4 Kucing Bersaudara

4 Kucing Bersaudara
Tanpa Ekspresi By: Sayori


__ADS_3

outhro:

__ADS_1


lagi lagi aku baru sadar kalo Sayori itu di tulis Sayori bukan Syaori maap lagi ya semua soalnya aku manusia ada kekurangan dan ada kelebihan nah di episode sebelumnya sayori sudah di selamatkan oleh kakak kakaknya tapi Sayori malah tidak berekspresi dan memilih untuk diam dan ini aku nulis nih novel jam 11 malam coba. "kenapa?" kata ini masih bisa di gunakan untuk bertanya "kenapa aku lebih fokus ke novel ini dari pada novel in my mind?" aku juga gak tau yang pasti lebih enak aja gitu buat ngetik banyak kayak gini lagi pula aku mau ajukan kontrak biar you know guys biar ada levelnya lah soalnya aku kayak gak pernah liat novel ku itu ada levelnya jadi aku berniat buat mengajukan kontrak dan fokus ke satu novel ini aku juga bingung kenapa ajuan kontrak ini penting tapi juga karna lagi ikut kontes ya jadi semoga kalian menikmati enjoy!

__ADS_1


Yah beberapa bulan berlalu aku tetap diam layaknya robot yang tak bisa bicara aku seperti memiliki sebuah kelainan baru tapi sepertinya kakak kakak tidak mengetahui keberadaan Xi xian aku bingung kenapa Xi xian bersikap begitu dingin tapi aku tidak begitu penasaran karna aku memiliki kakak kakak yang menyayangi ku apa adanya dan meski tanpa suara kakak kakak juga sering berbuat lucu dan mencoba membuat ku tertawa tapi aku mendengar candaan mereka seperti gorengan "GARING" biar begitu aku masih mencoba tersenyum dan mencoba membuat mereka tersenyum balik tapi itu sangat sulit dan biar aku kembali tanpa suara tapi mereka tetap lega kalau aku baik baik saja tapi mereka juga bingung kenapa aku selalu diam saat berkumpul bersama dan ketika malam selalu terbangun tiba tiba aku juga tidak tahu kenapa tapi rasanya sangat menyiksa seperti ada banyak jarum yang menusuk tubuh ku tapi juga ada yang mengikat tangan dan kaki ku dengan rantai agar aku tidak bisa mencabut jarum jarum itu itu terasa seperti di sambar petir tapi tak berdarah seperti memegang mawar berduri tapi tak terlihat pagi harinya Avandi masuk ke kamar ku dengan semangkuk sup di tanganya "ayo sarapan dulu" katanya sambil mendekatiku aku berusaha menghindar tapi... "kau membuat ku tidak punya pilihan lain" katanya sambil marah meminum sup itu dan mengangkat kepalaku dan menciumku aku terkejut tapi dia terus menahan kepala ku "mau makan seperti ini terus atau mau makan sendiri?" katanya sambil mengaduk sup itu aku merebut mangkuk sup itu dan memakanya perlahan dia mengelus kepala ku dan bilang "gadis pintar" dan sepertinya pipi ku agak memerah lalu setelah selesai dia pergi dan membawa mangkuk sup itu dan kembali dengan minuman hangat di tanganya "hah kau sepertinya agak keras kepala dan tidak mau membuka mulut mu tapi hati mu masih terbuka kan?" katanya dengan pipi yang sepertinya agak memerah aku tidak mengerti dan mencoba meresap apa yang teman ku katakan tapi sangat sulit untuk memahami isi pikiran orang lain ya sepertinya dia agak terkejut dan "ini bukan seperti yang kau pikirkan aku hanya well hehe~~" katanya panik dan mencoba menjelas kan aku sedikit tersenyum dan dia mulai senang melihat ku tersenyum tulus yang tidak seperti biasanya

__ADS_1


outhro:

__ADS_1


Ya untuk tambahanya aja sih ini tapi terimakasih untuk kalian semua yang sudah baca semoga kalian terus enjoy dengan karya abal abal ku ini ya soalnya lagi bosen di rumah terus dan ujung unjungnya malah jadi begini kegabutan ria ku ya soh bye

__ADS_1


__ADS_2