A Tears

A Tears
Chapter 3


__ADS_3

Selama lima tahun berada di NY, tidak banyak orang yang mengunjugi rumahku. Kebanyakan aku akan menemuni teman-temanku diluar atau aku yang mendatangi rumah mereka. Seingatku hanya empat orang yang pernah berkunjung kerumahku. Juno yang setiap tahun datang mengunjugiku, Alexa teman wisataku, Luke yang sesekali datang menginap dan yang terakhir Alan.


Alan yang akhirnya menjadi roomateku juga tidak pernah membawa teman atau pacarnya mengunjugi rumah, padahal aku tidak pernah melarangnya. Padahal aku pernah memberitahu Alan bahwa sesekali dia boleh membawa temannya tentu saja sebelum itu dia harus memberitahuku terlebih dahulu.


Aku dan Alan memilih menunggu diluar restoran saat Kevin sedang menyelesaikan tagihan makan siang kami. Alasan lain kenapa kami berada diluar restoran adalah untuk mendengarkan alasan Alan tentang pertanyaan Kevin tadi.


"Apa maksudmu tadi?" tanyaku


"Joa, dengarkan aku. Aku benar-benar lupa memberitahumu. Sebenarnya aku mengundang Kevin untuk tinggal bersama kita selama dia berada di NY" jelas Alan, raut wajah Alan melemas karna lupa memberitahuku tentang hal tersebut.


"Kau seharusnya memberitahuku, bagaimana bisa kau... Ahh lupakan" kataku sebenarnya aku tidak keberatan Kevin menginap dirumah kami selama dia di NY, toh dia adalah sepupu Alan. Hanya saja melihat Alan sikap Alan yang merasa bersalah membuatku sedikit terhibur


"Joa, dengarkan aku, sudah hampir sebulan dia berkelana sendiri. Jadi aku berpikir ada baiknya jika dia memiliki teman sebelum kembali ke Korea" kali ini Alan sedikit merengek seperti anak kecil.


"Baiklah, terserah. Lagipula dia akan tidur bersamamu"


"Joa, kau keterlaluan kali ini. Bagaimana mungkin kau membiarkan dua orang pria tidur dikamar yang sekecil itu"


"Wahhh tega sekali kau, kau menyuruh Kevin tidur di sofa?"

__ADS_1


"Kenapa harus di sofa, kita punya kamar lain" jelas Alan


"Kau gila, itu kamar Juno sinting"


"Tidak ada yang menempati, setidaknya lima hari. Uhm.. Tidak empat malam, hanya empat malam, di kamar Juno. Tolonglah teman" Alan memegang tanganku berharap aku mengizinkan


"Kau berutang satu kali padaku"


Kevin yang keluar dari restoran sontak membuat kami langsung tersenyum padanya, seolah-olah tidak ada yang kami bicarakan sedaritadi.


Selama perjalanan pulang, kami lebih banyak menghabikan waktu untuk melihat pemandangan diperjalanan kami, "sudah musim panas" pikirku. Dedaunan tampak begitu hijau, menenangkan mata dan pikiran. Kami memasuki area perumahan kami, tempat yang sederhana namun nyaman dan tenang. Para penghuni di lingkungan ini kebanyakan adalah pekerja kantoran, mereka ramah tapi tidak terlalu mencampuri urusan penghuni lain.


Rumah yang dibeli Juno untuk kutempati cukup sederhana, hanya memiiki satu lantai. Dua kamar tidur dibagian depan, satu kamar ditempati Alan dan satu lainya ditempati Juno sesekali. Aku menempati kamar tidur yang berada diruang tengah, didepan kamarku terdapat ruang makan dan dapur. Di bagian belakang rumah ada ruang bersantai, di sana terdapat jendela yang cukup besar untuk menerima sinar matahari dan melihat pemadangan danau buatan. Ahh sebenarnya diatas kamarku, terdapat sebuah ruang yang yang tidak terlalu besar. Tidak dihitung lantai karna awalnya hanya dijadikan gudang, aku merenovasi ruangan tersebut menjadikan studio untukku bekerja.


"Masuklah" kataku


"Anggap saja rumah sendiri" saut Alan


"Kau bisa menempati kamar ini. Ini kamar kakakku, dihanya sesekali mengunjungiku dan tidur dikamar ini. Aku akan segera membawa sprei baru untukmu" jelasku

__ADS_1


"Makasih, maaf merepotkanmu" saut Kevin dengan canggung. Aku hanya membalasnya dengan senyuman ringan dan mengangguk.


Alan mengikutiku dari belakang, menepuk pundakku "Biar aku saja, sebaiknya kau beristirahat"


"Okay.. Kalau begitu aku akan berada di studio" jawabku singkat sambil menaiki tangga menuju studioku.


Sudah cukup lama, seseorang mengujungi bahkan menginap di rumah kami. Mengingat aku cukup mengenal Kevin melalui cerita Alan, "pasti akan menyenangkan" pikirku.


Suasana yang menyenangkan membuatku pada melanjutkan pekerjaanku dengan baik. Tak terasa waktu sudah cukup larut, aku yang cukup sering melupakan waktu saat bekerja. Alan yang mengerti cara kerjaku tidak pernah menggangu, dia hanya sesekali mengingatkan ku waktunya makan.


Ahh waktu sudah menunjukan jam satu pagi, aku telah menghabiskan sepuluh jam disini untuk membuat dua lagu. Aku masih menggunakan pakaian tadi siang mulai merasa tidak nyaman, dengan sisa tenaga yang kumiliki, aku mulai menuruni tangga menuju kamarku.


"Kau baru selesai?" tanya Alan. Suara Alan cukup mengagetkanku, Alan dan Kevin sedang menonton pertandingan basket diruang santai.


"Kau mengagetkanku" seruku "Kenapa belum tidur?" tanyaku


"Kau juga belum tidur, sudah kau selesaikan? " saut Alan. Sambil mengangguk aku melanjutkan menuruni anak tangga menuju kamarku.


"Makanlah dulu, kami membuat pasta untuk makan malam tadi" kata Alan

__ADS_1


"Akan kumakan besok sebagai sarapan, aku harus mandi dan tidur sekarang" perutku cukup lapar tadi rasa lelah mengalahkan segalanya, "aku butuh tidur" kataku dalam hati.


__ADS_2