AKHIRNYA

AKHIRNYA
bab 4


__ADS_3

"diam diam Daniel ada rasa pada gadis yang terlalu mudah itu menurut nya, hingga tak berani mengatakan cinta, selain Revan pasti mengatainya pedofil. usia yg berbeda tujuh tahun. tentu saja perbandingan yang cukup jauh.


"Daniel menyukai gadis itu, secara tutur kata yang selalu terdengar lembut, senyum nya sangat manis. Daniel membayangkan wajah cantik gadis itu, saat ngobrol siang tadi di kantin.


"nani, Revan dan Daniel, Van beneran kamu melanjutkan pendidikan mu di kota P. kenapa gak disini aja, kan bisa tuh. ucap Nani.


mau aku gitu kak, tapi bokap maunya ikut aja akunya. ibu gak bisa kalau gak liat anak gantengnya katanya. wajah sedih ibunya, tak dapat menolak permintaan sang ayahnya.


"bro baik baik ya kamu disini, belajar yang giat, insyaallah kita ketemu lagi di lain waktu, ucap Revan sedih.


"klo mau ibu kamu gitu bro aku bisa apa, jujur saja, ya pasti kehilangan lah,

__ADS_1


aku tuh cuma pindah kota aja, bukan pindah alam, lalu memutar bola matanya.


"Nani yang melihat wajah kesel Revan, hanya bisa tertawa, rasa sedihnya hilang.


"kamu tuh ya Van, masih sempat sempatnya becanda.


"hari terus berganti, Daniel tentu merasa kesepian, Revan yang paling dekat dengan nya, kini sudah pergi, sementara Nani, Daniel gak seheboh Revan, Daniel lebih segang. karena Nani seorang senior walaupun Nani tak membatasi akrab dengan siapapun. meski anak baru, Nani yang Rama dan baik, menganggap semua sama, namun Daniel tataplah segang sama seniornya.


"Daniel mendatangi kost dhena, untuk istirahat sejenak. kepalanya tiba tiba pusing saat di jalan tadi, karena kost dhena lebih dakat, hingga Daniel memilih mampir.


"mas. dhena kaget saat mendapati Daniel di depan kamarnya memegangi kepalanya.

__ADS_1


"mas sakit. dhena panik, lalu membawa Daniel ke kasur untuk istirahat,


"assalamualaikum nak dhena, suara pak ustadz pemilik kost dhena tinggal dan beberapa tetangga, berada di depan kamar dhena,


tentu saja dhena kaget, kenapa bapak kostnya mendatangi nya larut malam.


jujur saja, dhena sangat takut, karena ada seorang pria berada di kamarnya. namun suara pak ustadz terus saja memanggil namanya, mau tidak mau dhena membuka pintu. ada apa pak ustadz, suara dhena penuh ketakutan, dia sangat di peringatkan, bahwa seorang pria di larang mengunjungi kost wanita, terkecuali keluarga terdekat penghuni kost.


"nak dhena, apa benar ada seorang pria berada di kamar mu. kata tetangga beberapa menit yang lalu, ada seorang pria masuk ke kamar mu, dhena terus diam, karena takut, pak ustadz melihat sebuah motor matic putih, menandakan kebenaran, bahwa Para tetangga memang mengatakan kebenaran. Daniel masih memegangi kepalanya, tiba tiba berdiri di belakang dhena, sayang ada apa, kenapa kamu keluar, Daniel yang memang tidak tau jika ada banyak orang di depan, karena sempat tertidur beberapa saat, namu saat terbangun, Daniel tak melihat keberadaan dhena, lalu mencari nya ke depan. tanpa melihat ada banyak orang di sana, karena perhatian Daniel hanya tertuju pada kebenaran dhena


"dhena semakin pias, saat suara Daniel memanggilnya.

__ADS_1


nak dhena kau sudah melanggar aturan yang sudah di tetapkan di kost ini sebelum nak dhena masuk.


__ADS_2