4 Sekawan Mengejar Cinta

4 Sekawan Mengejar Cinta
bab 8


__ADS_3

Ketiganya pun terkejut dengan ucapan zae,tapi tidak dengan dirga,dirga tau jika zae orang nya agak keras kepala,apalagi ada orang yang menggagunya.


"Gila lo ya..udah gua ganti minuman lo,malah nyuruh gua beliin minuman lo"ucap kesal farhan.


"Dirga..lo kok diem aja sih,bela in gua kek"ucap zae.


"Ogah"ketus dirga.


"Dih...sepupu laknat lo"ucap kesal zae.


Zae menatap farhan dengan tatapan mengancam.


Glek...


Farhan hanya menelan salivannya karna takut.


"kalau lo gak mau tanggu jawab..."ucap zae sambil mengenggam tangannya.


"Lo mau ke rumah sakit atau kuburan?"ancam zae.


"Ya elah mbak...cu-"ucapan bara terpotong langsung oleh zae.


"Lo diem..kalau lo gak mau ikutan"potong zae.


Glek...


Bara pun menelan salivannya karna takut ancaman zae.


Kevin dan dirga hanya menyimak perdebatan mereka.


"Dir...ini sepupu lo atau jelmaan iblis sih,serem amat"ucap kevin pelan.


"Dia emang gitu kalau ada yang ganggu,apalagi kalau mode kesal,mungkin ini dia lagi kesal terus farhan gak sengaja nyenggol minuman dia"jelas dirga.


"Tapi mbak...gua gak tau minuman mbak beli dimana"ucap farhan.


"Lo tenang aja,berhubung gua baik,gua antar lo ke yang jual minuman gua tadi"ucap zae.


"Baik apanya kalau kek gini"ucap dalam hati bara.


"Ya udah ayo"ucap bara.


Mereka pun pergi dengan tujuan ke toko minunan zae yang tadi ia beli.


Setibanya mereka berlima di depan toko minuman yang zae beli tadi,tapi agak jauhan,mereka pun berempat terkejut dengan antrian yang begitu panjang.


"Noh...gue tadi beli di sono...sekarang lo harus tanggung jawab,gara gara lo minuman gua jadi jatuh,dan lo tau sendiri antriannya panjang kan...itu sebabnya gua antar lo kesini biar lo antri beliin gua minuman yang tadi lo tumpahin,gue tadi antrinya lama tau dan lo nyenggol seenak jidat lo"jelas zae.


"Buset panjang bener antrinya...minuman apa sih,kok sampek panjang gitu antrinya"ucap bara.


"Tau"ucap farhan.


"Ya udah sono...lo ngantri...dan lo beli in minuman yang rasa vanila"ucap zae.


"Tapi...minuman apa mbak?kok tiba tiba rasa vanila?"tanya bingung farhan.


"Udah sono...lo bilang aja ke mbak/masnya 'rasa vanila' gitu aja"ucap zae sambil dorongĀ  dorong farhan.


"Iya iya mbak...tapi gak usah dorong gini...gua juga bisa jalan sendiri"ucap kesal farhan.


Farhan pun mengantri dan terpaksa melakukan yang zae mau,karna gimanapun farhan sendiri yang salah.


Setelah kepergian fargan zae melihat dirga dengan tatapan yang tidak memungkinkan.


Dirga yang merasa dilihat pun melihat balik.


"Apa lo lihat lihat"ketus dirga.


"Lo itu sepupu gua atau gimana sih...saudaranya debat malah diem diem baek"ucap kesal zae.


"Lah apa urusannya ama gua,lagian kan dia temen gua,ya gua biarin lah"jawab dirga.


Kedua temennya dirga hanya menyimak perdebatan mereka berdua,sebenernya musuh atau saudara sih mereka berdua?itulah yang kevin dan bara fikirkan.


"Iya..tapi kan lo saudara gua dirga...yang paling ganteng..."ucap kesal zae.


"Terus kenapa kalau lo saudara gua?kalaupun lo debat ama temen gua ya gua biarin,asal bukan orang yang gua gak kenal"ucap dirga.


"Huh...capek gua debat ama lo...lo gak ada berubahnya sama sekali"ucap kesal zae.


Dirga hanya diam dan menunggu farhan kembali.


Setelah 30 menit kemudian farhan pun kembali dengan membawa minuman vanila yang ia bawah.


"Nih...minuman lo"ucap farhan.


"Nah akhirnya yang ditunggu tunggu udah datang juga"ucap zae sambil menerima minumannya dari farhan.


"Kok lama amat sih han"ucap kevin.


"Lah kan lo tau sendiri noh antrinya panjang kali lebar"jawab farhan.


"Mana ada panjang kali lebar,yang ada panjang kali panjang...kan terus terus an panjang nya gak kelar kelas kecuali udah abis tuh minuman"ucap bara.


"Tapi yang antri keknya bukan minumannya deh...gua tadi lihat orang orang yang di depan gua,beli nya makanannya,tapi gak tau makanan apaan"jelas farhan.


"Itu makanannya ala ala korea,jadi banyak yang beli"ucap zae.

__ADS_1


"Hee..bekicot tiram,gua gak ngomong ama lo ya"ucap farhan.


Kedua mata zae melotot karena terkejut dengan ucapan farhan barusan.


"Apa lo bilang?"ucap zae.


"GUE GAK NGOMONG SAMA LO BEKICOT TIRAM"ucap tekan farhan.


"Enak aja bekicot tiram,lo itu gurita darat"balas zae.


"Apa lo bilang"ucap farhan.


"Hadeh...mulai lagi dah"ucap dirga.


"Udah udah...kalian berdua tuh kenapa sih,lama lama gua jodohin ya kalian berdua"ucap bara.


"Tau tuh..awas benci bisa jadi cinta"ucap kevin.


Keduanya pun saling pandang dan merinding ngeri karena ucapan kevin.


"Gua?cinta apa bekicot tiram ini?"ucap farhan sambil nunjuk ke arah zae.


"Amit amit dah...mending gua ama tiara,masih cantikkan dia daripada nii bekicot tiram"lanjutnya.


Bara dan kevin pun terkejut dengan ucapan farhan tersebut.


"Lo...suka ama tiara?"ucap kevin.


"Hah?apaan?"ucap kaget farhan.


"Gak usah gugup gitu han,santai aja kali"ucap bara.


Farhan hanya terdiam karena dia tidak sadar dengan ucapan yang dikeluarkan tadi.


Disaat zae mau mengucapkan sesuatu telpon zae berdering.


Drrtr...derttt...


Suara hp zae berdering dan itu dari mamanya.


"hallo ma"ucap zae di telpon.


"Hallo sayang...kamu dimana..."tanya mama lilik sebrang telpon.


"Di taman ma...kenapa ma?"tanya balik zae.


"Kamu tau gak...kalau keluarga dirga kesini?"tanya mama lilik.


"Hah...seriusan ma?ini zae ketemu dirga"jawab zae.


"Hah...kamu ketemu dirga?"tanya mama lilik.


"Iya iya mama mau ngomong,mana dia"ucap mama lilik.


"Nih dir...mama mau ngomong ama lo"ucap zae sambil memberi hp nya kepadanya.


Dirga pun menerimanya dengan lembut.


"Hallo tante...assalamualaikum"ucap salam dirga di telpon.


"Iya hallo dirga...waalaikumsalam ya allah kok bisa kamu ketemu ama zae sih"ucap mama lilik.


"Hehe iya tan...tadi gak sengaja ketemunya"jawab dirga.


"Ohw..terus kamu tinggal dimana...tante kangen sama keluarga kamu"ucap mama lilik.


"Di jalan *** tante...perumahan"jawab dirga.


"Ohw pantesan ketemu,lumayan dekat soalnya dari rumah tante"ucap mama lilik.


Ketiga temen dirga dan zae hanya menyimak pembicaraan mereka berdua.


"Kamu kapan kapan mampir dong ke rumah tante,ajak zae jalan jalan gitu,biar gak sendiri an terus"ucap mama lilik.


"Ee..i-iya tante kapan kapan dirga kesana,tapi gak sekarang,kalau sekarang dirga gak begitu tau jalannya hehe"ucap dirga.


"Ohw iya juga ya,kamu kan baru pindah,jadi wajar gak tau jalannya"ucap mama lilik.


"Ya udah kamu hati hati ya...oh iya tante boleh minta tolong gak?"tanya mama lilik.


"Minta tolong apa tan?"tanya balik dirga.


"Tolong anterin zae pulang yaa sekarang kalau bisa,soalnya tante mau ngomong sesuatu sama dia"ucap mama lilik.


"Oh i-iya tan...biar dirga sama temen temen dirga nanti antar zae pulang"ucap dirga.


Zae yang mendengar ucapan dirga matanya melotot ke arah dirga dengan tatapan perang.


"Ya udah tan..ini zae mau ngomong"ucap dirga.


Dirga pun memberikan ponselnya ke zae.


"Maa...kok mama minta dirga nganterin zae pulang sih...kan zae bisa pulang sendiri"ucap zae di telpon.


"Udah turutin aja,kamu sekarang pulang...mama mau ngomong sama kamu"ucap mama lilik.


"Tapi ma-"ucapan zae terpotong karena telponnya mati

__ADS_1


Tut..tut..tut..


Sambungan terputus


"Hallo...maa...hallo.."ucap zae.


"Ih mama ini..main mati in telpon aja"kesal zae.


"Lo denger sendiri kan apa kata tante lilik...ayok gua antar lo pulang"ucap dirga.


"Ogah"jawab zae.


"Nii cewe keras kepala amat ya"ucap farhan.


Zae yang mendengar ucapan farhan pun tidak terima.


"Apa lo bilang!?"ucap zae.


"Udah sono lo pulang...udah di cari ama nyokap"ucap farhan.


"Dih ngatur"ketus zae.


"Udah ayo,keburu malam"ucap dirga.


"Eh...tapi kalian bertiga juga ikut yak,kan gua gak tau jalan nya hehe"lanjutnya.


Ketiganya hanya mengangguk.


"Oh iya...lo kan bareng bara...terus nii bocah ama siapa"ucap farhan.


"Enak aja lo bilang gua bocah"ucap zae tak terima.


"Lah emang bocah kan"balas farhan.


"Udah udah..kalian ini kenapa sih selalu aja debat"ucap dirga.


"Gini aja...lo(zae) bareng dia(farhan)"ucap dirga.


Keduanya melebarkan matanya karena terkejut dengan saran dari dirga.


"Nah..betul tuh..keknya cocok...kan kalian dari tadi debat terus"ucap bara.


Keduanya saling pandang.


"NGGAK!!"ucap keduanya bareng.


Ketiga pun terkejut dengan ucapan keduanya.


"Nah loh...ciee bisa barengan gitu.."ucap bara.


"Bisa dipelanin dikit gak sih suaranya...sakit bego telinga gua"ucap kevin sambil merogoh teringahnya.


"Tau"ucap dirga.


"Pokoknya tidak ada PENOLAKAN,lo harus bareng farhan"lanjutnya.


"Dir...kenapa gak bareng lo aja sih,kenapa harus gue?"ucap farhan.


"Kalaupun bisa gua gak minta tolong ama lo han,jadi pliss yaa gua minta tolong bangett sama lo,barengin dia pulang yak...kita ngikutin lo dari belakang kok,kan lo tau sendiri gua kesini bareng siapa dan siapa yang boncengin gua tadi"ucap dirga.


Farhan memikirkan yang harus ia pikirkan,farhan menghembuskan nafasnya pelan.


"Huhh...iyaa udah deh...dia bareng gua"ucap farhan.


"Dih ogah..."ketus zae.


"pupung gue baik ya...lo jangan nyari gara gara mulu"ucap kesal farhan.


"Lo tuh yang cari gara gara"ucap zae.


"Udah woy...kalau debat terus kapan kita pulangnya"ucap bara.


"Zae...yang paling cantik menurut keluarganya,kali ini lo harus nurut ama kita,soalnya tante lilik udah nitipin lo ke kita"ucap dirga.


"Tapi kan gua bisa pulang sendiri,masa berangkat sendiri pulang bareng kalian,apalagi ama gurita darat ini"ucap zae sambil malirik ke arah farhan.


"Huhh...dasar bekicot tiram"ucap farhan.


"Ya udah gua antar lo pulang ayok"lanjutnya.


Farhan pun pergi meninggalkan ketiga temennya itu sambil memegang tangan zae tanpa ia sadari.


Deg..deg deg..deg..


Suara detakan zae berdetak dengan kencang.


Ketiganya pun terkejut yang mereka lihat.


"I-ini gua gak salah lihat kan?"ucap bara sambil mengucek ucek matanya.


"Gua gak mimpi kan?"tanya kevin sambil menepuk nepuk pipinya.


Dirga yang melihat kedua temennya itu pun bingung.


"Kalian berdua kenapa sih,kek pertama kali lihat orang gandengan tangan aja"ucap dirga.


"Bertahun tahun gua temenan ama dia,gak pernah tuh anak gandengan tangan ama cewe"ucap bara.

__ADS_1


Dirga pun terkejut dengan ucapan bara barusan.


__ADS_2