8 Hari Menjadi Miliarder

8 Hari Menjadi Miliarder
Bab.24 Pertemuan dengan Amanda


__ADS_3

Darren kembali ke hotel ditempat dimana dia menginap.Dia begitu bingung harus mencari Informasi dimana lagi untuk menemukan Amanda.Darren berdiri di depan kaca jendela kamar hotel memandang suasana di luar.Terlihat sebuah gereja yang tidak jauh dari hotel nya,dia berniat ingin pergi ke gereja untuk berdoa.


Didalam gereja hanya segelintir orang yang sedang berdoa,dia duduk di kursi jemaat sambil memejamkan matanya.Darren berdoa untuk keselamatan Anna dan Bibi Sarah.Darren membuka matanya,seorang wanita bergaun putih duduk di kursi jemaat persis di depan nya.Darren hanya bisa melihat punggung si wanita tersebut,Darren hendak pergi meninggalkan gereja tetapi notifikasi panggilan dari nomor tidak di kenal.


"Hallo,ini siapa?"


"Tuan Pitter"


"Iya,Kamu siapa?"


"Aku Bella"


Darren kembali duduk,sibuk mengobrol dengan Bella.Wanita di depan Darren berdiri dari tempat duduknya,dia kan pergi meninggalkan gereja.Darren masih sibuk telepon dengan Bella,saat wanita itu berbalik Darren melihat wanita tersebut seakan tidak asing dengan wajah wanita tersebut.Dia mencoba mengingat-ingat siapa wanita tersebut.


"Nyonya Amanda"


Amanda sudah keluar dari gereja,Darren berlari mengejar Amanda akan tetapi dia sudah pergi naik taxi.Dia mencoba mengejar Amanda akan tetapi dia sangat sulit mendapatkan taxi,karena mobil nya berada di hotel.


"Kenapa aku bodoh sekali!!Kenapa aku baru mengingat nya!Jika dia itu Nyonya Amanda"


Darren tidak akan mungkin bisa mengejar Amanda karena dia tidak mendapatkan taxi yang melintas.Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke hotel.


Keesokan Harinya


Darren memutuskan untuk kembali ke gereja,mungkin hari ini Amanda akan kembali ke gereja. Darren menunggu di dalam gereja,sudah 5 jam lebih dia menunggu Amanda akan tetapi dia belum juga datang.


"Nak sedang apa kamu disini?"ucap pastur Leon.


"A-aku sedang mencari seseorang,bapa"


"Siapa?Apakah di jemaat di gereja ini?"


"Aku tidak tahu dia jemaat disini atau bukan,tetapi aku kemarin melihat nya disini tetapi aku tidak mengenalinya dan tidak tahu harus mencarinya kemana lagi"


"Siapa mungkin saja aku mengenalinya anak ku"


"Nyonya Amanda Scott,apa kah Anda mengenal nya?"


"Amanda,apakah dia seorang janda yang perkerjaan nya sebagai pelayan cafe?"


"Pelayan Cafe?Aku tidak tahu bapa,karena dia sudah lama hilang kontak dengan keluarga nya.Apakah bapa mengenal nya?"


"Aku mengenal nama Amanda tetapi aku juga tidak tahu itu Amanda yang kamu maksud atau bukan.Dia sering kesini jika hari Rabu dan Minggu.Tetapi jika kamu ingin memastikan benar atau tidak nya, akan aku berikan alamatnya "


"Boleh bapa,aku akan mencoba untuk mencari nya.Kemungkinan dia Amanda yang aku maksud"


Sang pastur memberikan alamat Amanda yang di duga dia adalah Mantan Istri Tuan Morgan. Darren menuju alamat yang di berikan oleh pastur yang jaraknya begitu jauh.Alamat tersebut menuju sebuah apartemen dengan 4 lantai.


"Apa kah alamat ini benar?Bagaimana aku tahu dimana Apartemen Nyonya Amanda"gumamnya.


Dia menunggu di dalam mobil nya,menunggu orang keluar dari Apartemen.Dia menunggu sangat lama, tiba-tiba seseorang laki-laki keluar dari Apartemen tersebut.Darren keluar dari mobil nya untuk bertanya.


"Tuan tunggu!"


"Iya ada apa?"


"Apakah Anda tahu alamat ini?"sambil menyodorkan secarik kertas alamat


"Iya benar,ini alamat Apartemen saya"


"Apakah Anda mengenal Nyonya Amanda Scott?"


"Yang aku tahu nama Amanda di Apartemen itu ada 4 Orang,tetapi aku tidak tahu nama lengkap mereka"


"Begitu ya"


"Apakah Anda sedang mencari seseorang bernama Amanda?Bagaimana ciri-ciri spesifikasi nya mungkin aku bisa membantu kamu "


"Dia seorang janda, sepertinya dia hidup sendiri.Itu yang aku tahu"

__ADS_1


"Di situ ada 2 Amanda yang berstatus Janda,satu bekerja di sebuah Cafe yang satunya dia jarang pulang entah apa pekerjaan nya.Tetapi jika Amanda yang bekerja di Cafe,aku tidak tahu dimana tempat nya"


"Apa kah Anda tahu,biasanya kapan dia pulang?"


"Seperti nya dia pulang malam"


"Baiklah,terima kasih Tuan...Anda sangat membantu ku"


"Baiklah,aku pergi dulu yah"


Laki-laki tersebut pergi meninggalkan Darren,Darren masuk kedalam mobilnya.Dia harus menunggu memastikan apakah benar Amanda yang bekerja di Cafe itulah yang dia maksud.Hari mulai malam tetapi Amanda belum juga pulang,dia masih menunggu di dalam mobilnya.


Kruyuk....kruyuk....


"Ya Tuhan aku sangat lapar"gumamnya.


Dia melihat kearah jam tangan nya yang sudah menunjukan pukul 23.00,tetapi Amanda belum juga pulang.Darren menundukan kepalanya di setir mobilnya.Sebuah mobil yang berhenti di sebrang jalan yang menurunkan seorang wanita.Wanita itu tidak begitu jelas karena lampu penerangan di sana sangat minim.


Wanita itu menyebrang berjalan mengarah ke gedung Apartemen tersebut,Darren keluar dari mobilnya dan melihat jelas wanita tersebut.


"Nyonya Amanda?"


"Iya"sambil menoleh


"Apakah Anda,Nyonya Amanda Scott?"


"Dari mana kamu tahu namaku?"


Darren menatap Amanda dengan tatapan penuh makna.


"Hei Tuan!!"


"I-iya...iya...maafkan aku...aku tahu Anda dari...."


Darren tidak berani untuk memberitahukan Amanda jika dia orang suruhan Tuan Morgan.


"Dari siapa?"


"Deasy?Memang nya Anda siapa?"


"Aku orang yang disuruh Deasy untuk mencari Anda.Karena dia khawatir dengan keadaan Anda?"


"Bagaimana kamu tahu aku Disini?"


"Aku kemarin melihat Anda di gereja,tetapi aku tidak bisa mengejar Anda.Ternyata pastur Leon mengenal Anda"


"Jadi kamu tahu dari Pastur?"


"Iya Nyonya"


"Apa kamu menunggu dari tadi?"


"I-iya..."


Kruyuk...kruyuk...kruyuk...


Amanda mendengar suara gemuruh perut Darren yang lapar.Dia menatap Darren sambil tersenyum.


"Bagaimana jika kamu masuk ke dalam Apartemen ku?Akan aku buatkan kamu makan dulu"


"Ta-tapi"


"Tidak usah khawatir,ayo..."


Darren mengikuti Amanda menuju kamar Apartemen nya,tidak tahu kenapa hati Darren merasa sangat bahagia bisa melihat Amanda yang masih terlihat cantik dan menawan.


"Silahkan masuk"


"Apa Anda tinggal sendiri?"

__ADS_1


"Tidak aku tinggal bersama putra ku"


Amanda mempersilahkan Darren untuk masuk,di dalam Apartemen terdapat ruang tamu yang sangat sempit tetapi minimalis,dan 2 kamar.Amanda langsung menuju dapur, mempersiapkan bahan untuk membuat kan masakan untuk Darren.


"Oh iya,siapa nama kamu?"tanya Amanda


"Aku Da...E-maksudku Pitter"


"Kamu duduk dulu yah,akan aku buatkan kamu makanan "


"Maafkan aku merepotkan Anda, Nyonya "


"Tidak,ini semua kemauan ku,kamu tidak perlu sungkan"


Amanda sedang memasak di dapur,Darren yang berada di ruang tamu melihat foto-foto masa muda Amanda yang terpajang di dinding.Tetapi Darren tidak melihat foto Amanda yang mengenakan liontin kalung berpermata biru seperti miliknya.


"Dimana putra Anda,Nyonya?"


"Seperti nya dia belum pulang"


"Memang dia bekerja?"


"Tidak,dia masih sekolah.Biasanya dia tidur di rumah temannya karena tidak ingin di rumah sendirian"


"Putra Anda masih sekolah?"


"Iya"


"Berapa umurnya?"


"Dia baru berumur 15 Tahun"


Darren merasa ada kejanggalan karena perpisahan Tuan Morgan dengan Amanda saat itu sudah 23 Tahun,tetapi Amanda bilang putranya baru berusia 15 tahun.Tiba-tiba seorang anak datang masih mengenakan baju seragam dan membawa tas ransel ditangan nya.


"Kamu udah pulang sayang,ibu sudah membuat masakan kesukaan kamu?"ucap Amanda


Sapaan hangat Amanda kepada putra nya yang baru pulang,bukan nya membalas tetapi anak itu cuek kepada Amanda.Dia langsung masuk ke dalam kamarnya.Darren duduk di kursi makan,Amanda merapikan makanan menaruh nya di atas meja makan.


"Anak itu jika di suruh makan sangatlah susah"


Putra Amanda bernama Samuel,Amanda melangkah kakinya menuju kamar sang putra,bukan dibalas perhatian justru putranya memaki Amanda karena dia ingin beristirahat.Darren mendengar Samuel membentak Amanda dengan kata kasar,Darren berdiri dari kursi nya.Dia hendak menuju kamar Samuel,tetapi Amanda keluar dari kamar putranya dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa putra Anda keterlaluan seperti itu?"


"Sudah tidak apa-apa Pitter,aku sudah terbiasa"


Amanda mengelus bahu Darren, menenangkan nya jika dia baik-baik saja atas perlakuan putra nya.Amanda mempersilahkan Darren untuk makan bersama nya, sebenarnya Darren merasa amat marah saat Samuel memaki-maki Amanda,tetapi dia menahan emosinya karena Amanda menenangkan nya.


Amanda mempersilahkan Darren untuk duduk,dan menikmati masakan nya.Suap demi suap Darren merasakan kehangatan dalam diri Amanda.Dia seorang ibu yang sangat luar biasa menurut nya.


"Apa makanan ku enak?"tanya Amanda.


"Sangat enak Nyonya"


"Dimana kamu tinggal?"


"Aku tinggal di Weston,Nyonya"


"Weston?Apakah Morgan masih menjadi Walikota disana?"


"Apa?!"Huk... Huk...Huk..."


Darren tersedak saat Amanda menyebut nama Tuan Morgan.


"Hati-hati,minum lah ini"


"Apa Anda mengenal Tuan Morgan?"


"Sudahlah tidak usah bahas dia lagi"ucap Amanda.

__ADS_1


Darren merasa jika Amanda masih memiliki perasaan yang mendalam dengan Tuan Morgan,tetapi masa lalu yang menyakitkan itu membuat nya ingin menjauh dari semuanya.


..."Bersambung"...


__ADS_2