Abcdefg

Abcdefg
Diskusi


__ADS_3

Aku bergegas pergi untuk tidur karna ini sudah hampir tengah malam. Aku naik ke atas ranjang tempat tidur ku dan mencari obat tidur di meja samping kasur.


Ku telan beberapa tablet, berharap malam ini aku dapat cepat terlelap. Wajah Fabian terlintas di pikiranku sukses menahan Raga ku untuk terlelap.


Aku memutar posisi tidurku ke kanan, ada apa dengan ku? Apa aku kasihan dengan dia? Atau aku merasa nyaman dengan Dia? Entah lah, yang ku tahu dia cukup tampan


Aku seketika terbelalak. Ada apa dengan ku! Tidak, hilangkan pikiran itu. Tidak mungkin aku jatuh cinta hanya dengan pandangan pertama. Itu hanya ada dalam dongeng belaka


Hentikan pikiran pikiran itu. Aku harus tidur!


        ________________________________________


Aku bangun pukul 7 pagi.


“Astaga! Aku terlambat sekolah" aku bergegas turun dari kasur


“Hari ini kan libur! Buat ku jantungan aja" ku naiki tempat tidurku kembali dan menarik selimut ketubuhku. Seperkian detik dari aku menutup mata aku kembali berdiri


“Cari kerja bego!” Aku mengutuk diriku yang kadang menjadi pelupa.


Aku membersihkan badanku dan berniat membuat sarapan. Aku pergi ke dapur dengan mata yang masih sayu persis seperti orang bangun tidur.


“Bella? Kok disini?” Mataku terbuka penuh melihat sosok adik berdiri tegak dengan memakai celemek


“Pagi kak, aku lagi nyiapin makanan. Sekali kali gak papa lah kalau aku yang buat" Dia nyengir lebar tanpa ada rasa bersalah sedikit pun tertera di wajahnya


“Mau kakak bantu gak?” Jujur aku masih merasa cemas saat dia menggunakan alat alat dapur. Bukan karena  aku tak mempercayainya tapi dengan alasan dia masih kecil di mataku


“ Gakkk.....!!! Kakak diam aja di meja makan, tar bella yang nyedian" dia menggeleng geleng kuat dan menyuruhku duduk di kursi makan


“Okelah... hati hari yaaa!” Aku berkata sambil jalan ke tempat makan menunggu sarapan yang dibuatnya.


Beberapa waktu kemudian dia datang dengan wajah sumrigah membawa sarapan yang dia buat. Itu menu yang sederhana, nasi goreng dengan telur dan 2 gelas susu


Aku memuji makanan yang di buatnya, dan itu membuat dia membulatkan matanya senang. Setelah selesai sarapan aku mulai membuat rancangan untuk usaha ku selanjutnya yang masih abu abu


Beberapa waktu kemudian aku terkejut dengan bunyi ketokan pintu. Aku berdiri membukakan pintu, melihat siapa gerangan tamuku ini.


“Halo Carinaaa “ Fabian muncul tepat didepanku saat ku uka pintu. Wajah tampan yang muncul didepanku ini sukses membuatku terpana sebentar sebelum mempersilahkan dia masuk


“Halo juga Bella" Fabian dengan ramah menyapa Bella yang dijawab dengan riang oleh sang adek


“Halo Abang!!” Bella berlari kecil menghampiri Fabian


“Pagi ini kamu tetap riang ya" Fabian terkekeh melihat tingkah riang adekku

__ADS_1


Aku bergabung ke percakapan mereka dengan membawakan segelas teh hangat. Dia memberikan 1 kotak martabak yang masih mengepul ke Bella yang disambut dengan senang hati


Bella pergi menonton serial film kesukanaanya dan aku duduk bersama dia.


“Ada apa kemari?”


“Banyak yang ingin kutanyakan, tapi dari mana ya bagusnya?” Dia tampak berpikir sebentar


“Oh iya.... Aku belum mengenal mu selain namamu"


“ Aku Carina bellatrix, kita sepantaran dan aku kelas 1 SMA" aku memperkenalkan diriku dengan singkat yang dibalas dengan anggukan


“Ohya! Diamana Ayah dan Ibumu? Aku belum menemui mereka dan mengucapkan salam" Fabian tampak khawatir akan itu


“Papa membuang kami dan ibu sudah meninggal 3 tahun yang lalu bertepatan dengan ultahmu sekaligus saat kepergian ibumu. Aku kini menjadi tulang punggung keluarga" Aku tersenyum menunjukkan aku tidak apa apa dengan pertanyaannya itu


“Maaf membuatmu mengingat kejadian yang tidak mengenakkan" Raut wajahnya tampak sedih. Bibirnya tampak sedikit maju kedepan


Aku menelan ludah menyaksikan wajahnya yang tampan dan imut dalam 1 waktu. Wajahnya baby face! Oh may god


“Tidak Apa, bagaimana dengan mu?”


Dia melihat ke arahku dan membuatku gelagapan sebentar


“Itu dia, aku ingin membuka usaha sendiri tapi belum tahu apa yang akan kujalankan"


Nasibnya sama denganku.


“Ayo mencari ide sama sama! Aku juga sedang berpikir tentang usaha yang akan kubuka" 


Wajahnya seketika sumrigah mendengar ku berkata seperti itu. Sepertinya kami bisa membuka usaha ber 2


“Apakah kamu akan tinggal di hotel terus?”


“Tidak, itu akan memakan banyak uang dan aku kini bukan bagian dari keluarga Baron. Aku akan tinggal di kos dekat sini dan pindah sekolah. Tapi....” Suaranya terdengar lemas dan Wajah nya terlihat lesu


“tapi Apa?” Aku bertanya


“Aku membuang nama Baron dan aku membutuhkan surat surat seperti Kk. Sepertinya aku harus mencari orang tua angkat" Dia membawa tangannya ke belakang kepala nya.


“Aku mempunyai kenalan, sepertinya dia bersedia untuk itu. Aku akan membantu mu mengurusnya"


“Sungguh! Terima kasih...” Matanya seketika berbinar mendengarnya. Aku tersenyum geli melihat tingkahnya


“Oh ya, Menurutmu bagaimana dengan Caffe? Aku berencana ingin merintisnya. Dan kukira aku punya modal yang cukup"

__ADS_1


“Caffe, yahh...” Dia  berpikir sebentar sebelum melanjutkan ucapannya


“ Itu sepertinya bagus. Tapi apa kamu punya lahan untuk memulai nya?”


Aku menggeleng lemas.


“Tidak"


Ah... aku terinhat beliau. Bos Reka! Mungkin beliau bisa membantu


“Ada seseorang yang mungkin bisa membantu, aku akan menanyakannya dan sekaligus menanyakan tentang persetujuan 'orang tua angkatmu'!”


Aku bergegas mengambil handphone ku. Ku cari nomor Boss Reka yang terkadang aku memanggilnya dengan sebutan papi karna beliau memintanya. Aku menekan tombol panggilan


“Halo papi, apa kabar?”


“Halo Carinaaa!! Kabar baik. Bagaimana dengan mu dan Bella? Apa kamu dan adikmu sehat? Bagaimana makanmu? Apa ada teratur? Sekolahmu Bagaimana? Ini sudah 2 minggu kamu tak memberi kami kabar!”


Aku terkekeh karna sikap orang yang sudah kuanggap ayah ku itu tidak berubah


“Semuanya baik pi, bella sedang menonton di kamar. Bagaimana kabar mami?”


“Mami baik baik saja. Dia sedang keluar membeli bahan bahan makanan”


“Papi aku ingin minta tolong sekaligus saran papi"


“Ada apa nak? Papi akan berusaha membantumu"


Aku menjelaskan keadaan fabian dan meminta saran papi tentang usaha kami


“Tidak Apa, Papi bersedia menjadi orang tua angkat dari nak fabian. Mami juga pasti akan berpikir seperti itu"


“Mengenai usaha yang akan kalian rintis, mungkin papi bisa bantu sedikit. Di dekat sana ada tanah papi. Tidak terlalu besar dan letaknya bagus untuk Caffe"


“Papi dan Mami akan kesana besok. Untuk mengurus surat surat nak fabian dan kalau boleh, membantu usaha kamu dengan nak fabian"


Aku sangat senang mendengarnya dan fabian berkaca kaca mendengar penuturan papi. Kami mengucapkan terima kasih berkali kali dan berbicara ringan sebelum menyudahi pembicaraan


Aku dan fabian melanjutkan rancangan usaha kami sampai malam tiba. Bahkan aku tidak sempat mandi dan dia ikut makan bersama kami


Pukul 11 malam kami setuju melanjutkannya esok hari, yang artinya sudah 15 jam kami berdiskusi. Aku langsung terlelap saat merebahkan badanku dikasur. Ku harap langkah awal kami ini bisa berjalan dengan lancar dan menjadi pintu kehidupan yang baru bagi kami


Malam ini tidak ada bulan. Tapi bintang bertabur indah di langit yang malam yang gelap itu.


 

__ADS_1


__ADS_2