Abcdefg

Abcdefg
Bebas


__ADS_3

"AAAAAAAAAAAAAAAA" Aku berteriak sambil berlari dengan tangan terbuka di malam padatnya jakarta. Persis seperti orang tidak waras


Dada ku terasa lega, bebanku terasa hilang dan kini aku berlari seperti di awang awang. Kuhirup dalam dalam udara malam Jakarta sampai dadaku terasa penuh


Semesta seperti mendukungku. Bintang bertabur dengan indah di langit malam. Bulan menampakkan rupanya dengan sempurna. Dan angin malam yang bertiup sepoi sepoi


Aku berlari kencang seperti kerbau yang dilepas tuannya. Kaki terasa ringan, sangat ringan. Tujuanku ke tempat dia. Iya dia! Carina bellatrix. Mataku bersinar malam ini, senyumku tak bisa kulepas dari wakahku.


Sedikit lagi, hanya sedikit lagi jarakku dengan rumah Carina! Ku tambah kecepatan lariku. Ada sesosok yang keluar dari rumah itu. Ah... itu dia! Sosok yang kurindukan sepanjang malam. Sosok yang membuatku ingin bertemu dengannya sekali lagi


Ku pelankan langkah kaki ku. Senyumku terus terukir di di wakahku. Ku dekati dia berlahan dan mulutku mengatakn 1 kata yang terus berada di dalam pikiranku


"Carina"


Carina yang sedang membuang sampah, terkejut namanya disebut. Dia menoleh terbelalak kaget melihatku ada di depannya. Aku melangkah lebih dekat lagi. Jarakku hanya sekitar 1 meter darinya!


Aku tersenyum lebar melihat orang yang ingin ketemui. Sorot mataku menampakkan kerinduan yang amat sangat. Aku menatapnya tanpa berkedip.


"Fabian?"


Namaku disebut olehnya. Itu suara yang kurindukan sepanjang malam. Mata kananku meneteskan air mata yang mengalir pelan di pipi kananku. Ini bukan tangis kesedihan seperti sebelumnya


Perasaanku campur aduk, aku tak dapat mendeskripsikan nya. Senyumku masih tertera di wajahku sementara air mataku terus membanjiri pipi kanan dan kiriku.


Dia mendekat dan memelukku tiba tiba. Aku sangat kaget dalam beberapa detik sebelum air mataku deras membanjiri pipiku. Ah.. Ini malam paling bahagia dalam hidupku.


"Aku berhasil!! Aku berhasil!!! Aku bebas sekarang!!! Aku berhasil!!" ku katakan itu berkali kali di dekapannya. Di menepuk nepuk pundakku dengan tersenyum


"Ya! kamu berhasil, kamu hebat!" Kalimat itu membuatku bahagia. Sangat bahagia! Aku tenangkan diriku dan mengontrol lagi emosi ku yang sempat lepas kendali


1 menit aku berada di dekapan Carina. Itu terasa hangat dan sekaligus membuatku malu.


"Malam semakin dingin, Ayok masuk dulu" Dia mengengam tanganku, mengajakku masuk kerumanya. Wajahku memerah seketika melihat tanganku digenggamnya. Aku mengalihkan mukaku, jaga jaga agar dia tak melihat mukaku

__ADS_1


Aku sedikit bimbang saat berada di depan pintu rumahnya. Dia menengok ke arahku dan mengangguk meyakinkan. Aku masuk ke dalam rumahnya yang disambut oleh anak kecil. Ah, aku ingat! Dia anak kecil waktu itu yang bersama Carina


"Abang siapa?" Dia bertanya sambil mengumpat di balik badan kakaknya dengan wajah ketakutan. Aku berjongkok di depannya dan menjawab


"Halo adek manis, Nama abang fabian. Abang boleh kenalan gak sama kamu?" Ku julurkan tanganku ke arahnya. Dia mengangguk cepat dan menerima uluran tanganku dengan riang


"Nama aku Bella! Nama panjang aku Bella Shallitta!" Kakak nya terkekeh geli melihat tingkah sang adek tiba tiba berubah ceria


"Shalitta? Artinya gembira bukan? Cocok untuk kamu" Aku tersenyum gemas melihat tingkahnya yang unik


"Iya! Kakak bilang Shalitta artinya gembira dan kakak juga bilang itu cocok untuk Bella!" Dia mengangguk ngangguk menjawab pertanyaanku. Itu sangat cocok untuk nya. Lihat saja, setiap kalimat yang diucapkannya penuh dengan semangat


"Bella, kamu bisa membawakan abang nya air?" si kakak yabg disamping nya bertanya kepada sang adek yang hanya dibalas dengan anggukan


Dia berlari ke arah dapur (mungkin). Suara air dituangkan terdengar sampai disini


"Ayok duduk!" Carina melangkah didepanku dan duduk di sofa tamu. Aku mengikutinya dan duduk dedepannya


"Anu.... maaf aku menganggu mu" Dia tertawa kecil mendengarku. Apa aku salah?


Aku lega mendengarnya. Saat aku ingin melanjutkan pembicaraanku tapi sang adek telah keluar dari dapur dan membawa nampan minuman dan piring kecil berisi makanan


"ini untuk Abang" Dia menyodorkan minuman berisi teh yang masih beruap. Untuk menghargainya aku meneguk sedikit karna masih panas . Dia meletakkan 1 cangkir minuman lagi untuk kakaknya dan piring kecil itu


"Bella mau tidur atau mau disini?" kata Carina


Ah... Ini sudah jam setengah 11 dan sudah jam tidur anak kecil


"Mau tidur ka! udah ngantuk banget bellahhh" Dia menguap dia akhir kalimatnya


"Makasih untuk minumannya bella, itu enak" Dia menatapku dengan berbinar dan mengangguk sebelum pergi untuk tidur


"Ada apa? Apa kamu ingin bercerita? Aku tidak akan memaksakan kamu bercerita, Jika kamu ingin bercerita aku akan mendengarkannya"

__ADS_1


Setiap kata yang keluar dari mulutnya sangat elegan. Aku menggeleng dan tersenyum kepadanya


"Tidak! Aku ingin bercerita. Apa itu akan menganggu mu?" Dia menggeleng lembut sebagai jawaban atas pertanyaanku. Aku lega mendengarnya dan mulai bercerita dengan detail. Dia orang yang baru kutemui, tapi aku merasa terbuka dihadapannya


Dia benar benar mendengarkan cerita ku sampai tuntas dengan antusias. Aku merasa sangat terhormati dengan sikapnya. Aku telah selesai bercerita dan kini aku ingin mendengarkan pendapatnya


Dia berdiri tegak dan berjalan kearahku. Dia mengelus kepalaku tiba tiba


"Kerja bagus. kamu hebat! Kamu sudah bertahan diatas itu semua! Dan kamu sudah berhasil keluar dari situ"


Aku tersenyum lalu mengangguk pelan. Kami berbincang ringan setelah itu.


"Dimana kamu akan tidur malam ini?" Aku melihat jam tanganku. Ini sudah jam setengah 12!


"Ah... maaf! Aku tidak sadar jam sudah menunjukkan setengah 12. Aku menginap di hotel dekat sini. Aku sudah kemasan kamarnya dan barang barang kebutuhan sudah diantar sampai hotel itu" Aku berdiri dan memakai jas ku lagi


Dia ikut berdiri dan menjulurkan tangan


"Jika kamu memiliki waktu, silahkan mampir dan aku akan mampir ketempat mu jika aku punya waktu luang"


Aku menerima ukuran tangannya dan mengangguk.


"Terima kasih, mungkin besok aku akan menemuimu menanyakan beberapa perihal. Apa bisa?"


"Tentu! Ada hal yang ingin kutanyakan juga denganmu. Ayok mampir lagi ke rumahku besok! Aku jarang keluar rumah, jadi kami bisa kapan saja datang"


Aku tersenyum mengangguk dan berjalan ke arah pintu keluar. Dia mengikuti ku dari belakang


"Apa aku boleh mengantarmu?"


"Tidak, Aku seorang laki laki dan ini sudah tengah malam. Kamu perempuan dan harga diriku akan hilang jika diantar keluar jam segini. Cukup sampai disini saja!"


"Baiklah, kalau begitu hati hati"

__ADS_1


Aku mengangguk sebagai balasan dari perkataannya. Aku berpamitan dan pergi dari rumahnya.


__ADS_2