8 Hari Menjadi Miliarder

8 Hari Menjadi Miliarder
Bab.29 Misi Penyelamatan


__ADS_3

Didalam kamar Darren masih menunggu kabar dari Tuan Morgan ,dia tidak bisa tidur karena memikirkan Amanda yang tidak tahu keberadaan nya.Tiba-tiba Darren merasa sangat rindu dengan sosok Ibunya yang tidak pernah ia temui.


"Kenapa kamu membuang ku"ucap Darren dengan mata memandang liontin miliknya


Dia merasa sangat kecewa dengan orang tuanya yang dia kira telah membuang saat kecil.Hari mulai sunyi,Darren mondar-mandir di dalam kamarnya.Jam menunjukan pukul 2 dini hari, ponselnya berdering panggilan dari Tuan Morgan.


Tuan Morgan meminta Darren untuk pergi ke Gudang kosong di alamat yang Tuan Morgan kirimkan.Darren bergegas menuju Alamat gudang yang di berikan Tuan Morgan,hari sudah malam,dia tidak mungkin untuk mencari taxi,jadi dia memutuskan untuk menggunakan sepeda motor milik Tuan Hamillton yang berada di garasi.


Dengan Berlahan Darren keluar dari rumah,agar Anna dan Bibi Sarah tidak menyadari kepergian nya.Darren menjauhi rumah,dan menuntun motor milik Tuan Hamillton yang sudah lama tidak ada yang menggunakan nya.Darren juga tidak tahu motor itu masih bisa ia gunakan atau tidak.


Dia mencoba untuk menghidupkan motor tersebut,dengan berusaha meski dengan usaha yang extra akhirnya motor bisa menyala.Darren langsung menuju alamat yang sudah di berikan Tuan Morgan,ditengah jalan Tuan Morgan menghubungi nya karena dia sudah berada di lokasi menunggu Darren.


Darren berhenti ajmgak jauh dari gudang karena dia tidak ingin para penjahat yang menyandra Amanda mendengar suara berisik motor Darren.


"Pitter"


"Tuan,bagaimana?"


"Ada lima penjaga yang berjaga di luar gudang.Aku yakin Amanda berada di dalam"


"Bagaimana Anda tahu?"


"Aku melihat GPS mobil Margaret tadi siang menuju gudang ini.Sedangkan gudang ini sudah lama kosong tidak ada penyimpanan didalam untuk apa dia kesini.Aku yakin dia menyandra Amanda disini"


"Lalu apa yang harus kita lakukan Tuan?"


"Kita tidak akan mungkin melawan mereka berlima,karena tubuh mereka begitu besar-besar.Bagaimana jika kita menelpon polisi?"


"Jangan dulu,yang aku khawatir kan ternyata Nyonya Amanda tidak ada didalam"


"Lalu apa?"


"Aku akan melihat dari jendela samping itu,ada apa di dalam sana.Lebih baik Anda tunggu disini saja Tuan,aku akan memberikan aba-aba,jika memang Nyonya Amanda di sekap didalam kita panggil polisi saja "


"Baiklah aku kan menunggu disini,dan menunggu aba-aba dari kamu"


Darren mengendap untuk mendekati jendela gudang,meski dia sedikit khawatir akan ketahuan oleh para penjaga di depan.Para penjaga sedang asik bermain kartu,Darren mendekati jendela,mengintip keadaan di dalam gudang dari celah kecil jendela yang terbuka.Darren melihat sekeliling didalam gudang tetapi dia tidak melihat Amanda,akan tetapi dia tidak begitu jelas melihat kaki yang tergeletak di lantai gudang.


Darren tidak berani memutuskan itu Amanda atau bukan,dia mencoba membuka lebar jendela tersebut agar dia lebih jelas melihat kaki siapa itu.Darren memakai kunci motor nya untuk mencongkel kaca jendela yang sedikit pecah itu.


Grekk


Suara yang begitu keras,dia khawatir para penjaga mendengar suara tersebut tetapi para penjaga sedang begitu asiknya bermain kartu sampai tidak menghiraukan bunyi suara yang di timbulkan Darren.Melihat keadaan aman,dan kaca juga berhasil tercongkel dia lebih jelas melihat kaki yang tergeletak dilantai tersebut.


Kaki itu bergerak meronta seakan dia terikat dan ingin melepas diri.Darren terkejut setelah melihat kaki itu memakai sepatu mirip milik Amanda.Darren meyakinkan dirinya jika itu memang Amanda,Darren menoleh dan memberikan aba-aba kepada Tuan Morgan jika itu memang Amanda.


Melihat kode dari Darren,Tuan Morgan langsung meminta pertolongan kepada polisi.Saat Darren akan kembali ke Tuan Morgan,seorang penjaga yang hendak kencing melihat Darren.


"Hei!!Siapa kamu!!


Semua teman nya hendak menghampiri karena mendengar terikan penjaga yang melihat Darren.Darren melawan mereka dengan di bantu Tuan Morgan yang keluar dari persembunyian nya.Mereka berduel dengan kelima orang tersebut,tak berapa lama kemudian polisi dengan 7anggota datang menyelamatkan Darren dan Tuan Morgan.

__ADS_1


Para penjaga di ringkus oleh para polisi,dengan wajah babak belur Darren dan Tuan Morgan membuka pintu gudang yang di gembok.Polisi membantu mereka untuk menyelamatkan Amanda yang berada di dalam.Mereka berusaha membuka pintu gudang,dengan di tembak menggunakan senjata api milik polisi.


Di dalam Amanda dengan ke dua tangan dana kaki terikat,dengan mulut yang dilakban tergeletak di lantai.Darren berlari melepaskan ikatan Amanda,melihat Darren,Tuan Morgan ,dan polisi Amanda menangis bahagia karena dia bisa selamat.


Amanda memeluk Darren dengan erat dan menangis.Tuan Morgan tidak berani mendekati Amanda,dia merasa sangat bersalah dengan kejadian masa lampau dan sekarang.


"Bibi...kamu baik-baik saja"


"Terima kasih Pitter,kamu telah menyelamatkan ku"ucap Amanda


"Kamu tenang saja Bibi,ada aku disini"


"Kami akan membawa mereka ke kantor polisi,besok Aku minta kalian bisa ke kantor polisi untuk memberikan keterangan"ucap Polisi


Mereka pergi membawa kelima penjaga tersebut.Darren mengusap air mata Amanda.


"Bibi,jika bukan Tuan Morgan mungkin aku tidak bisa menyelamatkan kamu"


"Terima kasih"ucap Amanda


"Ma-maaf kan aku Amanda"


"Tuan lebih baik,bibi Amanda... Mak-mak-sud ku Nyonya Amanda biar aku yang membawanya ke rumahku agar dia bisa istirahat.Dia akan aman di rumah ku"ucap Darren.


"Baiklah Pitter,aku percaya dengan kamu"


Mereka berpisah,Darren menyelamatkan Amanda di rumahnya.Karena untuk saat ini Amanda masih belum aman.Tuan Morgan kembali pulang,karena besok dia harus kekantor polisi untuk mengetahui siapa dalang dibalik penculikan Amanda.


"A-ana...bibi....sepagi ini kalian sudah bangun??"


Anna terkejut melihat Darren membawa seorang wanita paruh baya,apa lagi melihat wajah Darren yang babak belur.Darren mempersilahkan Amanda untuk masuk dan duduk di ruang tamu.Anna langsung menarik Darren ke dalam untuk mencari tahu apa yang telah dilakukannya.


"Kakak kemana lagi?Kenapa kakak babak belur seperti ini?Lalu siapa Bibi itu?"


"Satu-satu nanya nya...Dia itu bibi Amanda,semalam aku menyelamatkan nya karena dia di culik"


"Di culik?"


"Iya dia di culik,kakak menyelamatkan nya.Sebenarnya cerita sangat panjang,Anna sementara waktu Bibi Amanda akan tinggal disini karena dia tidak aman jika tinggal di hotel atau kembali sementara waktu.Kakak rasa ada yang ingin membunuh nya karena sudah ke 3 kalinya dia ingin di habisi"


"Oleh siapa kak?"


"Kakak tidak tahu,biarkan dia istirahat.Karena nanti kakak akan pergi kekantor polisi untuk mencari tahu dari penjaga tempat bibi Amanda di sekap"


"Kasihan sekali dia?"


"Iya,makanya kakak minta sama kamu izinkan dia sementara waktu berada di sini"


"Baiklah aku kan siapkan kamar tamu untuk nya"


"Iya"

__ADS_1


"Tunggu!!"


"Apa lagi?"


Anna mengambil sebuah handuk dan air hangat.Dia meminta Darren untuk duduk,Anna membersihkan luka di pipi Darren.


"Adik ku yang manja sekarang sudah besar"


"Hemmmm... memang nya kakak pengin nya kecil terus"


"Ya enggak,semakin besar semakin cantik"


Dug....


"Aduh!Sakit Anna..."


"Makanya jangan gombalin...pergi enggak bilang-bilang...eh... pulang kakinya pincang...pergi lagi ganti muka babak belur "


"He...heh...iya maaf dek...terima kasih ya"


"Kakak itu ya?!Nyebelin banget kenapa pulang bukanya nanyain gimana kuliah kamu?Gimana sekarang malah sibuk sendiri!!"


"Oh..iya maaf kakak lupa dengan sekolah kamu.Gimana sekolah kamu?Apa kamu kuliah di tempat yang kamu ingin kan?!"


"Huffffttt tau ah..."


"Udah dong Anna...semalam kakak sudah di interogasi masa iya masih marah aja sama kakak?"


"Aku tidak di terima di Universitas yang Ayah dan Ibu inginkan"


"Kenapa?"


"Karena aku tidak sanggup bayar nya kak"


"Maafkan Kakak ya Anna,sampai tidak memperhatikan kamu"ucap Darren dalam hati


"Tapi aku sudah mendapatkan Universitas lain meski tidak se spesial pilihan Ayah dan Ibu"


"Syukurlah "


"Ya sudah kak,ajak bibi Amanda untuk Istirahat di kamar tamu dulu.Pasti sangat lelah "


Darren memperkenalkan Amanda dengan Anna dan Bibi Sarah.


"Bibi,ini adalah keluargaku.Ini Adiku yang cerewet namanya Anna,dan ini adalah bibi yang menjaga kami namanya Bibi Sarah.Untuk sementara waktu anda akan tinggal disini sampai kita tahu siapa dalang semua ini"


"Tapi Pitter ini akan merepotkan kamu dan keluar kamu"


"Tentu saja tidak bibi,kami akan senang Amda berada disini"ucap Anna.


Amanda di terima di rumah Anna dengan baik,tetapi dia merasa sangat tidak enak menyusahkan keluarga Darren.

__ADS_1


..."Bersambung "...


__ADS_2