
"BUMI ANTARIKSA! Teriakan itu bukan kali pertama di dengar oleh penghuni rumah besar ini
"Apa?!" sahut cowok itu ketus ia menatap nyalang papanya- Derren
Derren menatap putranya ini tajam nafasnya pun sudah tersengal sengal
"sampai kapan kamu mau menyusahkan hidup saya?!" ucap derren membuat Bumi semakin membencinya
sakit.
itu yang ia rasakan saat ini
"kenapa? apa anda tidak pandai dalam hal membunuh?" sahut Bumi seraya menuruni anak tangga dan berdiri berhadapan dengan derren
"Pa" lirih ike yang sedari tadi menangis dan gesya memeluknya
"Lo tau satu hal? gue nyesel punya anak kayak lo" ucap Derren pelan membuat Bumi diam sejenak jujur, semakin hari rasa ingin matinya semakin tinggi ia sudah benar benar muak
"PAPA! KENAPA PAPA NGOMONG GITU SAMA KAK ANTA?" Gesya menarik bahu Derren lalu menatapnya tak kalah tajam
"Papa tau? aku nyesel lahir di keluarga ini! aku muak pa!" sambungnya lagi
Gesya memeluk kakaknya yang diam membeku ucapan Derren seakan akan memutar terus menerus di kepalanya
"Gesya!" sentak Derren menarik putrinya kasar lalu mencampaknya ke sofa
"Dengarkan saya! jika kamu Bumi antariksa menolak perjodohan ini lebih baik kamu pergi dari rumah ini" Bumi tertawa renyah mendengar penuturan itu
"Kalian lihat sekarang anak ini! lihat Ike, anak kamu ini sudah penyakitan dan sepertinya jiwanya juga sudah sakit"
...plakkkkk...
Satu tamparan keras mendarat begitu saja di pipi Derren ya, Ike menamparnya untuk pertama kalinya
"Saya tidak sanggup lagi dengan kamu! kamu yang sakit jiwa! Anta anak kamu! ANAK KAMU!"
"SAYA TIDAK PEDULI!PERJODOHAN INI AKAN TETAP DI LAKSANAKAN DAN TIDAK ADA PENOLAKAN!" Jelas Derren lalu pergi entah kemana
Ike berjalan perlahan berusaha menggapai bahu putranya namun putranya menghindar
Bumi mengambil kunci motornya lalu pergi begitu saja
"ma" lirih Gesya merangkul Mamanya
"mama gabisa apa apa nak, mama ga punya uang untuk pengobatan Anta jika bukan karena Anta mungkin mama sudah tidak disini" ucap Ike dengan suara pelan dan tercekat rasanya ia begitu lemah dan tak berdaya
..._______________...
...______...
"beneran cil lo gamau ikut gue?"Alana mengeleng pelan
Malam ini geng tigers mengadakan party kecil kecilan untuk merayakan tepat 2 tahun mereka bersama sama
"Tugas gue numpuk Langit" ujar Alana cemberut
"tugas apaan sih cil? english? "tanya Langit, lagi dan lagi Alana menggeleng
__ADS_1
"matematika Langit emang lo bisa? ga kan?" Langit menyegir seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"gimana ya cil, susah" ucapnya cekikikan
"yaudah, sana deh lo! udah di tungguin juga" usir Alana
Langit mengacak rambut Alana gemas "gue pergi ya, jangan kemana mana bye jelek" setelah mengatakan itu Langit menancap gas motornya
Alana cemberut, bibirnya sudah maju satu senti "Berasa ganteng lo! Langit sialan!" umpatnya lalu menutup pintu
Baru saja Alana ingin menaiki anak tangga terdengar suara motor yang tak asing di telinganya, seperti suara motor
Bumi?
apa mungkin? Alana langsung berlari membuka pintu dan benar saja, pria bernama Bumi antariksa itu sudah berdiri di depan rumahnya dan menatapnya sayu
"ke--kenapa kak?"
BRAPP
Bumi menubruk tubuhnya membuat gadis itu hampi kehilangan keseimbangan Bumi memeluknya, iya bahkan sangat erat.
Alana kaget setengah mati kenapa dengan Bumi? namun tak lama bahu pria itu bergetar sepertinya Bumi sedang tidak baik baik saja
"Kak, kakak oke kan?"
"Mau mati" ucapnya tiba tiba membuat Alana menelan salivahnya susah payah
Alana berusaha melepaskan pelukannya ia menatap wajah Bumi yang sudah merah dan, ia menangis
"gapapa?" tanya Alana namun pria itu malah diam saja menatap ke arah depan dengan tatapan kosongnya
"Aku ambilin minum dulu ya" ujar gadis itu ingin beranjak namun tangannya di tahan
"disini aja" Alan bingung harus apa akhirnya hanya duduk dan sesekali melirik ke arah Bumi
masih dengan kondisi yang sama mereka masih tetap saling diam hingga akhirnya Bumi membuka suara
"Gue balik" Alana semakin bingung di buatnya apa apaan pria ini?
"hati hati kak" ujarnya membiarkan Bumi beranjak namun yang ada Bumi malah menatap manik matanya lekat
" mungkin, lo memang terlalu istimewa lan, sehingga tuhan menciptakan lo bukan buat gue, tapi gue seneng selama lo masih ada di sekitar gue" lirih Bumi dalam hati
"kak?"Alana melambai lambaikan tangannya membuat Bumi tersadar
"gue balik" Alana mengangguk lalu sedetik kemudian ia ingat perihal tugas matematikanya
"Kak!" panggilnya menghentikan langkah Bumi
"bantuin aku kerjain tugas dong!" pintanya lalu tercengir lebar
Bumi memutar bole matanya malas "siniin tugas lo" jawab bumi kembali duduk
"bentar aku ambil dulu" Alana berlari dengan semangat empat lima menaiki anak tangga seraya bersenandung ria
"lucu" pekik Bumi pelan
__ADS_1
"Bahagia terus lan, gue sayang lo" ujarnya monolog
terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga Buru buru Bumi menetralkan raut wajahnya
Bumi memperhatikan materi itu seraya manggut manggut "segampang ini lo ga ngerti?" Alana melongo saja gampang katanya? gampang mbah mu! rasanya kepala Alana sudah mau pecah dan Bumi bilang ini mudah?
"Kayak gini gampang?"ucap Alana tak terima
"sini ah gue kerjain aja, udah jam 10 ga enak lama lama" tutur Bumi menyomot pulpen itu dari tangan Alana
Bumi tengah serius mengerjakan tugas tugas itu sedangkan Alana sedang serius memperhatian lekukan wajah Bumi, tampan sekali
"nih udah" tutur Bumi seraya memberikan buku Alana
"makasih kak" Alana tersenyum seraya berkedip lucu
"hem" jawab Bumi singkat
"gue balik ya" Alana mengangguk saja
Bumi sudah berdiri tepat di depan pintu "Kak" seru gadisi itu lagi
Bumi membalikan tubuhnya "Kakak bilang soal matematika itu gampangkan?" Bumi mengangguk kecil
"kenapa?" tanyanya bingung
"Aku tau apa yang susah buat kakak" Bumi mengernyit heran
"Apa?"
"Jatuh cinta sama aku, sesulit itu kan?"
jlebb
"gue suka lo sebelum lo suka gue lan" ucap Bumi dalam hati
"Iya, sesulit itu" Jawabnya sedatar mungkin
Alana tersenyum sambil mengangguk saja "sulit bukan berarti gabisa kan kak?"
Bumi menatap Manik coklat Alana dengan lekat lalu di buangnya pandangannya ke sembarang arah, ia tak sanggup melihat buliran cair itu
"emang gabisa lana, itu mustahil"Jawabnya berbohong
"gue balik" sambungnya lagi
...__________________...
..._________...
...____...
...TBC...
mau Bumi sama Alana Atau Langit sama alana?
jangan lupa tinggalkan jejak:)
__ADS_1