
Anna mempersilahkan Amanda untuk beristirahat di kamar tamu.Darren menarik tangan Anna dan Bibi Sarah ke ruang tamu,dia meminta mereka untuk merahasiakan identitas aslinya.Darren tidak ingin Amanda mengetahui jika dirinya hanya seorang agen rahasia pengganti.
"Kenapa bibi Amanda tidak kakak biarkan dia pulang ke tempatnya?"
"Situasi masih berbahaya Anna,kakak yakin di belakang penculikan bibi Amanda pasti ada kejadian lagi untuk mencelakai nya"
"Bukankah para penjahat itu sudah tertangkap?"
"Kakak akan kembali ke kantor polisi untuk menanyakan mereka.Tolong jaga bibi Amanda yah?"
"Baik lah"
Darren kembali pergi dari rumah menuju kantor polisi untuk mengetahui Informasi lebih lanjut tentang pada penjaga yang sudah ditangkap.Di kantor polisi Darren menanyakan kelanjutan kasus penculikan Amanda,akan tetapi para penjahat itu sudah di bebaskan.Hal itu membuat Darren amat kesal dengan polisi karena mereka tidak mendapatkan Informasi apa pun.
"Bagaimana mungkin kalian melepaskan para penculik itu?"
"Kami tidak tahu mereka benar menculik atau hanya di tugaskan untuk berjaga di gudang tersebut.Kamu tahu bukan mereka tidak memegang kunci gembok pintu itu,jadi mereka hanya penjaga di gudang kosong itu"
Darren tidak bisa mendapatkan Informasi apa pun dari kantor polisi.Tetapi dirinya yakin bahwa ada orang yang memiliki kuasa kuat sehingga orang tersebut bisa membebas kan pada penjaga tersebut.Darren mencoba menghubungi Tuan Morgan,akan tetapi ponselnya tidak dapat di hubungi.
Tiba-tiba notifikasi ponselnya berdering panggilan dari Anna,Anna memberikan Informasi jika Amanda ingin pergi dari rumah karena dia khawatir dengan putranya Samuel.Mendengar hal itu,Darren bergegas untuk kembali pulang ke rumah.
"Pitter aku harus kembali,aku sangat khawatir dengan Samuel.Sudah 2 hari aku tidak di rumah,pasti dia mencariku.Aku akan pulang"
"Bibi...diluar masih tidak aman untuk mu"
"Kenapa?Bukan kah para penculik itu sudah di tangkap?"
"Mereka sudah di bebaskan"
"Apa?!"
"Ada seseorang yang menjamin kebebas mereka,apa lagi mereka juga tidak menemukan bukti jika mereka semua penculik bibi"
"Siapa yang menjamin kebebasan mereka"
"Aku tidak tahu,yang jelas aku rasa dia mempunyai kuasa kuat"
"Tapi Pitter,aku harus pulang aku sangat mengkhawatirkan Samuel.Dia tidak akan bisa hidup tanpa bibi"
"Bagaimana jika aku membawa Samuel kemari,sampai dimana aku bisa mengungkapkan di balik rencana pembunuhan dan penculikan bibi"
"Tidak Pitter!Aku tidak ingin merepotkan kamu dan keluarga kamu"
"Bibi,kami tidak merasa di repotkan"ucap Anna menyambung pembicaraan mereka
"Terima kasih karena kalian sangat baik padaku"
"Sama-sama bibi"
Akhirnya Darren memutuskan untuk kembali ke Apartemen Amanda untuk membawa Samuel.Darren menggunakan sebagian uang dari Alex untuk membeli sebuah Mobil,dengan Mobil barunya dia menuju ke desa Wesley untuk menjemput Samuel.
Saat Darren menuju Apartemen,terlihat pintu rumah Amanda ada bekas congkelan yang merusak pintu Apartemen Amanda.Darren beberapa kali mengetuk Apartemen Amanda, terlihat hening dan sepi.Tak berapa lama seorang tetangga bibi Amanda lewat di depan Darren dan memberitahu kan jika Samuel beberapa hari ini tidak pulang,ada sebagian orang yang mendengar ada sebuah keributan di dalam kamar Apartemen Amanda tapi mereka tidak berani untuk keluar.Ada seseorang yang melihat beberapa pria bertubuh besar membawa Samuel pergi dengan sebuah mobil ujar si tetangga Amanda.
"Apakah Anda tahu dimana Samuel berada Bu?"
"Tidak,lebih baik kamu pergi ke sekolah nya.Mungkin dari dia berada di sana atau beberapa teman ataupun guru sekolah nya ada yang mengetahui keberadaan Samuel"
__ADS_1
"Terima kasih telah memberikan Informasi ini Bu"
Darren menuju sekolah Samuel,untuk mencari keberadaan nya.Darren masuk kedalam sekolahan,dan mencari tahu keberadaan Samuel akan tetapi guru memberitahu kan jika sudah beberapa hari ini Samuel tidak masuk tanpa ada kabar.Darren tidak tahu harus mencari keberadaan Samuel,saat Darren keluar dari ruang guru,terlihat seorang anak laki-laki yang menguping dan mengintip pembicaraan Darren dan guru kelas Samuel.
Melihat Darren memergoki nya,dia langsung menjauh berlari menghindari Darren.Darren langsung mengejar anak laki-laki tersebut.
"Tunggu!!"
"Kenapa kamu menguping pembicaraan ku dan guru?"
"Ti-tidak aku tidak mendengar obrolan kalian"
"Apa kamu mengenal Samuel?"
"E-e tidak "ucap anak laki-laki itu sambil tergesa-gesa meninggal kan Darren
Darren sangat curiga dengan gelagat si anak laki-laki tersebut,dan dia mengejar anak laki-laki itu.
"Kamu tahu keberadaan Samuel?"
"Tidak!!Aku tidak mengenalnya?!"
"Aku juga tidak tahu jika dia pergi dari rumah!"
"Kamu tahu dia pergi dari rumah?!"
"A-apa?Ma-maksudku aku tidak tahu kenapa banyak sekali yang mencari nya"
"Dengar aku tidak akan menyakiti Samuel,karena aku akan membawanya kepada Ibunya.Jika kamu mengetahui Samuel aku akan membawanya ke Ibunya.Apa kamu mengira aku orang jahat?"
"Maafkan aku kak,Samuel berada di rumahku.Dia sangat ketakutan karena beberapa hari ini dia di datangi beberapa pria berbadan besar yang mencari Ibunya.Mereka menangkapnya dan membawanya ke sebuah tempat yang tidak tahu letaknya.Mereka hendak membunuh dirinya,tetapi Samuel berhasil kabur dari mereka.Dia berlari mencari pertolongan tetapi saat itu tidak ada orang dan dia bersembunyi di rumahku,dia tidak berani untuk keluar ataupun bersekolah kak"
"Tapi kamu tidak berbohong kan?Jika kamu tidak akan menyakiti Samuel?"
"Tentu saja tidak, laporkan polisi jika aku berbohong "
Akhirnya Anak tersebut membawa Darren menuju rumah nya untuk menemui Samuel.Samuel bersembunyi di ruang bawah tanah begitu saking ketakutannya,Samuel hanya bersembunyi di ruangan bawah tanah milik keluarga temanya itu.
"Richard kenapa kamu membawanya kemari?"
"Samuel kamu tenang saja aku tidak akan menyakiti kamu"
"Untuk apa kamu kesini?"
"Mereka suruhan kamu kan?!"
"Apa maksud kamu?"
"Kamu sebenarnya orang jahat yang akan membunuh ku,untuk menikahi Ibuku kan?!"
"Pergi!!Richard usir dia dari sini!"
"Samuel...tenang...tenang...aku tidak akan menyakiti kamu,mereka bukan orang suruhan ku!Ibu mu juga pernah hendak di bunuh bahkan mereka menculik Ibumu,akan tetapi ibumu berhasil aku selamat kan jadi aku putuskan untuk mengamankan kamu juga"
"Apa?!Mereka juga akan membunuh Ibu?"
"Iya"
__ADS_1
"Siapa mereka kenapa mereka ingin membunuh aku dan Ibu?"
"Itu yang akan aku cari tahu"
"Lalu dimana ibuku?"
"Dia berada di rumahku.Ikutlah dengan ku,agar kamu bisa bertemu dengan Ibumu"
Akhirnya Darren berhasil membujuk Samuel untuk pergi bersamanya.Dia membawanya menuju di kediaman Anna dan Bibi Sarah.
Bibi Amanda,Anna dan Bibi Sarah sedang mengobrol di ruang tamu menunggu kedatangan Darren dan Samuel.
"Ibu..."
"Samuel anaku"
"Maafkan Ibu sayang meninggalkan kamu di rumah"
"Apa ibu baik-baik saja?"
"Iya sayang ibu baik-baik saja"
Darren langsung masuk ke dalam kamarnya,dia duduk di atas kasurnya dengan wajah yang sendu.Anna masuk ke kamar Darren tanpa mengetuk pintu,dia melihat Darren dengan wajah sendunya.
"Ada apa kak?"
"Tidak...tidak ada apa-apa "
"Kenapa wajah kakak sedih?"
"Sudah tidak ada apa-apa.Kakak hanya iri saja dengan Samuel,dia bisa memeluk Ibunya,dari kecil kakak tidak pernah di peluk oleh Ibu kandungku,aku pernah mendapatkan pelukan hangat seorang Ibu dari Ibu kamu"
"Hemmmm...aku juga sangat merindukan Ayah dan Ibu..."
"Sudah...sudah...kenapa kita jadi sedih bersama"
Darren menyembunyikan rasa kesedihan dan rindunya dari Anna,dia juga tidak ingin Anna sedih mengingat masa lalu kelam mereka.
"Tunggu!Mobil siapa itu didepan?"
"Mobil kakak"
"Dari mana kakak mendapatkan uang untuk membeli mobil sebagus itu kak?Kakak tidak mencuri kan?"
"Keterlaluan!Selama 1 bulan aku meninggal kalian,kamu fikir aku merampok?"
"Kakak hanya. bekerja 1 bulan tetapi bisa menghasilkan untuk membeli mobil bagaimana mungkin?"
"Sudah...ayo kita keluar?!Dengarkan aku,aku tidak mencuri,ataupun merampok.Aku membeli nya dari gaji pekerjaan ku"
"Ta-tapi "
Darren memotong pembicaraan Anna,dan menarik tangan nya untuk keluar menemui Bibi Amanda dan Samuel.Samuel di perkenalkan dengan Bibi Sarah dan Anna.Matanya tidak bergeming melihat wajah Anna,tangannya yang bersalaman untuk berkenalan dengan Anna di genggam erat oleh Samuel.
"Ekhem"
Suara daheman Darren membuat Samuel melepaskan tangan Anna,Anna hanya tersenyum geli melihat tingkah Darren yang kesal dengan Samuel.
__ADS_1
..."Bersambung"...