
gadis berambut sepunggung itu tak henti hentinya meneriaki satu nama yang berhasil memporak porandakan ring basket itu, dan hatinya tentunya.
"SEMANGAT KAK ANTA!!!" teriaknya dengan senang namun sang pemilik nama sepertinya tak terlalu memperdulikannya ah ralat, memang tidak peduli sebenarnya.
saat gadis itu sibuk meneriaki dan melompat lompat di pinggir lapangan ada yang menarik tangannya kebelakang membuatnya menoleh sedikit kesal.
"langit!!!! apaan sih ah! lagi seru juga!" gadis itu menantap tajam pada pria di hadapannya yang tengah menunjukan deretan gigi giginya.
"pulang ayoo!!" ajak langit
"gamau ah, lo aja sana pulang! gue masih mau nonton kak bumi" langit menghembuskan nafasnya jengah.
"yaudah terserah lo" langit berjalan dengan santai meninggalkan gadis itu yang tengah menghentak hentakan kakinya geram.
"LANGIT!!!!" Teriaknya membuat pemilik nama berhenti dan menoleh kebelakang.
gadis itu berjalan menghampirinya lalu memukul lengannya cukup kuat membuatnya sedikit meringis.
"apaan sih ini bocah astaga" ujar langit berkacak pinggang.
"kok lo ga bujuk gue?! hah?! lo udah gamau anterin gue pulang lagi?! iya gitu?!" gadis itu menendang tulang kering langit karna kesal namun pria itu malah tertawa di buatnya.
"Alana syantik tralala ayo pulang" ajaknya sambil terkekeh geli.
"ah langit!! ga iklas kan lo sebenernya" langit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil memejamkan matanya lalu ia ingat dengan satu hal.
"tanggal berapa nih cil?" tanya langit pada gadis itu.
"apaan lo cal cil cal cil! lo kira gue cilok apa! kan jadi pengen cilok" ucap gadis itu membuat langit berfikir sejenak.
"udah masuk akhir bulan ya?" tanyanya lagi.
"iyaaa, kenapa sih?"tanya gadis itu penasaran.
"pantes"
"apaan"
"jadwal lo pms"
"LANGIT!!!!!!" Langit berlari sambil terkekeh sebenarnya tak ada yang salah langit memang hafal tanggal datang bulan gadis itu, gadis heboh yang selalu merepotkan tapi langit suka di repotkan oleh gadis itu, teman kecilnya yang kini sudah beranjak menjadi gadis remaja yang cantik, dia-alana febyolla.
💛💛💛
Gadis bernama lengkap alana febyolla itu tengah memanyunkan bibirnya di atas motor sport hitam milik seorang most wanted SMA CAKRAWALA dia
-Langit sadewa. ketua geng TIGER'S yang banyak di segani dan di takuti siapapun pria dengan pesonanya yang mampu meluluhkan gadis gadis dari dalam sekolahnya hingga luar sekolah namun tak ada satupun yang berhasil merebut hatinya karna tetap saja, Alana pemenangnya.
__ADS_1
"cemberut mulu lo bocil" alana melirik tajam ke arah langit percayalah hanya alana yang berani melemparkan tatapan itu pada langit.
"Lo ga peka ah, males gue!" ujar alana lalu memalingkan wajahnya.
langit tersenyum melihat tingkah alana yang tak pernah berubah, gadis ini selalu manja padanya. dan memang seharusnya begitu.
"mau apa si cantik" langit menarik dagu alana namun gadis itu menepisnya.
"oh, jadi gamau nih? yaudah langsung gue anter pulang berarti" Langit ingin menaiki motornya namun terhalang dengan tangan mungil alana membuat langit tersenyum puas.
"jadiii" pancing langit agar gadis ini mau meminta sesuatu padanya.
"pengen seblak" ucapnya sambil menunduk dan menendang nendang kakinya ke udara.
"yakin itu aja?" alana mengangkat kepalanya sempurna dan menggeleng kuat.
"mau eskrim, mi ayam juga deh terus itu loh permen kapas apaan sih namanya gulali ya terusss" Langit hanya tersenyum melihat wajah berfikir gadis di hadapannya ini.
"lo mau tau satu hal?" tanya langit membuat alana berhenti berfikir dan menaikan satu alisnya.
"apa?"tanyanya penasaran.
"lo gendutan" alana membelalakan matanya sempurna sontak memegang pipinya dan melihat pantulan dirinya di kaca spion langit.
"yaampun! gajadi makan deh gue! ih gila! masa iya sih?! harus diet pokoknya" ucap gadis itu bermonolog membuat langit tertawa geli, gadis ini memang tidak pernah berubah.
"langit! gue jelek ya?" lirihnya dengan tatapan sendu itu.
"alana" panggilnya dengan suara rendah dan wajah yang semakin mendekat.
"iya" jawab alana gugup.
"lo jelek banget" ucap langit lalu tertawa hingga terjongkok di bawah sana.
"sialan lo!" alana memukul punggung pria itu geram, inilah alana dan langit dua anak manusia dengan perasaan yang berbeda, alana dengan hatinya untuk bumi, dan langit dengan hatinya untuk alana.
💛💛💛💛
Sudah pukul setengah dua belas malam alana tengah berguling guling di atas kasurnya sumpah demi apapun ia benci pms! sangat sangat benci!.
krekkk
pintu kamar alana terbuka terlihat ada seorang pria dengan jaker bomber hijau lumut yang ia kenakan sedang menatap ke arahnya lalu berjalan mendekat.
"sakit ya?" tanya pria itu sambil mengusap rambut gadis cantik bernama alana febyolla itu.
"iya" ucapnya lesu lalu bersender di dinding.
__ADS_1
"darimana lo?" tanya alana pada langit yang sangat berantakan
alana memutar bola matanya malas "buka jaket lo" titah alana dan di turuti langit, ia tak bisa menolak apa lagi alana sedang dalam masa pms jika tidak di turuti alana bisa berubah menjadi singa yang siap memangsanya dengan segera. oke terlalu berlebihan memang.
langit memberikan jaketnya karna memang yang alana cari tak akan di temukannya di jaket itu.
"sini deketan" langit pasrah saja lalu mendekatkan tubuhnya ke arah alana dan ya alana menemukan salah satu buktinya.
Sial!!!
alana menemukan luka sayatan di lengan langit.
"lo berantem lagi kan?!" ujar alana kesal.
"bukan gue yang mulai lan" ucap langit membela dirinya.
"kenapa sih lo ga ngerti ngerti? kenapa lo suka banget berantem ga jelas gitu?" tanya alana kesal.
"sorry" ucapnya sambil menunduk.
"ambil kotak P3K di depan pintu kamar gue" tutur alana dan langsung si angguki langit.
langit memberikan kotak itu pada alana ia tau akan seperti ini jadinya alana akan memarahinya hingga besok, ck menyebalkan!
alana mulai mengobati luka di lengan kanan langit dengan perlahan sedangkan langit sibuk memandangi wajah cantik itu dari jarak dekat.
"buka baju lo" titah alana lagi ia tau langit tak mungkin memiliki satu luka saja pasti ada banyak di sekujur tubuhnya.
"gaada lagi lana" ujar langit meyakinkan.
"gausa bohong!gue ga suka!" langit mendengus sebal lalu membuka kaos hitam itu dari tubuhnya dan ya, sesuai dugaan ada banyak sekali luka di sana membuat alana semakin kesal saja.
setelah cukup lama mengobati luka di tubuh langit alana membaringkan tubuhnya lalu menatap ke arah pria yang ternyata juga menatapnya.
"bokap nyokap gue kapan ya pulang" tanya gadis itu lirih.
"tante rere sama om dev pasti pulang kok lan" langit memegang tangan mungil itu dan mengusapnya dengan lembut.
"gue aja gatau gimana wajah mereka sekarang" ujar gadis itu lagi dengan suara yang mulai sedikit serak membuat langit membuang nafasnya kasar, ia lebih suka alana memarahinya seperti tadi daripada gadis ini menangis seperti ini.
"gue kangen mereka, apa gue ga penting ya? iyakan?" gadis itu menganti posisinya menjadi duduk lalu menghapus buliran di pipinya itu.
langit naik ke atas kasur dan duduk di tepat di sebelahnya lalu meletakan kepala gadis itu di bahunya "lo penting alana, bahkan sangat." ucapnya sambil mengenggam jemari alana lembut.
"tapi mereka ga pernah lihat gue disini langit" alana menangis lagi dan langit membiarkannya tak berniat menggangu.
tak terasa sudah pukul satu malam suara isakan dari bibir mungil itu perlahan mereda. langit membaringkan tubuh gadis itu lalu menutupinya dengan selimut tebal hingga ke leher lalu mengecup kening alana cukup lama.
__ADS_1
"good night! i love you"
langit keluar setelah mengucapkan kalimat itu ia tau alana tak mendengarnya karna jika alana mendengarnya alana akan marah besar padanya.