasan apa yang digunakan oleh Darren sehingga semua teman-temannya Yura langsung pergi ke kafe Osteria setelah Edward, Gabby dan dirinya menyelesaikan tugas kampus.
Flashback off
"Terimakasih tumpangannya . Maaf jadi merepotkan senior" Ucap Yura setelah menundukkan badannya sebagai tanda sopan santun dan salam perpisahan.
"Senior? " Lagi lagi Yura-nya menyebut dirinya senior.
"Ada apa? Apa ada masalah? " Tanya Yura sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Senior? " Tanya Darren lagi.
"Sepertinya kita tidak sedekat itu jika harus memanggil kak Darren" Ucap Yura canggung.
"Kamu bisa panggil aku sesukamu" Ucap Darren tak suka setelah mendengar ucapan Yura.
Yura bingung menanggapi seperti apa, dia hanya menunduk untuk menghilangkan rasa canggung. Mereka cukup lama terdiam lalu terdengar helaan nafas kasar dari Darren.
"Masuklah" Ucap Darren dingin.
"Ba-baiklah " Ucap Yura langsung pergi. Tapi baru beberapa langkah dia berbalik. Darren masih memperhatikan Yura.
"Aku masuk, senior hati-hati dijalan, hafe fun untuk nanti" Ucap Yura lalu mendudukkan badannya 90 derajat dan pergi tanpa menunggu jawaban dari Darren.
Darren dari tadi hanya memperhatikan setiap gerak gerik Yura , saat gadis itu sudah menghilang masuk kedalam loby apartemen dia menghela nafas berat. Deringan ponsel mengalihkan perhatiannya. Di ponselnya tertera Justin asisten.
" Selamat sore tuan muda" Sapa Justin.
"Ada apa? " Darren to the point
"Tuan muda dimana? Sekarang saatnya kelas bahasa prancis. Apa perlu saya jemput tuan? " Justin memberi tahu.
"Huft" Darren menghela nafas pertanda dia lelah.
"Tuan muda? " Justin memanggil Darren memastikan teleponnya masih terhubung.
"Hm" Hanya gumaman samar yang terdengar.
"Tuan muda ingin dimana? " Tanya Justin lagi.
"VIP Coffe shop"
"Baik nanti saya akan sherlock"
Lalu dia mematikan telfon sepihak, dan menjalankan mobilnya menuju coffee shop terdekat. Padahal Justin sedang mencarikan coffee shop yang nyaman agar tuan mudanya dapat belajar dengan nyaman.
Saba ya Justin tuan mudamua memang begitu, terima saja nasibmu.
*******************************************
Jangan lupa like and comment
__ADS_1