A Tears

A Tears
Chapter 9


__ADS_3

Sejak kepulanganku, yang kulakukan hanya makan dan tidur. Awalnya aku berpikir untuk berwisata di Korea, tapi pada akhirnya aku terlalu malas untuk keluar rumah. Beberapa temanku masih sibuk berkerja, jadi kami belum bisa menentukan kapan akan bertemu.


Rasanya seperti seorang pemalas, aku bahkan tidak berpikir untuk menulis lagu. Tapi pagi itu aku memutuskan untuk bangun lebih pagi, ada seseorang yang harus ketemu.


"Kau sudah bangun?" tanya Juno


"Aku harus pergi kesuatu tempat" jawabku


"Begitu? Um.. Ini" Juno menyodorkan sebuah kunci mobil padaku pagi itu.


"Ahh tidak perlu, aku lebih nyaman dengan transportasi umum. Aku bahkan tidak tahu arah jalan karna terbiasa dengan bis dan kereta" jawabku menolak mobil yang ditawarkan.


"Gunakan GPS, sampai kapan kau tidak mau belajar mengafal jalan. Toh kau akan tinggal lama kali ini" paksa Juno.


Karna kehidupan yang sulit aku lebih mengandalkan transportasi umum seperti bis dan kereta dengan harga murah. Tapi sejak Juno sukses dengan pekerjaanya, dia mulai mengoleksi mobil-mobil bagus. Tapi aku tidak pernah tertarik, lebih mudah dengan bis pikirku. Aku hanya perlu menungggu sampai stasiun tujuan ku lalu turun dengan damai.


Tapi kali ini, Juno benar. Setidaknya aku harus berusaha untuk memahami jalanan di Seoul, setidaknya beberapa jalan yang akan sering akuk lalui.


"Kau akan bertemu siapa hari?" tanya Juno


"Mark" jawabku


Juno mengerutkan keningnya "Bukannya dia sedang berada dimiliter?" tanya Juno


Mark adalah salah satu teman baikku, pertemuan kami yang tidak biasa membuat hubungan kami cukup komplex diawal.


Pada saat SMA aku pernah mengambil part time saat liburan musim panas, aku memutuskan untuk bekerja disebuah mini market di dekat rumah. Bukan karna aku kekurangan uang, tapi karna aku sedang bosan. Juno sedang menjalankan wajib militernya. Jadi aku mencari kegiatan lain di hari liburku.


Suatu hari seorang pria berpakaian tebal dan kacamata hitam masuk ke minimarket tempat aku bekerja. Aku yang binggung langsung melihat keluar kaca, memastikan bahwa ini malam hari. Pria ini sangat mencurigakan kenapa dia memakai kacamata hitam di malam hari. Apa dia buta, pikirku. Seakan tahu diperhatikan Pria mendekatiku dan berkata "Kau kenal aku?"


Aku mengatakan tidak, tapi aku malah menjawabnya "Siapa kau"


Pria ini seolah tidak percaya dengan apa yang kukatakan, me lepas kacamatanya dan berkata "Jangan bohong bocah, jika tidak mengenalku kenapa terus menatapku" tanyanya


Aku yang lelah dengan orang gila ini menjawab "Aku menatapku karna kau mencurigakan, kau memakai kacamata hitam di malam hari, aku kira kau buta ternyata tidak. Aku tidak mengenalmu" jawabku ketus


Wajahnya berubah, langsung mengikutiku, "Kau benar tidak mengenalku" tanyanya lagi


"Apa kau mengenalku" aku sudah mulai kesal dengan orang ini.


"Tentu saja tidak, Kau hanya..." belum sempat melanjutkan perkatakannya aku memotong dan berkata "Tentu saja aku juga tidak mengenalmu, jika tidak ingin beli silakan keluar dari ini" kataku.

__ADS_1


Keesokannya pria ini datang lagi di jam yang sama dan berkata "Aku Mark dari band Heal, kau tahu aku sekarang?" tanyanya


"Siapa orang bodoh ini. Apakah dia seleb? Aku tidak yakin pernah melihatny, kalaupun dia seleb kenapa sangat santai memberitahuku" pikirku


"Maaf, aku jarang menonton TV" jawabku


"Kau tidak terkejut, aku pemain bass di bandku, kami bahkan muncul di acara akhir tahun" jelasnya dengan semangat.


"Lalu apa? Kakakku bahkan seorang penyanyi" katakku lagi dalam hati.


"Wahh selebritis" katakku pura-pura semangat. Mark yang terkejut dengan sikapku langsung meninggalkan toko malam ini.


"Dasar sinting, kau bahkan akan lebih terkejut saar tahu siapa aku, sialan" kataku


...


Siapa yang menyangka seminggu kemudian Mark kembali muncul di toko dan mengajakku untuk menjadi teman nya, "Ayo berteman, aku sudah berpikir cukup lama, kau bocah pertama yang tidak mengenalku. Pasti akan menyengkan jika kita berteman"


Aku menatap Mark dengan wajah yang daftar "Maaf aku tidak tertarik, aku akan berhenti bekerja enam hari lagi, aku tidak punya waktu bermain denganmu" jawabku


"Aku mengajakmu berteman bukan bermain" katanya. Dia tampak serius dengan perkatakannya.


Hubungan kami semakin dekat, aku juga sering menceritakan hari-hariku pada Mark. Bahkan aku meberitahu siapa kakakku, dia benar-benar terkejut saat tahu aku adalah adik kandungan Juno, "Pantas saja kau sangat saat itu, ternyata kakak mu adalah Juno yang terkenal itu".


Mark adalah orang kedua yang mengetahui alasan sebenarnya kenapa aku berpisah dengan Luke. Bukannya dihibur dia malah marah karna aku terus menerus menangis "Jangan tangisi orang brengsek seperti dia. Air mata mu tidak pantas jatuh untuk orang seperti itu" katanya.


Akhir tahun yang lalu Mark mulai menjalankan wajib militernya, aku akan pergi mengunjuginya untuk pertama kali hari ini.


Setelah sarapan dengan Juno selesai, aku mulai berbenah diri dan turun ke basement "Kunci ini untuk mobil yang mana satu" kataku


Terlalu banyak mobil, apa ini semua milik Juno. Aku harap tidak.


TIT..


Akhirnya aku menemukan sebuah mobil di ujung basement, aku tidak mengerti jenis-jenis mobil tapi ini terlihat cukup mewah, apa tidak apa-apa kubawa, pikirku.


Aku melaju keluar dari gedung apartment Juno, bangunanya berada di kawan elite. Aku tidak terlalu nyaman dengan semua ini, kataku lagi.


Butuh waktu delapan puluh menit untuk sampai dipangkalan tempat tugas Mark, aku memarkirkan mobil dan dengan tenang masuk ke dalam gedung. Mendaftarkan diri dan menungggu dengan sabar.


Tidak lama kemudian seorang pria berbadan tegap muncul dihadapanku, dia bertanya kepada petugas siapa yang datang mengunjuginya. Aku langsung berdiri, dan tertawa melihat Mark berpakaian tentara dan berambut cepak.

__ADS_1


"Yaa.." teriak Mark, dia cukup terkejut dengan kehadirankku, aku menghampirinya dan memeluk dirirnya. Mark membalas pelukanku sangat menyenangakan bertemu dengan Mark.


Kami duduk ditempat yang sudah disediakan, semua orang mulai melirik kearah kami.


"Kapan aku kembali?" tanya Mark


"Sekitar seminggu yang lalu" jawabku


"Kau masih belum bisa melupakannya?"


"Aku sedang berusaha, itu tidak mudah bodoh" kataku lagi


"Sampai kapan kau akan disini"


"Aku tidak tahu. Sam menyuruhku pergi berlibur karna aku tidak bisa bekerja dengan baik"


"Tinggallah lebih lama, kau akan merasa baik disini. Aku tidak bisa menemanimu sekarang, tapi saat aku mendapatkan libur bulan depan, aku akan menemanimu" janji Mark.


Hubunganku dan Mark sudah berjalan ketahap layaknya keluarga. Dia bahkan tidak peduli saat orang-orang bergosip tentang kami. Ada suatu waktu saat dia ke NY untuk berlibur dia memposting foto kami berdua, dan menulisakan "temanku yang sangat kucintai" sejak saat itu para penggemarnya mengenalli diriku. Tentu saja ini tidak nyaman untukku, bukan merasa tidak nyaman dikenal sebagai teman Mark. Tapi aku tidak nyaman jika ada yang tahu aku adalah adik Juno.


Mark yang terus menatapku membuat aku tidak nyaman "Apa" tanyaku.


"Kau tampak menyedihkan" katanya


"Kurang ajar kau" makiku


"Kau tidak peduli dengan Luke, jangan menyebut atau membicarkan dirinya lagi. Pergilah mencari teman baru dan kencani beberapa pria" katanya


"Wahh kukira sejak masuk militer kau akan berubah menjadi pria dewasa dan bijaksan, ternyata sama saja" balasku


Mark mulai melirik jam tangannya, aku mengerti waktunya kunjungannya sudah selesai. Dia harus kembali sekarang.


"Kau datang dengan siapa?" tanyanya


"Sendiri. Aku mengendarai mobil kesini" balasku


"Kau? Mobil?"


"Apa yang membuatmu sangat terkejut" tanyaku


"Dua-duanya. Joa, aku harus kembali. Maaf aku tidak bisa mengantarmu keluar. Hati-hati dijalan, sampai jumpa bulan depan" kata Mark dia buru-buru memelukku dan berlari keluar rungan.

__ADS_1


__ADS_2