
Tiga hari sudah berlalu Raka masih terbaring di brankar rumah sakit Yora menatap suaminya itu lekat sudah tiga hari namun mata Raka masih tertutup dengan rapat dua hari lalu Langit menelfonnya katanya Langit ingin menyusul tapi Yora tidak mengizinkan putranya itu untuk menyusul bagaimanapun Langit sudah kelas 3 SMA ia harus fokus pada pendidikannya terlebih dahulu
Polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan yang di alami Raka di duga saat itu supir pribadi Raka -Satyo prabudi tengah melaju dengan kencang dan sialnya rem mobilnya tidak bisa di gunakan, ya remnya blong dan mobil itu menabrak mobil di depannya
ada sekitar 5 mobil yang mengalami kejadian ini dan Yora harus mengurus serta bertanggung jawab dengan korban lainnya
"Raka, bangun. Aku butuh kamu Ka" lirih Yora pelan rasanya kepalanya ingin pecah saat itu juga
di genggamnya pelan jemari Raka di usapnya kepala pria itu dengan sayang "Jangan tinggalin aku ya, kamu bakal punya baby lagi" bisiknya pelan
...____________...
...___...
Gadis berambut di cepol atas itu berjalan menyusuri koridor SMA CAKRAWALA dengan tatapan kosong, wajahnya tak seceria biasanya bahkan seulas senyuman tipispun rasanya tak mampu ia tampakan
ia berjalan dengan lesu hingga tak sengaja menabrak bahu seseorang
"Eh sorry" ucapnya lalu melihat orang itu ternyata dia - Bumi antariksa
Alana hanya tersenyum tipis lalu melanjutkan langkahnya Bumi memandang gadis itu bingung kenapa Alana tidak seheboh biasanya? entahlah ia tak mau ambil pusing
Alana duduk di tepi lapangan dengan sebotol air mineral seperti biasanya ia tersenyum saat menyadari Langit tengah berjalan kearahnya dengan rambut yang sudah sedikit basah setetes keringat saja malah semakin menambah tingkat kekerenan ketua geng tigers ini
Alana ingin memberikan sebotol air itu kepada Langit tapi lagi lagi adik kelasnya ini langsung menjatuhkan air mineral yang Alana pegang hingga terjatuh ke lantai
"nih punya aku aja" Ucapnya tanpa rasa bersalah sesekali ia melirik tak suka dengan Alana sedangkan gadis itu hanya mendengus sebal
Langit menahan emosinya sebisa mungkin ingin sekali rasanya tangannya ini melenyapkan gadis itu dari permukaan bumi.
Langit menepis tangan gadis itu kasar tak lupa pula tatapan tajamnya yang ia tampakan "Gue ga miskin, ga butuh air dari lo" Shea menatap Langit kesal
"tapi itu kan gue kasih buat lo" kesalnya
"Gue ga butuh"Langit merasa tangan mungil Alana memegang jemarinya membuatnya menoleh gadis itu menggeleng pelan
Shea menatap Alana tak suka ia memutar bola matanya jengah "Manja" tiba tiba saja itu terucap dari bibirnya
Langit menarik tangan Alana untuk berdiri lalu kembali menatap Shea tajam "kenapa? lo iri?" tutur Langit
"langit udah" sahut Alana sembari menarik ujung baju pria itu
Shea tersenyum kecut "Kenapa sih lo ga perna liat ke arah gue? lo suka kan sama cewe manja ini?!" Shea berbicara dengan keras membuat mereka kembali menjadi bahan tontonan banyak sekali siswa siswi SMA CAKRAWALA yang memperhatikan mereka termasuk geng tigers
Angel dan Megan menghampiri Alana lalu menatap nyalang adik kelasnya yang seangkatan dengan Megan ini "Kenapa sih nih kaleng rombeng?" tanya pada Alana namun gadis itu hanya menunduk saja
"kenapa lo diem? Lo suka kan sama cewe ini?" Langit tak dapat menahan emosinya ia maju satu langkah menatap Shea tajam tapi shea malah menatapnya tanpa rasa takut "Apa urusan lo?" Ucapnya masih dingin
Angel maju satu langkah mendorong bahu Shea membuat gadis itu hampir terhuyung "HEH ADIK KELAS SOK KECENTILAN, MENDING LO JAUH JAUH YA LO GA LEVEL SAMA KITA KITA" Shea menatap Angel tak kalah tajam
__ADS_1
"gue ga ngomong sama lo ya!" sentaknya menunjuk nunjuk Angel membuat gadis itu membuka mulutnya lebar belum sempat Angel membalas ucapan Shea lengannya sudah di tarik agar menjauh dari kerumunan, ya siapa lagi jika bukan Satria mahesa
Alana maju menarik tangan Langit "Ayo pergi, laper Langit" ujarnya berbohong
Shea tertawa cukup keras "Dasar manja! bisa apasih lo hah?! cupu!" Langit mencengkram wajah Shea kuat jarak mereka cukup dekat pipinya terasa sangat sakit
"Jaga omongan lo sebelum gue buat lo ga bisa ngeluarin sepatah katapun" Ucapnya dingin, ini peringatan.
"Langit! udah" kesal Alana menarik lengan baju Langit namun pria itu malah tak menggubrisnya
di hempaskannya wajah Shea kasar "Jangan pernah lo muncul di hadapan gue kalo lo masih sayang sama nyawa lo" Seorang Langit sadewa tidak pernah main main dengan ucapannya, ingat itu.
"Gue ga perduli" ujar gadis itu menatap Langit sengit
"mau lo apa?!" suara Langit meninggi
Shea tersenyum penuh kemenangan di lipatnya kedua tangannya di dada "Mau gue? gampang kok, gue mau gantiin posisi si manja ini di otak dan hati lo" Langit tersenyum tak kalah sengit di gengamnya jemari Alana kuat
"selamat bermimpi" Ucapnya lalu menerobos kerumunan agar bisa keluar dari sana
Shea menghentak hentakan kakinya kesal menatap keseluruh penjuru banyak sekali siswa siswi yang berbisik dan menatapnya dengan berbagai macam tatapan
"Apa lo semua!" teriaknya keras
Megan yang masih berdiri menyaksikan semuanya menatap Shea sinis "Ga perlu jadi murahan, harusnya lo sadar siapa Alana dan siapa lo, ga usahkan di mata Langit di mata orang orang pun lo sama Alana itu beda jauh, cih!" Megan melengos pergi begitu saja
"Gue pastiin Langit sadewa bakal tunduk sama gue!" Teriaknya berharap megan mendengarnya
Megan membalikan tubuhnya menatap iris hitam pekat itu dengan tidak suka "seperti yang di bilang sama Langit tadi, selamat bermimpi Shea alexa" Megan membalikkan tubuhnya lalu berjalan dengan santai terlihat disana sang pacar tengah tersenyum dan bertepuk tangan kegirangan maklum saja, otak Geo tidak sampai seperempat
Alana melepas jemarinya perlahan dari genggaman Langit membuat pria itu berhenti lalu berbalik "Langit" panggilnya lirih
"kenapa?"jawab Langit lembut
"kayaknya shea suka banget sama lo" ucapnya memainkan jemarinya
Langit mengerutkan dahinya heran "Terus?"jawabnya lalu melahap bakso di hadapannya itu
Alana mengangkat kepalanya menatap Langit seraya merengut "Lo ga suka dia kan?" Demi apapun jantung Langit berdegup tak beraturan apa maksud dari pertanyaan gadis ini?
"Kenapa?"
"ish kok lo nanya balik sih?! tau ah kesel gue!"
"Gue ga suka cil"
"gue sukanya sama lo" ucap Langit dalam hati
Alana tersenyum senang entahlah ia pun tak tau kenapa dan mengapa ia mempertanyaakan itu dan kenapa ia tersenyum saat Langit bilang ia tidak suka Shea?
__ADS_1
trinting
Alana merogoh saku rok abu nya ada chat wa dari nomor yang tidak di kenal
***p
p
sv ya, daniel
^^^^^^daniel yang mana?^^^^^^
daniel harisdjaya,
calon masa depan lo***
Alana mengeryit heran pd sekali cowo ini, fikirnya "siapa sih?"Tanya Langit langsung mengambil handphone Alana sontak membuatnya mengeram kesal ternyata peringatan kemarin sama sekali tidak membuat nyali Daniel menciut
"nih, udah gue block"
Alana membuang nafasnya kasar "kok lo block?"
"gue ga suka, kenapa? salah?" Alana mendegus sebal
"awas aja lo buka blocknya, gue sadap lagi kayak kemaren mau? Alana menggeleng gelengkan kepalanya dengan cepat
kali ini handphone Langit yang berdering
...**Daniel ******...
kayaknya sahabat lo itu lebih cantik dari yang gue bayangin
calm bro
setelah gue dapetin dia, gue tinggalin
buat lo***.
Langit mengeram kesal daniel salah memilih lawan, ia menyerahkan nyawanya secara terang terangan
^^^***bosen hidup?^^^
^^^puasin detik detik terakhir lo^^^
^^^lumayan organ tubuh lo mahal^^^
^^^dan satu lagi, ucapkan selamat tinggal pada dunia***^^^
Daniel membaca pesan itu sedikit bergetar keringat dingin sudah membanjiri tubuhnya jujur saja, ia takut tapi rasa gengsinya lebih di atas segalanya, ia harus membuktikan pada anggota gengnya bahwa dia- Daniel harisdjaya akan mengalahkan seorang Langit sadewa
__ADS_1