
kami berjalan pulang tanpa sepatah katapun mengiringi, hanyut dalam pikiran masing masing. Angin malam dari arah timur tiba tiba berdesir kencang, menerpa rambutku yang kugerai. Aku menutup mataku akan debu di jalan besar
Di samping kananku Fabian terdiam menatapku, wajahnya memerah. dengan kulit putih yang dia miliki, itu terlihat lebih mencolok
"Ada apa? apa kamu sakit?" ku letakkan tanganku ke jidatnya dan alhasil wajahnya tambah memerah
"Ada apa? kamu tidak demam" aku heran, suhu tubuhnya tidak panas, apa dia panas dalam?
Dengan cepat dia mengalihkan pandangannya
"Aku baik baik saja, ayok kita pulang. Bella harus tidur" dia melangkah lebih dulu, meninggalkanku yang masih heran dengan perubahan sikapnya
Aku bergegas menyusulnya.
"Hei, ada yang ingin kutanyakan " ku samakan langkah kakiku dengan nya
"Ada apa?" dia bertanya kepadaku
"Kamu dari keluarga Baron. tidak ada yang tidak tau bahwa itu keluarga terpandang. Ayahmu pasti akan mencarimu dan pasti ada berita berita tentang anak keluarga baron yang kabur dari rumah. Bagaiman cara mu menanggulanginya? " Aku bertanya tanya selama ini, kenapa tidak ada orang yang mencarinya atau artikel tentang dirinya hilang
Dia terkekeh pelan, wajahnya menyeringai licik. aku tertegun sebentar. tidak menyangka bahwa dia bisa seperti itu
"sekitar 2-3 bulan lalu aku menyelidiki rahasia Ayah yang bisa menjatuhkannya dan rahasia perusahaan baron. menyadap computer kerja, smartphone dan mencari tau rekaman Cctv kantornya.." Dia menghela nafas sebelum melanjutkannya
"Aku mendapatkan bahwa Ayah sering melakukan pelecehan kepada pegawai perempuannya dan juga sering berlaku kasar secara fisik. beberapa hari sebelum ini aku sedang meretas computer, hp dan alat konunikasi pribadinya. aku menemukan bahwa dia mendirikan tempat judi yang sudah banyak dikenal oleh orang orang penyuka judi. Aku menulis ancaman akan membocorkan rahasia dia dan file file berharga perusahaan jika dia mencariku. Urusan Media, artikel atau surat kabar tentu akan dibungkam olehnya. baginya image lebih penting dari pada kesehatan anaknya sendiri" Dia menyudahi perkataannya dengan santai. sambil mengangkat bahu dan tersenyum dengan mudahnya
"lalu apa tidak ada yang mengenalimu? satu dua mungkin tau akan wajahmu"
"Di sekolah ku itu seperti kasta. Mereka mengelompok ngelompokkan muridnya. bahkan jika ada siswa yang cerdas namun keluarga nya bukan keluarga terpandang ia tak akan bisa bermain dengan anak keluarga yang kaya. begitupun juga sebaliknya. Anak anak yang berada dari keluarga berada tidak mau berteman dengan mereka. Bahkan fasilitas sekolah pun dibedakan termasuk itu lapangan,kantin dan alat alat olahraga. Selain guru dan 20 siswa kelasku kurasa tidak ada yang mengenaliku." dia tampak berpikir sebentar sebelum melanjutkan
" lagipula jika salah satu dari mereka melihatku mereka tidak bisa memberitahu ke publik bahwa ucapan Ayahku itu bohong. perusahaan baron lebih tinggi dari apapun perusahaan di negara ini. dan kemungkinan ke dua, mereka menganggap salah liat. tidak ada yang mmembayangkan bukan, putra pewaris perusahaan yang sudah menggurita ditemukan menjadi siswa sekolah biasa, berpakaian seperti remaja biasa dan tidak memakai barang barang mewah. mereka akan meganggap salah liat atau ada orang yang mirip denganku"
dari belakang aku menepuk nepuk pundaknya
"Kamu kuat, Dickson"
"Dickson?" Beo nya
"Itu namamu bukan. beri tahu Mami papi tebtang namamu. agar urusan kalian cepat selesai" Aku menjawab santai menirukan haya dia mengangkat bahunya
__ADS_1
"Oh iya, kenapa kamu hanya ingin mengganti nama Baron? kenapa tidak nama fabian juga?"
"Nama fabian itu diberikan oleh ibunda" Aku ber oh pelan dan manggut manggut mengerti
"Aku akan memanggilmu Dickson"
Dia terkekeh pelan dan mengusap ujung kepalaku
...***...
Aku menutup pintu kostku dan mengunci nya dari dalam.
"Srett" Aku meleyot di belakang pintu kamar kosku
"Cantik banget astaga" aku mengingat kembali di saat rambutnya terurai diterpa angin malam. Aku tersenyum senyum sendiri di kamar kos berpenghuni 1 itu
"Bruk" Aku menjatuhkan diriku ke kasur berukuran queen size itu.
"Mampus dah, ngeleyot gua" Mengingat bagaimana kejadian 3 detik itu berhasil membuatku terpana 3 jam
"Tuhan, kenapa anak orang bisa secantik dia?" Aku membatin
Sambil menunggu air mendidih aku membuka laptop. Mencari berita terbaru dari keluarga baron atau perusahaan baron. Betul kata ku, tidak ada 1 berita pun mengatakan aku kabur dari rumah. Awak media hanya mengatakan bahwa aku pindah sekolah ke luar negri sampai diresmikan menjadi CEO yang baru.
Aku mencari artikel tentang perusahaan keluarga temanku dan mantan tunanganku. satu dua mengalami profit yang turun Yang lain berhasil menaikkan kembali saham mereka namun jululan 10 perusahaan besar telah hilang dari genggaman nya.
Bunyi air mendidih terdengar sampai disini. Untuk kamar ukuran 3 ×4 meter bunyi keciil pun akan terdengar bukan?. Aku membawa mie ke depan laptopku.
Aku seruput mie dalam dalam. Keluar dari situs tentang perusahaan keluarga temanku menuju artikel artikel keluarga baron. Di urutan ke 4 terselip sebuah nama yang tak asing bagiku. 'Roben Baron'. itu nama kakekku
Aku melihat ke langit langit kamar kos ku. sudah 5 tahuan aku tak pernah bertemu dengan beliau bahkan hanya saling menanyakan kabar pun juga tak kuingat. Ah, setidaknya dalam jarak yang dekat ini aku harus menemui nya. hitung hitung menjaga tali persaudaraan. itu hal yang selalu dikatan ibunda
Aku mengambil hp ku di dalam saku jaket ku. Kuketik satu nama di konta. "Carin carina" aku memenjet tombol panggilan
"Halo" Suara riang ini sukses membiatku tersenyum bahagia
"Halo juga, apa aku menganggu malam mu?"
"tidak, ada apa?" Di seberang carina menggeleng kepalanya pelan
__ADS_1
"Aku ingin minta tolong"
"Hu'um"
"Apa kami bisa menemaniku ke rumah kakek? aku ingin menjaga tali persaudaraan. Ah... tapi jika kamu punya jadwal besok tidak apa apa. aku hanya sedikit taku karna sudah 5 tahun tidak bertemu beliau"
dari seberang terdengar kekehan pelan
"tidak, besok aku tidak memiliki jadwal. Bella juga besok akan pergi bersama papi mami liburan. jadi aku besok sendiri, beruntung kamu mengajakku, jadi aku punya kegiatan esok"
"Syukurlah. apa kamu tidak ikut dengan mereka?"
"Tidak, aku hanya malas ikut mereka ke pegunungan. aku tidak terlalu menyukai pegunungan. Ah, tapi apa aku pantas menemanimu? kamu sudah 5 tahun tidak bertemu dan tiba tiba datang bersama ku"
"Tidak apa. akan lebih tenang jika aku memiliki teman untuk diajak" aku nyengir menyudahi perkataanku
"Selain aku apa kamu mempunyai teman lainnya?"
"emmh... tidak, bahkan teman masa kecil ku pun tidak" Aku menggeleng pelan sembari menyeruput mie yang masih panas itu. Dari seberang terdangar sura kecewa dari mulutnya
kami berbicara sekitar 1 jam sebelum memutuskan untuk beristirahat. Aku mencari info info belakangan tentang kakek maupun nenek. Pop mie pedas pun sudah tandas di wadahnya. aku seruput kuahnya yang bewarna merah menyala itu.
kurasakan lidahku seakan terbakar. cepat cepat kuambil es di dalam kulkas kecil yang bertender di pojok kamarku. pukul 12 pas aku memutuskan beristirahat. Menyudahi kerjaanku malam ini
Suara kodok di genangan air dan suara jangkrik yang keras menjadi nyanyian pengantar tidur untukku. Malam ini purnama, tapi tidak ada bintang terukir di langit bahkan awan pun tidak terlihat di gelapnya langit malam. Bersih,hanya ada lbulan yang melingkar sempurna
...________________________________...
MBAAAAAAA...... Halo gaesss Apa kabar? Btw, sekolah kalian mulai sekolah kapan? masih daring kah????? Aku keknya sekitar tanggal 22 setelah Idul adha
kangen ama sekolah sihh.... tapi apa dikata. badanku terlalu berat untuk dipisahkan dari kasur😣😣😣
apa cuman daerah aku yang sekolah tgl 22 dan kayaknya bakal daring??? daerah kalian gimana???
Btw, jangan lupa tinggalkan komentar dan likenya nya. itu jadi penyemangat ku. makasih yang udah ngelike ama comment
ada yang bisa tebak gak itu siapa??🙂
__ADS_1