ABOUT "US"

ABOUT "US"
DUA


__ADS_3

Gadis berambut di ikat menjadi satu itu tengah menikmati orange juice yang ada di tangannya sedangkan tangan satunya sibuk menscrooling layar ponselnya lalu ia memasuka benda pipih itu kedalam saku dan beranjak dari tempatnya. Diujung sana terlihat cowok bertubuh jangkung itu tengah membawa buku ke arah kantor guru membuat gadis itu tersenyum dan berlari kearah cowok tersebut.


"KAK BUMI!!!" Sapa gadis itu sambil tersenyum namun cowo bernama bumi antariksa itu tak merespon sama sekali, melihat atau sekedar milirik pun dia enggan.


"kak bumi alana bantuin yaa" cowo bertubuh jangkung itu terus berjalan tanpa memperdulikan gadis yang ada di sebelahnya.


"kak bumi sariawan ya? atau sakit tenggorokan? panas dalam mungkin? sehabis anter buku kakak aku beliin minuman obat panas dalam ya" ujarnya dengan semangat.


"sini kak aku bantu" cowo bernama Bumi antariksa itu berhenti dan menoleh ke arah alana membuat alana tersenyum senang.


"lo mau bantu gue?" ucap Bumi akhirnya bersuara, alana mengangguk sebagai jawaban.


"oke, lo sekarang diem dan jangan pernah ganggu gue lagi" setelah mengucapkan itu bumi pergi berlalu meninggalkan gadis itu yang diam mematung dan hanya menatap punggung tegap itu berlalu menjauh darinya.


alana menghela nafasnya" Kak bumi cuek banget sih?! tapi gapapa semangat alana!" ucapnya monolog menyemangati dirinya sendiri.


Alana berjalan ke arah lapangan dan melihat langit yang sedang bermain sepak bola dan tengah melambaikan tangan ke arahnya.


setelah cukup lama alana menunggu di pinggir lapangan akhirnya langit menghampirinya sambil meneguk air mineral yang ia pegang.


langit mencubit pipi alana sambil tertawa" kenapa muka lo kuset bener" ujarnya.


alana membuang wajahnya kesal "langit! kenapa sih kak bumi gamau deket deket gue? apa gue kurang cantik ya?" tanya alana cemberut.


"lo itu cantik mending cari cowo yang lain aja deh lan, bosen gue denger nama dia mulu" ucap langit.


"gabisa langit! lo ga ngerti sih gimana perasaan gue buat kak bumi" tutur alana dengan wajah sedih yang di buat buatnya.


"langit lo sekelas kak bumi kan?" tanya alana sambil menatap mata coklat itu dengan intens.


langit menghela nafasnya dan menengadah ke atas kapan alana akan sadar bahwa dia memiliki perasaan terhadap gadis itu?


"ya" jawab langit tanpa melihat wajah senang sahabatnya ini.


"yauda bantuin bilangin kek ke kak bumi kalo gue-" ucapan alana terpotong dan matanya memicing memastikan bahwa di bawah pohon rindang itu adalah Bumi antariksa dan seorang gadis,keyra angelysca.


alana tak berkedip saat melihat cowok yang selalu bersikap dingin dan acuh tak acuh terhadapnya bisa tertawa bersama gadis lain.


"LANGIT!!" Ujar alana, percaya atau tidak gadis itu hampir menangis kali ini rasanya dadanya tiba tiba terasa sesak. langit yang awalnya tak melihat ke arah alana langsung menoleh dan mengikuti arah pandangan gadis itu.

__ADS_1


"ck" langit berdecih sebal lalu menarik gadis itu pergi dari lapangan.


"kenapa lo narik gue!" tanya alana dengan suara parau.


"cengeng" satu kata yang keluar dari mulut langit bukannya malah menenangkan gadis itu malah membuatnya semakin sedih dan buliran buliran itu sudah mengalir bebas di pipinya.


"lebay lo" ucap langit lagi membuat alana merengek.


"lo jahat!!" ucap alana kesal.


langit hanya diam menatap alana dengan tatapan yang sulit diartikan ada rasa cemburu yang jelas di benak pria ini, tak berapa lama langit menarik alana dan mendekap tubuh mungil itu sambil mengusap puncak kepala alana dengan sayang.


"udah dong makin jelek muka lo sumpah ga bohong gue" ujar langit lalu mendapat pukulan kecil di dadanya.


"tadi lo bilang gue cantik!" ucap alana sambil mengelap air matanya bak anak kecil.


"tadi gue khilaf bilang lo cantik, setelah gue teliti lagi muka lo tuh jelek banget tauu"


"LANGIT!!!" teriak alana membuat langit tertawa senang. Langit menghapus jejak jejak air mata di pipi alana dengan lembut "Jangan nangis lagi ya princessnya langit" ujar langit seraya mengingat bahwa saat mereka kecil alana sering sekali menangis dan langit pasti melakukan hal ini pada gadis kecil yang berbeda satu tahun dengannya ini, saat mereka kecil alana sangat senang jika langit memanggilnya dengan sebutan "princess" bahkan hingga kini, gadis itu sudah tersenyum mendengar sebutan "princess" yang sudah lama tak di ucapkan seorang langit sadewa.


"lo sayangkan sama gue langit"


DEGGG


"langit!! alana menepuk pundak langit beberapa kali karna sedari tadi langit hanya diam dan menatapnya dengan tatapan yang ia tak mengerti.


"iya kenapa?" jawab langit gugup


"lo sayang ga sih sama gue?" langit mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"ya.. ya sayang iya... gue...saya..ng sama lo iya" alana mengerutkan dahinya mendengar jawaban langit yang terlihat gugup.


"lo kenapa sih" tanya alana tertawa


"apa yang kenapa?" jawab langit membuat alana semakin bingung.


"oke oke, lo sayangkan sama gue gue juga" ujar alana


"maksud lo?" tanya langit serius, jujur saja saat ini ia merasa bahwa jantungnya sedang berlomba lari marathon alana memang selalu memporaporandakan hatinya.

__ADS_1


"maksud gue kita kan sahabatan nih gue sayang sama lo lo sayang sama gue dan lo pasti mau bantu gue yakan" ucap gadis itu tersenyum senang tapi langit malah sebaliknya, ia tak mengerti maksud dari ucapan alana. membantu? apa yang di maksud alana? ia sama sekali tak mengerti.


"eum gini kayanya lo ga ngerti deh maksud gue, jadi gini loh lo kan sahabat gue nih jadi lo pasti mau kan lihat gue seneng?" tanya alana dan di angguki oleh langit.


"kalo lo beneran sayang sama gue sebagai sahabat lo dan lo mau lihat gue bahagia please banget bantuin gue deketin kak bumi yaa"


DEGG


Langit terdiam sambil mencerna kata kata yang meluncur dari mulut seorang alana febyolla. tak salah dengarkah dia?


Inikah yang disebut patah hati? sesuka itukah alana terhadap bumi? kenapa alana ga pernah sadar tentang perasaan langit untuk alana, kenapa alana lebih milih bumi? apa yang salah dari seorang langit? entahlah hanya alana yang tahu.


Langit memejamkan matanya kuat berusaha mengatur deru nafasnya kalian harus tau langit baru kali ini merasakan sesak di dadanya entah kenapa ia harus merasakan ini, salahkah ia dalam menempatkan hati?


💛💛💛


seorang pria berhoodie biru tua dan celana jens hitam robek robek itu sudah meneguk banyak sekali bir yang di sediakan pihak bar, ya pria bernama Langit sadewa itu tengah berada di bar bersama dengan teman temannya.


"Gila lo bos! banyak banget lo minum" ujar satria, pria berprawakan tinggi dan berkulit kuning langsat ini adalah salah satu teman terdekat langit.


"Jangan di ganggu" ucap Devan sembari mengisap seputung rokok di tangannya, Devan adalah cowo keren dan terkenal fuckboy banya sekali wanita yang tergila gila padanya padahal mereka sudah jelas jelas tau bahwa Devan tak pernah serius dengan satu wanita, tapi bagi Langit Devan adalah sahabat yang selalu mengerti situasi dan kondisi hatinya.


"Pasti neng alana nih yang buat hati lo potek yekan" ujar Bara si cowo cool yang tak pernah percaya akan cinta.


"lo sih gue bilangin bandel banget gausa cinta cintaan ribet" sambung bara lagi.


"Lo semua kalo masih mau berisik mending pergi deh, gue pusing!" ucap Langit akhirnya angkat suara.


"Duh ****** gue!" satria menepuk jidat sambil menutupi wajahnya di balik teman temannya.


"kenapa lo?" tanya bara bingung.


"sttt ada Angel" ketiga temannya sontak melihat ke arah jari telunjuk satria yang menunjukan tempat berdirinya seorang pacar satria alaska, si panglima perang yang tak pernah takut akan apapun kecuali dengan


"TADI KAN UDAH AKU BILANGIN JANGAN PERGI KAMU TETEP AJA KESINI" ya, gadis berambut sebahu dan berponi itu sudah berhasil menarik telinga satria membuat ketiga temannya menahan tawanya.


"Iya ni ngel, lo tau tadi malah satria yang ngajakin kita kesini yakan dev, lang" langit dan devan hanya mengangguk dan menahan tawa sebisa mungkin sedangkan satria dia sudah melototi satu persatu temannya.


"AYO PULANG, AKU BILANGIN BUNDA KAMU YA!" Satria hanya diam dan membiarkan wanitanya menariknya kelua bar, inilah yang di takuti sang panglima GENG TIGER'S seorang gadis yang ia cintai sejak dua tahun lalu.

__ADS_1


kejadian tadi sedikit menghibur langit namun setelahnya kata kata alana berhasil membuat kepalanya terasa sakit.


apa yang harus ia lakukan setelah ini?


__ADS_2