
"maafkan mas dek, mas tidak bisa menemani setiap malam. kita hanya bisa bersama pada saat siang saja.
mas harus pulang ke rumah, mamah gak mau mas gak pulang.
maafin belum bisa membawamu ke rumah, mas berharap adek bersabar sampai ada waktu yang tepat, pernikahan kita, masih rahasia, tunggu sampai adek cukup umur untuk membuat kartu penduduk.
"iya mas tidak apa-apa.
"baiklah dek, mas harus ke rumah sakit, pagi ini ada jadwal operasi pagi. iya mas hati hati.
"setelah kepergian Daniel, dhena segera mandi, untuk berangkat ke kantin bude Tuti.
"Sarah, apa gak sebaiknya mamah ngomongin perjodohan kalian di percepat saja.
"apaan sih mah, gak usah ih malu, mas Daniel tuh baru beberapa bulan menjadi dokter, kasian tau, biarkan saja dia menikmati karirnya dulu. baru ngomong perjodohan,
"nak, sudah cukup waktu yang kamu sia siakan, sekarang usiamu menginjak dua puluh lapan tahun. sudah waktunya kamu nikah, kamu sudah mapan, punya klinik di kota. apa lagi, gak papa walaupun Daniel belum mapan, tapi nanti juga dapat gaji besar.
"mah jodoh itu urusan Allah, biarkan Allah yang menentukan dengan siapa Sarah berjodoh. jika memang mas Daniel jodoh untuk Sarah, pasti bersatu juga nanti.
__ADS_1
"Sarah sebenarnya sedih jika mengingat Daniel, pria yang lebih mudah empat tahun darinya. terlihat di wajah nya tak ada kesiapan untuk menikah. tapi Sarah akui jika dirinya ada rasa dengan Daniel, namun, Sarah tak ingin memaksa jika Daniel tak siap. Sarah sadar usianya lebih tua dari Daniel, ya wajar saja jika Daniel menolak perjodohan ini.. paksaan sang mamah, kadang membuat dirinya sangat pusing dan lebih memilih mempercepat ke pulang nya ke kota tempat nya tinggal.
"sayang, tadi pagi Tante Maya nelfon, dia ingin mempercepat perjodohan kalian.
"Daniel menghentikan suapan kemulutnya.
mah, aku tidak ingin menikah dengan Sarah.
"Daniel apa yang kamu katakan sayang, kamu jangan bercanda sayang,
ini sudah kesepakatan mamah dan papah, dengan ke dua orang tuanya Sarah. iyakan pah, Tania bertanya pada suaminya.
"baiklah sayang, lain kali kita bahas lagi, kamu sedang capek saking banyaknya pasien hari ini kan,
"Daniel Hanya mengangguk, lalu melanjutkan makannya..
"hai Nani. maaf ya lama nunggu nya, Sarah mampir ke rumah sakit tempat Nani mengabdi. karena memang sudah lama dua sahabat itu tak jumpa,
"Sarah ini beneran kamu, makin cantik aja kamu, lama gak ketemu. duh ensecure aku.
__ADS_1
"ishh apaan sih lebay deh.
"oo iya kamu belom makan kan, pesan dulu ya makanannya, iya kebetulan sekali aku belum makan.
"dhena sini, iya bu. dua porsi, yang biasa,
"siap Bu, to tunggu pesanan nya.
"enak banget makanannya, ini disini bisa pesan gak sih. ya bisa lah, yang penting di bayar setelah di pesan. pasti di bayar lah, Sarah memutar bola matanya, kesel candaan Nani.
"oo iya, gimana acara perjodohan kamu,
"hufff itu yang buat aku pusing Mamah terus saja maksa untuk mempercepat, tapi.
"tapi apa lagi, mau berapa jadi bangkotan, ingat usia makin hari berkurang. belum selesai Sarah ngomong udah di potong aja sama nani, kebiasaan dah.
"makanya dengarin dulu. ogah dengarinnya kalo cuma ngomong Lom siap.
"
__ADS_1