AKHIRNYA

AKHIRNYA
ban 2


__ADS_3

"mau tidak mau, Dion harus di tangani dokter khusus, dan harus di rujuk ke rumah sakit besar yang lengkap fasilitasnya, begitu penjelasan pihak puskesmas,


"aku hanya bisa pasrah, ya Rab, semua yang terjadi atas kehendak mu, kau lah segala mengetahui apa yang terbaik untuk hambamu, kembali ku kuatkan hatiku, ya Allah, kau tidak akan menguji hambahmu di luar batas kemampuan nya..


"kurogoh saku kulotku, mencari hp android pemberian deri, hp bekas yang rusak, yang kubiayai dua ratus lima puluh ribu,


"kuberanikan diriku menelfon orang rumah, bahwa Dion harus di rujuk ke rumah sakit,


mereka datang, dengan rasa khawatir,


apa yang terjadi pada Dion dhena, kenapa sampai harus di rujuk, kulihat wajah biniku penuh rasa hawatir, memikirkan biaya, sementara aku sudah tidak peduli lagi masalah biaya, yang penting Dion sembuh, kuserahkan semua pada pemilik hidup ini, yang penting aku usaha dulu, masalah biaya, nanti kupikirkan lagi,

__ADS_1


"sudah hampir Azar, belum juga ada tanda tanda Dion Akan segera di rujuk, aku sudah semakin gelisah, padahal sejak jam sepuluh tadi mereka sudah siap lanjutan rujukan dion, tapi dokter belum ada respon juga.


"Bu perawat bagaimana, apa kah belum ada respon dokter,


"belum buk, dokter masih sibuk, masih ada rapat, coba tunggu sebentar lagi, sabar ya buk, ucap perawat.


"hingga magrib pun tiba, para perawat sibuk, buk dhena bersiaplah, putra ibu akan di rujuk, kita sekarang juga, dokter sudah merespon,


"mobil ambulance berangkat dengan suara Siring kencang, menandakan ada pasien yang gawat, entah kenapa hatiku sangat sakit, air mataku terus mengalir berada dalam ambulance, ya Allah, aku bener bener tidak menyangka akan berada di dalam mobil ini, di mana anakku yang aku antar.


"sesampainya di rumah sakit, para perawat membantu menurunkan Dion dari ambulance. Samentara Dion mulai ketakutan, di kelilingi banyak orang, lebih banyak lagi dari puskesmas tadi,

__ADS_1


para perawat itu kembali menanyakan pertanyaan yang sama tadi kudapat di puskesmas, aku pun menjawab yang sama tanpa ada yang kututupi. Wajah mereka terlihat sedih, dan khawatir, aku semakin takut melihat reaksi mereka..


"aku yang sejak tadi menahan ingin buang air kecil, kutitip Dion pada adik sepupu ku Deri. aku pun pamit ke toilet.


"kenapa kamu membawanya datang pada kami setelah tukang urut itu merusak masa depan nya, kenapa dia tidak bertanggung jawab atas perbuatannya, dokter itu marah marah setelah melihat kondisi dion.


"Deri menceritakan kemaharan dokter padaku,


"der, maafin mbak ya, kamu yang jadi pelepasan dokter, gakpapa mbak,


"ayo mbak kita harus menandatangani surat pernyataan, jam sembilan malam ini Dion harus di operasi, tentunya persetujuan mbak, Deri menuntun ku ke ruangan yang tunjukan pihak rumah sakit untuk melakukan persetujuan, setelah semua dokumen selesai kutandatangani, brangakar dion di bawa ke lantai lima untuk melakukan operasi, aku dan Deri mengikuti ke mana Dion di bawa, hingga saat di pintu masuk, perawat menghentikan aku, agar tetap di luar menunggu sampai operasi selesai

__ADS_1


__ADS_2