
SEMENTARA ITU DISEKOLAH ZAE.
Kring...kring...kring...
Bel pulang sudah berbunyi,itu bertanda para murid sudah di perbolehkan pulang termasuk juga kelasnya zae dan rey,rey berniat menyusul di kelas zae tetapi zae sudah meninggalkan kelas lebih dulu daripada rey.
"Mana tuh anak"ucap rey.
"Biarin lah,nanti juga ketemu di depan"lanjutnya.
Rey pun meninggalkan area kelas zae.
Sementara itu zae kini sudah didepan gerbang sekolah,menunggu jemputan dari papa toni,tak lama kemudian ada seseorang menyapa zae.
"Hai"sapa rey.
Zae pun menoleh ke arah sumber suara,itu adalah rey.
"Lo lagi lo lagi"ketus zae.
"Dih,emang kenapa?"tanya rey.
Rey Kini berjalan bersama motor kesayangan nya.
Tidak ada jawaban dari zae,yang ada malah zae mengotak atik hp nya.
"Hallo om,zae udah pulang nii"ucap zae menelpon seseorang.
"Iya hallo,Maaf za,kamu bisa gak langsung ke rumah sakit ***** soalnya om gak bisa jemput kamu kesana"jawab papa toni di sebrang.
"Loh siapa yang sakit om?"tanya zae.
"Dirga sama temennya,kamu langsung kesini ya,naik ojek online"ucap papa toni di sebrang telpon.
"Ba-baik om,zae akan ke rumah sakit sekarang"ucap zae.
Zae pun mematikan telponnya dan segera memesan ojek online itu.
Rey tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka semua,rey berniat akan mengantar zae ke rumah sakit yang zae tuju.
"Za,siapa yang sakit?"tanya rey.
"Bukan urusan lo"ketus zae.
"Dih gitu amat lo, sekarang ayo kesana, biar gua yang ngantar lo"ucap rey.
Zae yang mendengar ide dari rey pun melihat dengan tatapan tajam.
"Beneran?"tanya zae.
Rey pun mengangguk tersenyum,karna senyumannya terlalu manis buat zae,zae seketika salting gara gara rey.
"Aaaa....kak reyy manis sekali senyuman kakak"ucap salah satu siswa yang tak jauh dari keduanya.
"Iyaa manis sekali...iiihhh jadi gemezss"ucap yang di sebelahnya.
"Hm,baru lihat ini gua lihat kak rey senyum, meskipun ke kita kek kulkas 10 pintu"ucap siswa yang dibelakang zae.
Zae mendengar perkataan siswa yang terakhir,zae merasakan sakit tapi tidak tau sakit kenapa,apakah zae cemburu?.
"Ya udah yuk,biar gua antar"ucap rey.
Zae pun menaiki motor rey.
__ADS_1
"Pegangan,biar gak jatuh"ucap rey.
"Dih apaan sih,ogah"ucap zae.
Rey pun memegang kedua tangan zae dan mengarahkan ke perutnya,lebih tepatnya zae merangkul rey.
"Kasih tau alamat rumah sakitnya"ucap rey.
"Di ***** "ucap rey.
rey pun menuju ke alamat yang zae sebutkan barusan dengan kecepatan sedang.
Tak lama kemudian keduanya berhenti tepat di lampu merah.
Zae yang baru mengenal rey serasa ada buih buih cinta jika zae berdekatan dengan rey,zae terasa nyaman jika memeluk rey dari belakang,dengan tidak sengaja zae mengeratkan pegangannya ke rey,rey yang merasakannya pun tersenyum dan melirik kearah spion yang menuju ke arah zae,zae dalam keadaan belum sadar apa yang ia lakukan ke rey,dengan tatapan rey ke zae,rey senyum ke arah spion,zae merasa sangat nyaman sekali dan sesekali ia senyum.
"Ekhem ekhem...kalau pacaran jangan senyum senyum gitu dong mas,yang peka hehe"ucap kendaraan yang disebelahnya.
Seketika zae dab rey terkejut dengan ucapan orang yang berada di sebelah kiri mereka.
"Iya mas,kayaknya pacar mas nyaman banget tuh meluk mas,sampek segitunya hihihi"ucapnya orang yang dibonceng.
"Hehe maaf mas,bu-bukan pacar"ucap zae.
"I-iya mas bukan pacar"ucap rey.
Lampu merah pun berganti warna hijau,itu bertanda para kendaraan diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
Di perjalanan zae melepas pelukannya,rey yang merasakannya pun bertanya-tanya.
"Kenapa dilepas za?hm?"tanya rey.
"Gak-gakpapa"jawab zae.
"Loh kok berhenti?"tanya zae.
Rey pun memegang kedua tangan zae dan kembali seperti semula.
"Jangan dilepas,nanti jatuh"ucap rey sambil tersenyum kearah zae.
Zae yang melihat rey tersenyum seketika salting dibuatnya
"Hahaha lucu ya lo kalau lagi salting"ucap rey.
"Dih apaan sih,orang gak salting"ucap zae mengelak.
"Iya deh si paling gak salting,awas ya nanti senyum senyum lagi hahaha"ucap rey.
SEMENTARA DI RUMAH SAKIT...
Kini keluarga bara dan dirga sudah di dalan ruangannya bersama dengan kevin,farhan,elsa, Tiara,dira,dan syelin.
Keluarga bara menangis,terutama ibu nya,karna melihat anak nya dalam keadaan lemah dan begitu lumayan parah pukulan kakak kelasnya itu.
Dirga yang melihat bara mengingat yang dulunya dirga sendiri yang seperti itu,tapi lebih lebih parah lagi,masih beruntung bara tidak separah yang dirga rasakan dulu.
Mama santi melihat bara pun merasakan yang dulu anaknya dalam keadaan yang sama.
Tak lama kemudian seseorang masuk ke ruangan bara dan dirga.
"Assalamualaikum"ucap papa toni.
Seseorang itu adalah papa Toni dan jordan, keduanya kembali dari setelah mengurus administrasi rumah sakit.seketika mereka semua menoleh kearah sumber suara itu.
__ADS_1
"Waalaikumsalam"jawab bersamaan.
"Gimana ma keadaan bara?"tanya jordan sambil menghambiri bara.
"Masih belum sadar pa hiks hiks"ucap nandini.
"Yang sabar mah,kita berdoa dulu aja,biar diberi keselamatan ke bara"ucap jordan yang berusaha menenangkan istrinya.
"Dirga...kamu kok bisa kayak gini,kenapa bisa hm?"tanya papa toni.
"Yaa maaf pah,dirga cuma bantuin temen dirga doang"jawab dirga.
Kedua orang tua bara pun mendengar pembicaraan mereka bedua.
"Nak...makasih yaa sebelumnya udah nolongin bara,maaf kalau kamu juga ikutan kena"ucap jordan.
"Iya om sama sama,tapi yang nolongin bara bukan cuma saya,tapi kevin juga"ucap dirga.
"Iya om juga banyak terima kasih ke Kevin juga ya nak,kalian udah melindungi anak om"ucap jordan.
"Iya om sama sama,lagian kan bara sama kevin juga udah lama temenan, jadi harus saling melindungi"ucap kevin.
Jordan pun mengangguk tersenyum dan beralih kepada Dirga.
"Kamu namanya siapa nak?"tanya jordan ke dirga.
"Dirga om,temen sekelas nya bara"jawab dirga.
Jordan dan nandini pun mangangguk tersenyum,keduanya sangat bersyukur banget,anaknya berteman dengan baik dan temennya pun juga baik,sampai sampai melindunginya meskipun nyawanya yang terancam.
Tak lama kemudian seseorang datang keruangan keduanya.
"Assalamualaikum"ucap zae dan rey.
Itu adalah zae dan rey, mereka udah sampai ke rumah sakit beberapa menit yang lalu.
"Dirga"ucap zae sambil menghampiri dirga.
"Waalaikumsalam"ucap bersamaan.
"Zae?"ucap dirga.
"Lo kok bisa gini dir,kenapa?"tanya zae.
Sedangkan rey yang barusan datang langsung mencium punggung kedua orang tua dirga dan bara dan setelahnya ia hanya menyimak keadaan.
"Kepo lo"jawab farhan.
Zae yang mendapat jawaban dari farhan pun menoleh dan menatap dengan tatapan tajam.
"Heh monyet laut,gua gak nanyak ama lo ya"ucap zae.
Farhan yang mendengar ucapan zae pun tidak terima,farhan mau membalas tapi kevin dengan segap mulut farhan langsung ditutup oleh tangannya.
"1 hari gak bertengkar gak bisa?hm?ini rumah sakit,gak usah cari cari masalah,ngalah aja han ama cewe"bisik kevin.
Farhan pun mengangguk dan kevin pun melepaskan degapan nya.
"Tangan lo bau tai vin"bisik farhan.
Dengan terkejut kevin mendengar ucapan dari farhan pun menunda untum membalasnya.
Setelah berdebatan selesai tak lama kemudian tangan bara bergerak,nandini yang memegang tangan bara sejak tadi seketika terasa bahwa bara akan segera bangun.
__ADS_1
"Hah?! Bara!"ucap nandini.