
Darren keluar dari rumah Alex dengan membawa koper hitam yang di berikan Alex.Dengan jalan yang di seret,dia tidak tahu harus melakukan apa untuk menyelamatkan Amanda.Terlintas dari fikiran Darren untuk menemui Tuan Morgan,Darren pergi dan mencari taxi untuk membawanya menemuinya Tuan Morgan.
Dia coba menghubungi Tuan Morgan akan tetapi nomor ponsel Tuan Morgan tidak bisa di hubungi.Sebuah taxi menghampiri Darren,dan mengantarkan nya ke rumah dinas Tuan Morgan.
Di depan rumah dinas begitu sepi,Darren mencoba untuk masuk tetapi security bilang Tuan Morgan berada di kantor nya,jadi Darren memutuskan untuk pergi ke kantor Tuan Morgan.
Di kantornya terlihat beberapa orang yang berjaga.Darren merasa akan sulit untuk menemui Tuan Morgan,jika dia melalui pintu depan.Akan tidak mungkin jika para penjaga itu membiarkan Darren bertemu Tuan Morgan.Akhirnya dia memutuskan untuk masuk melalui pintu belakang,Darren mengendap-endap berjalan dengan kaki yang di seret.
"Maaf Tuan Anda mencari siapa?"
Darren di kagetkan seorang karyawan pembersih yang melihatnya mengendap akan masuk lewat pintu belakang.
"Ee-e aku ingin menemui Tuan Morgan"ucap Darren dengan wajah menunduk
"Pitter?"
"Martin"
"Kenapa kamu lewat sini?"
"Aku tidak bisa lewat depan karena banyak penjaga di luar sana"
"Kamu benar, semenjak Tuan Morgan sibuk di kantor ini banyak penjaga yang menjaga nya"
"Apa dia berada di kantor?"
"Iya"
"Syukurlah,bisakah kamu membantu ku untuk bertemu dengan nya?"
"Kaki kamu kenapa?"
"Nanti aku ceritakan,bantu aku dulu"
"Kamu tunggu disini,aku akan ambil troli untuk menyembunyikan mu.Sepertinya Tuan Morgan berada di dalam ruangan nya"
Martin mencari trolly untuk menyembunyikan Darren agar bisa membawa Darren masuk ke kantor.
"Sekarang kamu masuk ke bawah sini"ucap Martin
Darren masuk kebawah Trolly pembersih,yang di tutupi dengan lap dan peralatan pembersih.Meski begitu sempit dan pengap,tetapi Darren berusaha untuk bertahan agar bisa bertemu dengan Tuan Morgan.Martin membawa Darren masuk ke dalam kantor,terlihat dari celah ada Margaret yang masih di ruangan Tuan Morgan.
"Hei!!Kenapa kamu membawa alat-alat ini kesini!!"ucap penjaga
"Maaf Tuan,saya mau membersihkan ruangan ini"
"Nanti saja!!Bawa kembali trolly itu!!"
"Ba-baik Tuan"
Akhirnya Martin mendorong trolly menuju cleaning rooms.
"Maaf kan aku Pitter, ternyata banyak penjaga Tuan Morgan yang berjaga juga di dalam kantor.Bahkan ada Ibu Margareth di dalam ruangan"
"Tidak apa-apa Martin, terimakasih kamu telah membantuku"
Semua karyawan cleaning service terkejut melihat Darren yang keluar dari trolly.
"Pitter,kenapa kamu berada disitu?"ucap Milly
"Bagaimana kabar kamu?"
"Aku ingin bertemu denga Tuan Morgan "
"Kenapa tidak menemui nya?"
__ADS_1
"Banyak ajudanya?"
"Memangnya kenapa?Bukan kah kamu bisa bertemu dengan nya"
"Tidak untuk saat ini"
"Sebenarnya ada apa?"
Darren merasa dia tidak bisa melakukan nya sendiri untuk menemui Tuan Morgan,karena banyak para penjaga disamping Tuan Morgan.Jadi dia memutuskan untuk bercerita agar segera menemui Tuan Morgan,untuk menyelamatkan Amanda yang dalam bahaya.
"Aku akan membantu kamu?Apa yang harus aku lakukan?"
Milly dan Martin bersedia membantu Darren agar dia bisa bertemu dengan Tuan Morgan,mengingat mereka juga merasa kasihan dengan Darren yang sulit berjalan.Mereka membuat strategi agar Tuan Morgan menemui Darren tanpa di dampingi para penjaga.
"Baiklah,kami sekarang akan pergi "ucap Milly
Milly membawa coklat hangat kesukaan Tuan Morgan ke dalam ruangan nya.
"Hei Tunggu!!Mau apa kau?"
"Saya diminta Tuan Morgan untuk membawa coklat hangat "
Penjaga melihat baki yang di bawa Milly
"Baiklah,masuk"
"Nyonya Margaret benar-benar gila,kenapa suaminya seakan sedang di penjara olehnya"gumam Milly
Tok...tok ...
"Silahkan masuk"
"Maaf Tuan,ini saya bawakan cokelat hangat "
Dengan perlahan Milly meletakkan secangkir coklat hangat di meja kerja Tuan Morgan dengan mulut berucap lirih.
"Tuan Pitter ingin bertemu dengan Anda?"ucap Milly
"Apa?Pitter?Dimana dia?"
"Jangan keras-keras Tuan,nanti penjaga Anda mendengar.Dia berada di cleaning room"
"Baiklah,aku akan ke sana,suruh dia menungguku.Terima kasih"
"Baik Tuan"
Selesai menyampaikan pesan itu Milly meninggalkan ruangan Tuan Morgan.Tuan Morgan menunggu beberapa menit,agar para penjaga tidak curiga.Dia berdiri dari tempat duduknya,berjalan akan keluar ruangan nya.Tetapi para penjaga hendak mengikuti nya.
"Kalian mau apa?!Aku mau ke toilet?Bukan kah di depan juga ada penjaga?Mana mungkin aku pergi dari kantor!!"ucap Tuan Morgan
Mendengar Tuan Morgan hendak ke toilet,mereka berhenti mengikuti nya.Tuan Morgan berjalan menuju ke toilet untuk menyamarkan mereka.Dengan hati-hati dia menunggu waktu aman untuk pergi ke cleaning room untuk menemui Darren.
Dirasa sudah aman Tuan Morgan berlari menuju cleaning room.
"Tuan Pitter"
"Akhirnya aku bisa menemui mu Tuan"
"Ada apa?Apa kamu sudah menemui Amanda?"
"Aku sudah bertemu dengan Nyonya Amanda dan putra Anda akan tetapi Nyonya Amanda di culik Tuan?"
"Apa?!! Bagimana mungkin?"
"Aku rasa ada orang yang ingin menghabisi nya"
__ADS_1
"Margaret!Aku yakin dia!"
"Kenapa Anda yakin itu istri Anda?"
"Aku berniat untuk mundur dan tidak melanjutkan kampanye ini, maka dari itu aku menyibukkan di kantor ini,tetapi dia melarang ku untuk mundur.Dia memaksaku agar melanjutkan pemilihan ini,aku yakin ini semua yang dia lakukan"
"Lalu bagaimana ini Tuan?"
"Aku akan menemui Margaret "
"Tapi Anda akan membantu ku untuk menyelamatkan nya bukan?Aku hanya percaya dengan kamu Tuan"ucap Morgan dengan memohon.
"Anda tenang saja aku akan menyelamatkan Nyonya Amanda,Tuan"
"Baiklah,tunggu telepon dari ku Aku akan melakukan apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan Amanda"
Tuan Morgan keluar dari ruangan,dia hendak menemui Margaret.Darren pergi dari kantor,dia juga tidak mau membahayakan Milly dan Martin.Untuk menunggu kabar dari Tuan Morgan,Darren memutuskan untuk pulang ke rumah Anna.
Hari mulai senja,matahari sudah mulai tenggelam.Darren berdiri tepat di depan pintu rumah Tuan Hamillton,rumah yang mempunyai kenangan bersama kedua orang tua angkat nya.Darren sangat ragu untuk memencet bel,karena dia merasa Anna pasti akan merasa sangat kecewa dengan dirinya.
Tiba-tiba pintu terbuka, Anna yang hendak membuang sampah di depan terkejut melihat Darren yang berdiri di depan pintu.Dengan mata berkaca-kaca Anna langsung memeluk Darren yang hanya berdiri mematung.
"Kakak...kemana saja kamu?"ucap Anna sambil menangis
Anna menjatuhkan kantung sampah yang dibawa nya tadi.
"Maafkan kakak Anna,kakak kembali"
"Kemana saja kamu?Apa kamu benci pada ku?Apa kamu tidak ingin menjadi kakak ku lagi?"
"Tidak mungkin aku melakukan itu"
"Siapa Anna?"tanya Bibi Sarah
"Darren"
"Bibi"
Mereka akhirnya masuk kedalam,di ruang tamu Darren duduk di keliling dua wanita yang seakan hendak ingin menginterogasi nya.
"E-e-e kenapa kalian menatap ku seperti itu?"
"Kemana saja kamu?!"ucap Bibi Sarah
"A-aku bekerja"
"Bekerja dimana?sedangkan kamu pergi tanpa pamit dan kembali tanpa ada kabar!"
"Kenapa Kakak tidak memberikan kabar kepada kami!Apa kakak tahu kami sangat khawatir dengan kakak?Apa kakak tahu kami mencari-cari keberadaan kakak!"
"Iya...iya...aku minta maaf,tapi sekarang aku sudah kembali dan aku baik-baik saja"
"Bagiamana baik-baik saja!Itu kenapa kaki kakak pincang seperti itu!Memangnya kakak bekerja sebagai apa?Dimana?"
"Haduh...aku bekerja ikut temanku Anna,kaki ku ini karena kecelakaan jadi seperti ini kalian tenang saja aku sudah kembali dan baik-baik saja"
Bibi Sarah dan Anna benar-benar kesal dengan Darren,Darren di cecar berbagai pertanyaan dari mereka.Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke dalam kamarnya.
"Kakak...Kakak...kamu mau kemana?!Aku belum selesai"
"Adikku sayang...dan bibi Sarah...aku sangat lelah jadi aku ingin Istirahat di dalam kamarku"ucap Darren
Anna merasa sangat kesal dengan Darren,tetapi Bibi Sarah menenangkan Anna agar dia tidak memarahi Darren terus dan membiarkan Darren untuk Istirahat dahulu.
..."Bersambung"...
__ADS_1