4 Sekawan Mengejar Cinta

4 Sekawan Mengejar Cinta
bab 11


__ADS_3

Setelah menerima pertanyaan dari Rey, mereka berpikir apakah Rey dan Zae satu sekolah.


"Jangan bilang kalau kamu (Rey) satu sekolah dengan dia (Zae)," ucap Kevin.


Mendengar ucapan Kevin, Zae dan yang lainnya pun terkejut.


"Kamu sekolah satu tempat dengan Zae?" tanya Dirga.


Rey mengangguk sebagai jawaban pertanyaan tersebut.


Zae dan yang lainnya pun terkejut mendengar jawaban dari Rey.


"Kamu juga sekolah di Panca Darma?" tanya Zae.


"Iya, kamu juga kan?" balas Rey.


"Iya, aku juga sekolah di sana. Akan tetapi, aku tak pernah bertemu dengan kamu," ucap Zae.


"Aku sering bertemu dengan kamu. Meskipun kamu keras kepala, kamu selalu baik dan suka membela orang," ucap Rey.


"KELAS!" serentak mereka.


Zae dan Rey pun terkejut dengan ucapan mereka.


"Woy, pelan-pelan dong. Kupingku bisa tuli gara-gara kalian," ucap Zae.


Mereka tertawa terbahak-bahak.


Setelah tertawa sejenak, Tante Lilik kembali dengan membawa minuman dan camilan di meja.


"Sepertinya kalian sangat senang, sampai tertawa seperti itu," ucap Tante Lilik saat menaruh meja tersebut.


"Maaf, Tante, jika kami berisik," kata Dirga.


Tante Lilik pun tersenyum dan duduk di samping kursi Zae.


"Tidak apa-apa, Dirga. Tante senang Zae memiliki banyak teman, meski semua laki-laki. Tante senang Zae sudah memiliki teman yang baik-baik," ucap Tante Lilik.


Mereka pun mengangguk sambil tersenyum.


"Oh iya, Dirga dan yang lainnya, kalian kelas berapa?" tanya Tante Lilik.


"Kelas 2 SMA, Tante," jawab Dirga.


"Iya, kita berempat juga kelas 2 SMA," ucap Farhan.


Tante Lilik pun mengangguk sambil tersenyum.


"Di mana sekolahmu?" tanya Tante Lilik sekali lagi.

__ADS_1


"Dirga sekolah di SMA Bulan Bakti, Tante," jawab Dirga.


"Kalian satu sekolah semua?" tanya Tante Lilik sekali lagi.


"Tidak, yang ini (mengacu pada Rey) sekolahnya berbeda," ucap Kevin.


"Ohh... di mana sekolahnya?" tanya kembali Tante Lilik.


"Di Panca Darma, Tante," jawab Rey.


"Panca Darma?" ucap Tante Lilik.


Rey mengangguk sambil tersenyum.


"Jadi sekolahnya sama dengan Zae dong? Zae kan sekolah di sana," ucap Tante Lilik.


"Iya, Tante. Tadi anak Tante sudah bercerita," ucap Rey.


Tante Lilik pun mengangguk sambil tersenyum.


Mereka pun ngobrol dan bercanda bersama. Tak lama kemudian, Tante Lilik berdiri.


"Kalian dapat melanjutkan ngobrolnya, Tante ingin masuk ke kamarnya dulu," pamit Tante Lilik.


"Tidak usah, Tante. Kami pulang saja karena sudah larut malam. Takut Mama mencari," ucap Dirga.


Mereka berempat pun mencium punggung tangan Tante Lilik dan pamit.


"Ya, Tante, kami pulang dulu. Assalamu'alaikum," ucap Kevin.


"Wa'alaikum salam," ucap Tante Lilik dan Zae.


Mereka pun berjalan menuju pintu dan mengantarkan Tante Lilik sampai depan pintu.


"Hati-hati, Dir," ucap Zae.


"Ya," jawab acuh Dirga.


"Dih, jutek amat kamu dengan sepupu sendiri," ucap Zae.


Tak ada respon dari Dirga.


Mereka pun mengambil motornya dan berangkat meninggalkan rumah Zae.


Setelah kepergian Dirga dan teman-temannya, Tante Lilik dan Zae pun masuk ke ruang tamu. Saat sedang menuju kamarnya, Zae dipanggil oleh mamanya.


"Zae, kamu datang ke sini dulu. Mama ingin berbicara denganmu," ucap Tante Lilik.


Zae pun menoleh dan menuruti permintaan mamanya.

__ADS_1


Zae pun duduk di kursi di ruang tamu.


"Mau bicara apa, Ma? Kenapa serius sekali?" tanya Zae.


"Hmm, Papa dan Mama akan berkunjung ke luar negeri. Kamu akan tinggal bersama orang tua Dirga, ya. Mama sudah bilang tadi setelah Mama menelepon kamu," jawab Tante Lilik.


"Mau ke luar negeri, Ma? Mau melakukan apa?" tanya Zae.


"Papa kamu memiliki pekerjaan di sana, sayang. Makanya Mama akan menemani Papa ke sana. Kamu akan tinggal di rumah Dirga, ya," ucap Tante Lilik.


"Berapa lama Mama di sana? Mama juga ke luar negeri?" tanya Zae.


"Ke Jepang, sayang. Karena Papa bekerja sama dengan orang Jepang makanya Mama menemani. Kamu akan tinggal sementara waktu di rumah Dirga," ucap Tante Lilik.


"Berapa lama Mama di sana?" tanya Zae.


"Bukan lama, sayang. Paling lama 2 tahun," candanya.


"Hah! 2 tahun, Ma? Kamu serius?" terkejut Zae.


"Hahaha, tidak, sayang. Mama tidak tahu, nanti Mama tanya ke Papa. Bagaimana?" ucap Tante Lilik.


"Ya, baiklah. Zae mau ke kamarnya sekarang karena sudah ngantuk," ucap Zae.


Tante Lilik pun tersenyum dan mengangguk.


Zae pun berangkat meninggalkan Tante Lilik. Setelah kepergian Zae, Tante Lilik pun masuk ke kamarnya.


Keesokan harinya, Dirga membawa motor sendiri karena akan bertemu dengan Bara, yang juga membawa motor sendiri, untuk berangkat bersama ke sekolah.


Sementara itu, di kamar Dirga, ia telah selesai bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.


"Hmm, semoga hari ini lebih menyenangkan daripada kemarin," ucap Dirga sambil menghembuskan nafasnya.


Tak lama kemudian, ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Tok tok tok...


"Oke tante, saya akan menjaga Zae dengan baik. Selamat jalan tante Lilik dan om Zidan, semoga selamat sampai tujuan," ucap Dirga sopan.


Setelah itu, Dirga pun kembali ke rumahnya untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah. Dia memakai motornya sendiri dan sempat berhenti di sebuah warung untuk membeli makanan untuk dimakan saat istirahat nanti di sekolah.


Sampai di sekolah, Dirga bertemu dengan teman-temannya dan belajar seperti biasa. Setelah pulang sekolah, Dirga pun kembali ke rumah dan mengerjakan tugas-tugas sekolahnya.


Keesokan harinya, Dirga kembali ke sekolah dan menjalani harinya seperti biasa. Namun, di akhir hari, Dirga mendapat kabar bahwa keluarga Zae sudah sampai di luar negeri dengan selamat.


Dirga bahagia mendengar kabar tersebut dan merasa bangga karena telah dipercayai untuk menjaga Zae selama orang tuanya pergi. Dia melakukan tugasnya dengan baik dan memperlakukan Zae seperti adik kandungnya sendiri.


Dengan hati yang bahagia, Dirga kembali ke rumah untuk bersantai dan menyiapkan diri untuk menghadapi hari esok dengan semangat yang baru.

__ADS_1


__ADS_2