
Author:
__ADS_1
Karna aku gak sabar ngasih tau kalian siapa pangeran asamai yang identitasnya dirahasiakan jadi enjoy...
__ADS_1
Yah hari seperti biasa dan kami masih bersiaga karna takut di tangkap oleh 4 iblis penghianat itu jadi kami tidak di perbolehkan untuk keluar satu langkah pun jadi aku mulai merengek ke ketua untuk memberi tahu nama pangeran asamai karna setiap aku bertanya pada pangeran langsung dia selalu diam jadi aku terpaksa harus bertanya pada ketua langsung karna juga aku males melihat pangeran asamai yang selalu mengabaikan ku layaknya hantu saat di tanya namanya rasanya pengen nampol tapi karna takut aku menghantam dinding saat pangeran pergi dari ruangan yang ku tempati tapi anehnya aku tidak merasa sakit saat menghantam dinding tapi tangan ku mengeluarkan banyak darah. Ya karna tidak ada orang di ruangan yang ku tempati jadi aku terpaksa mengobati diri sendiri biar agak susah, setelah selesai mengobati aku keluar dan langsung melihat darah di tangan ku karna perbanya tipis jadi darahnya nembus deh yang paling khawatir itu ketua entah kenapa dia tiba tiba panik dan langsung mendekatiku layaknya bayangan aku terejut dan terjatuh. Kemudian aku dibawa ke kursi dekat sana agar tak kenapa napa semua mencoba mencari perban ya tentu saja tidak ketemu karna perbannya habis, tapi aku tak memberi tahu mereka karna lucu melihat mereka panik seperti cacing "haha" aku tertawa kecil sambil menutupi mulutku yang tersenyum menahan tawa yah setidaknya mereka menemukan perbanya meski membutuhkan waktu berjam-jam tapi akhirnya aku diperban dengan baik oleh kak Monika tapi sayang sekali darah ku masih saja menembus perbanya. Tapi aku tak khawatir tapi Avandi, Rey, Jason, Wiliam, kak Monika, kak Yuri, dan kak Natsuki masih saja khawatir dan itu membuat ku merasa bersalah dan kemudian kakak semua mencari perban lagi, ya itu cukup membosankan tapi aku harus duduk tenang di sini jadi aku hanya melihat mereka mutar-mutar di rumah jadi aku mencoba menghibur diri dengan mencoba melihat lihat sesuatu yang menarik bagi ku tapi ternyata tidak ada yang menarik jadi aku jalan jalan di sekitar taman dan seketika aku melihat seseorang yang ada di ruang belajar Wiliam aku tidak melihatnya dengan jelas tapi aku sempat melihat wajahnya samar - samar jadi tidak terlalu jelas tapi aku melihat dia berambut ungu aku curiga itu kak Yuri tapi mata sebelah kananya berwarna merah jadi aku masuk ke rumah dan menyelidiki siapa di tapi pertama aku izin dulu tentunya ke Wiliam dan dia menyejuinya dan mengizinkan ku masuk ke ruang belajarnya dan melihat ada sidik jari seseorang jadi aku beri tahu kepada Wiliam akhirnya kami semua memeriksa apa yang hilang biarpun darahku menyebar ke seluruh ruangan tapi semua fokus mencari apa yang hilang, bukan cuma barang yang hilang tapi juga kak Yuri kita menyadari kalau kak Yuri juga hilang itu setelah beberapa jam berada di ruang belajar Wiliam dan akhirnya kami di bagi menjadi dua tim. Tim pertama akan mencari di ruang balajar Wiliam untuk mencari apa yang hilang dan, tim dua mencari di seluruh rumah untuk mencari Kak Yuri. Dan rasa curiga ku mulai bertambah pada kak yuri tapi semoga bukan
__ADS_1