
outhor:
hei! back to my ocehan! haha maaf jadi di episode sebelumnya aku lupa buat bilang kalo si Avandi itu seneng dan tiba tiba meluk si sayori jadi mood hati ku lagi baik nih jadi kita biarkan si sayori ini bersenang senang di episode ini ya karna aku juga kasihan ya ngeliat dia tersiksa
Natsuki: alah boong!
outhor: gw bunuh lu ya!
Natsuki: eh iya maap thor hehe
__ADS_1
outhor:
ok bagi kalian yang baru dateng ke sini atau ke novel ini kalian mungkin bisa pencet tombol suka atau terserah aku gak peduli. ngomong ngomong di episode sebelum sebelumnya sampai sekarang itu aku kayak males banget jadi aku bikin kata se-minimal mungkin kayak 500 kata itu gak sedikit lho ya karna aku juga bikinya malem terus sih jadi ya maap. anyway gays if you enjoy this novel i don't... know... well i just want to say if... the ENJOY!!
Mungkin dia memeluk ku tapi aku tak terkejud aku terus merasa sakit kepala di malam hari mungkin itu sebabnya aku sering tiba tiba bangun di malam hari aku juga tidak ingat setelah dia selesai memeluk ku dia keluar dari situ dan mungkin aku tak sengaja melihat wajahnya memerah pada saat yang bersamaan. Aku tiba tiba melihat cahaya yang bersinar terang di dekat jendela, aku turun dari kasur ku dan mencoba mengejar itu cahaya. Cahaya itu berkeliling di kamar ku kesana kemari aku beruntung sejak awal aku sudah mengunci kamar jadi tak akan ada yang masuk saat aku membuat keributan di kamar. Aku masih berusaha menangkap cahaya kecil itu tapi ketika dia berhenti dan aku sudah dekat dengan cahaya itu, cahaya itu malah memudar dan entah hilang kemana aku mulai mengeluarkan air mata tapi tetap tanpa ekspresi aku bingung dan mencoba menghapusnya karna setiap kalia aku mencoba menghapusnya pasti selalu muncul lagi dan lagi aku mencoba menghapusnya sebelum kakak kakak dan empat ninja datang tapi mereka datang dan langsung mendobrak pintu dengan keras sampai aku tak sempat menghapus air mata ku kakak kakak dan empat ninja khawatir aku tetap tidak bisa membuka mulutku aku tak tau kenapa tapi sangat aneh aku mencoba berontak dan kabur sampai aku di luar aku tetap mengeluarkan air mata kakak kakak dan empat ninja mengejar ku di belakang aku mencoba lari sekuat tenaga tapi malah jatuh ke jurang aku mencoba pegangan dan aku tetap tidak berekspresi seperti biasa si penghibur atau lebih tepatnya Avandi memegang tangan ku di saat aku hampir tergelincir "bertahanlah" katanya sambil mengeluarkan air mata sedikit demi sedikit aku terkejut. Air mata Avandi menetes ke pada ku tapi aku malah menyusahkan "maaf" kata pertama yang ku ucapkan kakak kakak terkejut termasuk empat ninja aku tertawa kecil dan mereka masih mencoba menarik ku kembali ke atas tapi aku mencoba menepis dan mencoba jatuh beberapa menit kemudian aku masih berusaha jatuh tapi mereka memegang ku dengan erat sampai pada akhirnya aku terjatuh dan kakak kakak termasuk empat ninja panik
outhor:
Semua karakter yang ada:
__ADS_1
APA!? KAU GILA? KASIHAN TAU SAYORI
outhor: IDC!
Sound epek: plak duk plak dar :V
outhor: enggak gan becanda
outhor pov: aduh sakit banget asli babak belur wajah cantik dan tamvan ku
__ADS_1
semua orang: ****