4 Kucing Bersaudara

4 Kucing Bersaudara
Kabar Baik


__ADS_3

"TUNGGU!!" kata William dengan keras, sambil menggenggam tanganku dengan erat. Aku mencoba menahan rasa sakit di pergelangan tanganku "j...jangan pergi" aku melihat ke arah presedir seperti dia melemparkan sesuatu ke tanah. William mulai menangis, aku dengan wajah datarku bilang "LEPASKAN" kataku dengan santai. Dia tak melepas tangan ku dan terus menangis "aku bukan orang yang akan mendengar keluhanmu lagi... jadi... lepaskan" dia menarik tangan ku dan memeluk ku aku terkejut dan terdiam untuk sementara "lepaska-" "kau sudah banyak berubah" katanya sebelum aku selesai bicara tapi otak dan tubuh tetap tidak bisa merespon layaknya aplikasi yang sangat lamban untuk merespon. Aku mencoba mengerti apa yang dia katakan tapi otak ku seperti tidak mau mendengarkan "LEPASKAN!!" teriak ku sambil memdorongnya aku berlari dan memanggil taksi dan pergi dari sana. Sesampainya aku di apartemen aku melepas kemeja ku dan mengganti baju ku aku mengambil handphone ku dan mulai melihat lihat apa yang baru. Tertawa sepanjang malam dan akhirnya tertidur. Keesokan harinya aku bangun jam 5 pagi seperti biasanya setelah bersiap siap dan hampir ingin ke kantor tiba tiba ada yang mengetuk pintu apartemen, aku membuka pintu dan disana berdiri seorang pria memakai masker sambil memegang sebuah kotak dia memberikan kotak itu pada ku dan pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku membuka kotak itu dan di dalamnya terdapat sebuah botol kaca yang berisi cahaya yang aku tak ketahui dan sebuah surat yang sangat membosankan aku membuka suratnya dan membacanya di surat itu tertulis

__ADS_1


「Maaf Aku Tak Bisa Marah Pada Mu Selamanya Maka Dari Itu Maafkan Aku Dan Aku Tau Kau Juga Tak Bisa Selamanya Marah Pada Ku Sikap Mu Kan Seperti Anak SD? so maukah kau menjadi pasangan ku ke pesta nanti malam?」

__ADS_1


Aku membuka handphone ku dan mengirim pesan yang bertuliskan "TIDAK" lalu dia membalas dengan "di dalam kotak ada sebuah gaun. Pakailah itu untuk nanti malam nanti ku jemput jam 6" pesannya membuat ku jengkel dan tiba tiba dia mengirim lagi pesan "I'M WAITING FOR YOU DEAR~" O_O aku terkejut dan dia mengetik lagi sebuah pesan yang bertuliskan "I WILL PUNISH YOU IF YOU DON'T COME!" yah aku seperti kelinci yang siap untuk di makan oleh seekor singa yang sangat menyeramkan akhirnya aku terpaksa menurutinya "Baiklah" kataku di pesan lalu aku mencoba dress yang di berikan presedir Gu aku seperti bunga violet saat memakak baju itu agak sesak dan gatal biarpun begitu aku terus meyakinkan diri untuk memakainya setelah presedir sampai aku naik ke mobilnya dan kita berangkat. Sesampainya di sana aku terkejut dengan kemewahannya aku dan presedir seperti sepasang suami dan istri yang bergandengan tangan kami berdansa dan menari. Satu hal yang tak ku sadari yaitu di sana juga ada William dia menghampiri ku saat presedir sedang ke toilet "Sayori?!" panggilnya "umm..." aku seperti membuang muka di hadapanya seperti tidak ingin bicara denganya "ayolah Sayori aku memiliki kabar baik" katanya sambil memegang tangan ku "aku mendengarkan" kata ku dengan wajah yang datar "AKU... BERHASIL MEMBALAS DENDAM PADA ORANG ORANG YANG TELAH MEMBUNUH KETIGA KAKAK MU!"

__ADS_1


__ADS_2