
Darren merasa nasib Mantan Istri Tuan Morgan seperti dirinya,di sia-siakan oleh orang yang entah memang mengharapkan nya atau tidak.Darren memutuskan untuk turun dari mobil,Tuan Morgan sangat bingung kenapa Darren begitu marah nya setelah dia menceritakan masa lalunya dengan mantan Istrinya.
"Tuan Pitter maafkan aku jika ada perkataan ku yang menyinggung mu?"
"Tidak Tuan,biarkan aku turun disini saja.Besok aku akan ke kantor mu"ucap Darren melangkah kan kakinya menjauh dari mobil Tuan Morgan.
"Kenapa-kenapa sakit sekali mendengar Tuan Morgan menyia-nyiakan mantan Istrinya itu?Kenapa aku merasa sangat marah atas perlakuan Tuan Morgan?"gumamnya.
Darren berjalan dengan mata yang berkaca-kaca,dia merasa sangat menderita karena tidak pernah melihat kedua orang tuanya, mendapatkan belaian seperti anak lainnya.
"Kenapa kalian membuang ku? Kenapa kalian tidak mencariku?Dimana kalian Ayah....Ibu..."ucap Darren dengan berteriak di tepi jembatan.
Hari semakin malam,hujan mulai.turun tetapi dia tidak menghiraukan tubuhnya sudah mulai basah kuyup.Dia menangis di bawah derasnya air hujan,Darren berjalan tanpa arah.Tak terasa dia berjalan begitu jauh,dan berhenti di depan rumah Tuan Hamillton.
Darren hanya menatap pintu yang tertutup,dia mengingat masa kecilnya yang dibawa oleh Tuan Hamillton dan Anna Istrinya dari Panti Asuhan ke rumah tersebut.Kehangatan dan kasih sayang yang dia tidak pernah dapat kan,di berikan oleh Tuan Hamillton, Istrinya dan Anna.
"Terima kasih Ayah Hamillton,Ibu...Jika bukan kalian mungkin aku tidak pernah tahu apa itu kasih sayang?Anna sampai kapan pun kamu adalah adikku,tidak akan aku biarkan kamu menderita lagi! Orang-orang yang telah menyakiti mu dulu akan aku buat mereka menderita seperti penderitaan kamu dulu"
Darren hanya berdiri beberapa menit dan pergi berjalan kembali.Suara petir yang menggelegar mengagetkan Anna yang berada di dalam kamarnya,dia mengintip keluar di balik jendela.Anna tidak melihat Darren yang tadi berada di depan,karena Darren sudah beranjak pergi.Darren berhenti di sebuah halte,duduk dengan tertunduk.
Sebuah mobil merah berhenti di depan halte.Aroma wangi yang khas tercium,meski wajahnya masih dia tundukan.
"Tuan Pitter"
Seorang wanita yang memanggilnya dengan surmara nyaringnya.Darren mendengakkan kepalanya.
"Sedang apa disini?"ucap Isabbela.
"Tidak aku tidak apa-apa"
"Apa mau aku antarkan pulang?"
"Tidak terima kasih,Nona"
Darren beranjak dari tempat duduknya,dan badan nya tumbang.Bella menangkap tubuh Darren yang akan jatuh,meski badan kecilnya tidak kuat untuk memapah Darren.Dia meminta seseorang untuk memasukan Darren yang jatuh pingsan untuk masuk kedalam mobilnya.
Matanya mulai terbuka,dia melihat sekeliling ruangan yang terasa sangat asing dengan mata yang masih samar.Kesadara nya sedikit demi sedikit mulai pulih,dia terkejut dan langsung bangun dari tempat tidurnya.Aroma masakan tercium lezat terhirup oleh hidung nya.Darren luar dari kamar.
"Kau sudah bangun?"ucap Bella.
__ADS_1
"Kenapa aku disini?"
"Apa kamu lupa?Semalam kamu jatuh pingsan di halte?"
Bella menyiapkan tempat duduk untuk Darren, menyiapkan sarapan pagi untuk Darren.
"Makanlah,aku tidak mungkin tanya Ayahku dimana rumah kamu?Jadi aku membawa kamu kerumah ku"
"Terima kasih"
"Terima kasih untuk apa?"
Darren melihat baju yang dia kenakan bukan lah miliknya.
"Tenang baju sudah aku cuci dan mungkin sudah kering.Jangan salah paham semalam aku meminta supirku untuk mengganti kan baju kamu"
"E-e...terima kasih"
"Apa jawaban kamu hanya terima kasih saja?"
"Memangnya aku harus apa?"
"Aku harus pergi"
"Makan lah dulu,lalu pergilah "
Darren memakan sarapan yang sudah di sediakan Bella,setelah selesai makan Bella memberikan pakaiannya yang sudah di keringkan.Darren beranjak pergi dari rumah Bella.
"Tunggu!Apa kah aku bisa bertemu dengan kamu lagi"ucap Bella.
"Lebih baik jangan bertemu dengan ku lagi,karena aku bukan lah laki-laki baik "ucap nya sambil meninggalkan Bella.
Bella jatuh cinta pada Darren meski dia sangat cuek padanya.
"Kenapa kamu begitu dingin?Tapi aku yakin kamu adalah laki-laki yang baik"ucap Bella.
Darren pergi ke rumah Alex untuk berganti pakaiannya dan pergi ke kantor.Tuan Morgan menelpon nya karena hari ini akan ada konferensi pers yang akan di selenggarakan di kantor Tuan Morgan.Darren pun bingung dengan apa yang akan di lakukan Tuan Morgan.
Darren pergi ke kantor sendiri,dengan mengendarai mobil Rolls-Royce milik Alex,semua terpana dengan Darren. yang memakai setelah jas warna biru Dongker.Kantor sudah di penuhi dengan wartawan yang akan meliput acara konferensi pers Tuan Morgan.
__ADS_1
Para pegawai pembersih pun tercengang melihat penampilan Darren yang berbeda dari sebelumnya.
"Ya Tuhan...apa itu Pitter? Sebenarnya siapa dia?Dia sangat tampan dengan setelan jas itu"ucap para pegawai pembersih.
Darren menghindar dari sorotan awak media yang akan meliput,karena dia tidak mau penyamaran nya sebagai Mr.Milliyader terbongkar.Tuan Morgan datang dengan dikawal beberapa ajudan nya,dan duduk di depan meja yang sudah di sediakan.
Dia mengklarifikasi berita yang kemarin berada di surat kabar.Dia mengakui bahwa dia dulu mempunyai hubungan dengan wanita lain sebelum menikahi Margaret.Semua masa lalu nya dia cerita kan di depan para wartawan,bahkan dia menyesali apa yang dia lakukan kepada Mantan Istrinya.Menurutnya sudah waktu semua orang tahu masa lalu nya dengan wanita yang selama ini masih dia cintai.
Dia bahkan menyampaikan ingin mencari mantan Istrinya yang bernama Amanda dan anaknya.Dia memberikan foto wanita tersebut pada para wartawan agar jika ada yang melihat Amanda dapat memberitahukan nya.Dia ingin sekali bertemu dengan Mantan Istri yang telah dia sia-siakan.Para karyawan dan Staff tercengang dengan apa yang telah disampaikan Tuan Morgan.
Bahkan Tuan Morgan tidak perduli jika nama baiknya jelek,ataupun tidak akan di pilih dalam pemilihan Walikota selanjutnya.Yang difikirkan nya dia hanya inginkan menemui Amanda dan anaknya untuk meminta maaf kepada mereka.
Semua telah di cerita kan Tuan Morgan begitu lega karena penyesalan nya yang telah menyembunyikan mantan Istrinya selama ini.Dia pergi keluar dari kantornya,dari jauh Darren melihat Margaret dan Andrew merasa begitu marah dengan pernyataan suaminya itu.Dia akan mengejar Tuan Morgan yang sedang berjalan menuju mobilnya,tetapi Andrew menahannya.
Darren melihat dari jauh,wajah Margaret yang begitu marah.Tiba-tiba saat Tuan Morgan akan keluar dari pintu kantor,ada seorang wanita yang melemparkan telur busuk ke arah Tuan Morgan.Darren menutupi Tuan Morgan dengan punggung nya.
Tuan Morgan berhenti,semua pengawal nya mencari orang yang telah melemparkan nya telur busuk tersebut.Mereka mendapati seorang wanita dengan membawa kantong kresek warna hitam yang berisi beberapa butir telur busuk.
"Kenapa anda melakukan ini?"Tanya Darren.
"Dia memang pantas mendapatkan telur busuk itu!!Karena sifat nya busuk seperti telur ini!!"
"Deasy"ucap Tuan Morgan
Wanita pergi meninggalkan keributan yang dia buat,anak buah Tuan Morgan akan mengejar wanita tersebut tetapi Tuan Morgan membiarkan nya pergi.Tuan Morgan dan rombongan nya itu masuk ke mobil,dan Darren mengikuti nya dengan mengendarai mobilnya.Mereka berhenti di kantor Walikota.
"Terima kasih Tuan Pitter,ini bayaran Anda?"
"Bukan kah pekerjaan ku belum selesai?"
"Aku ingin menyelesaikan ini semua"
"Apa maksud Anda?"
"Semalam aku melihat kemarahan dan kekecewaan anda padaku.Aku laki-laki tidak bertanggung jawab,aku ingin memperbaiki semuanya.Meski semua ini akan aku tinggalkan "
Tuan Morgan merasa sangat lelah karena harus berpura-pura bahagia,meski dalam hatinya tidak pernah bahagia dengan kehidupan nya sekarang.Dia memiliki segalanya tetapi kebahagiaan dan cintanya tidak dia miliki.
..."Bersambung "...
__ADS_1