
"Daniel yang masih dapat biaya hidup dari orang tuanya, tak bisa berbuat banyak untuk dhena, karena memang masih sekolah kedokteran, belum mendapatkan gaji. uang saku yang iya peroleh selama ini, masih dari orang tuanya. sebagai dokter magang. tentu tidak cukup, gaji yang diterima.
"dhena yang tidak tahu menahu kepergian Daniel. hanya bisa pasrah, jujur saja dhena merindukan pria itu, pria yang sudah menikahinya, yang sudah membuat dirinya juga menjadi janda rahasia di di area rumah sakit. selama dua Minggu ini.
sudah jam sembilan malam, dhena kembali ke kostnya, sudah terbiasa ejekan para tetangga kost nya, di Katai janda kembang, namun dhena tak mau ambil pusing.
"Daniel kembali dari kota J. tujuan nya, ke kost dhena. namun saat akan turun dari taksi, mamanya menelfon, agar segera sampai ke rumah, ada hal penting yang harus di bahas. mau tidak mau Daniel menuruti perintah sang mamah.
"sesampainya di rumah, Daniel di hadapkan tamu di, tentu saja Daniel tau, siapa mereka.
__ADS_1
hufff, Daniel membuang nafas sedikit kasar.
"nak sini, ada Tante Maya dan om Rudy, ada sarah juga. Daniel capek mah. baru aja nyampe. jangan gitu sayang, mereka datang ingin bertemu dengan mu loh, Tania menarik tangan Daniel dan menyuruh duduk. padahal wajah lelah pria itu sangat terlihat jelas, Sarah yang menyadari Wajah lelah Daniel merasa kasihan, mas Daniel silahkan istirahat, kasian masnya. gak papa Tante, kasian mas Daniel,
"duh nak Sarah, kamu tuh pekah banget dan sangat perhatian, emang gak salah lagi Tante memilih mu jadi calon Daniel,
Sarah tersipu malu, karena memang ada rasa pada Daniel,
"ahh Tante bisa saja, mas Daniel cocok dengan gadis mana pun yang mas Daniel suka.
__ADS_1
"karena itu nak Sarah, cocok dengan Daniel, Daniel kan suka nya sama nak Sarah iya kan sayang. Tania menyenggol Daniel. Daniel terbangun dari tidur singkatnya, setelah mendapat senggolan dari sang mamah. ahh iya mah, menjawab tanpa mengetahui apa yang sudah terbahas, karena Daniel sempat tertidur, Tania yang mengetahui putranya sempat tertidur tadi, gak mau ambil pusing, yang terpenting, Daniel sudah mengiyakan.
"ke esokan hari nya, Daniel segera ke rumah sakit, sudah dua Minggu menahan rasa rindu nya pada gadis kecil nya,
namun ada rasa takut juga, jika dhena meminta talak darinya, jika terjadi, Daniel pasti menuruti nya, karena sudah berjanji, jika dhena tidak siap berumah tangga dengan nya, maka dirinya siap untuk menalak. tapi sangat berat jika bener saja dhena meminta cerai dari nya.
"dari jauh Daniel melihat dhena, ingin sekali memeluk gadis kecil itu, tapi rasa takut kembali menyeruak di pikiran nya, takut dhena meminta cerai, dari pernikahan rahasia ini.
"Daniel kembali mengurungkan niatnya, akhirnya Daniel memutuskan untuk makan di kantin ujung sana.
__ADS_1
"sedari tadi dhena menunggu Daniel, merasa kecewa saat melihat Daniel memutar langkahnya. ke arah kantin ujung..
segitu bencinya kamu padaku mas, hanya karena belum siap, berumah tangga, kamu menghindari ku, padahal kamu sendiri yang mengatakan, kita bisa menjadi teman, seperti biasa, tapi justru mas yang menjauh dari ku. hati dhena sangat sakit, pria yang di rindukannya. tak ingin melihat dirinya lagi, bahkan yang biasanya tidak pernah absen makan di kantin tempat mengadu nasib. kini memilih makan di tampat lain