
Alisha Mulai merenung di atas balkon rumahnya, beberapa kali ia mengusap dahi yang mulai resah, debaran jantung nya mulai berdegub hebat jika sesuatu mengenai candra, perasaan yang terselip tak mampu teruraikan, ia mulai mengenggam kedua tangannya kekacauan yang akan terjadi jika ia terus memendam perasaan nya kepada candra.
Lalu Alisha mengusap layar ponsel nya membuka kunci, Ada beberapa pesan dan panggilan tidak terjawab semua berasal dari kontak yang sama, seperti kontak yang sedang muncul di layar ponsel nya sekarang.
" Mengapa dia menelepon ku, aku lagi malas di ganggu, pasti dia mau nanya kenapa aku menolak perjodohan ini " Lirih Alisha dengan raut muka kesal
Alisha mendengus malas, memilih mengabaikan ponselnya yang tidak berhenti berdering, Karna merasa terganggu Akhirnya Alisha mengangkat ponselnya.
Call on
" Ada apa sih nelpon terus? kalau tidak berkepentingan jangan telpon gua, ganggu aja!" Bentak Alisha dengan penuh kemarahan lalu mematikan telponnya tanpa mendengar penjelasan dari randi
Call off
Malam semakin larut, jam menunjukkan pukul kosong satu malam, Karna melihat malam yang sudah sepi akhirnya Alisha pergi menuju ranjangnya dan berbaring, beberapa menit kemudian alisha tertidur.
**PAGI HARI**
Alisha sudah rapi, ia bergegas pergi menuju meja makan.
"Alisha papa mau bicara" ucap hendrik sembari mendegus dengan kasar
"iya bicara aja pa" jawab alisha tanpa melihat wajah hendrik
__ADS_1
" kamu kenapa menolak perjodohan ini, dan kamu menolak di depan pak fandi dan bu soraya, papa malu Alis atas tindakan dan kelakuan kamu yang pergi begitu saja" pekik hendrik dengan nada bicara agak sedikit tinggi
" sabar pa "ujar mira menenangkan
" Pa ma Alisha tidak menyukai randi pa, Alisha udah ada pilihan sendiri kenapa papa sama mama harus menyetujui jodohin alisha segala " sahut alisha dengan mata yang berbinang
"Sayang semua ini demi kebaikan kamu, karna randi adalah anak dari teman papa kamu, keluarga nya jelas dan berbobot juga, kalau kamu menjadi bagian dari keluarga mereka kamu pasti akan bahagia sayang" ucap mira
" ma alisha gak akan mungkin bahagia, kalau alisha menikah dengan pria yang alisha tidak mencintainya, alisha akan tersiksa ma, karna kebahagiaan, alisha sendiri yang nentuin" pekik alisha sembari bergegas pergi
"Alisha" teriak hendrik dengan raut muka merah karna menahan amarah
"udah pa, papa jangan marah-marah gak baik buat kesehatan papa, nanti mama yang bujukin Alisha ya" ujar mira sembari menenangkan hendrik
" Al aku mau bicara sama kamu" ucap randi dan menghentikan langkahnya di depan muka alisha
" gu gak punya waktu " jawab alisha dengan muka datar
"tapi al plissss " Randi memohon dan menghalangi jalam alisha
"minggir gak" pekik alisha dan ingin memukul tangan randi
Randi pasrah dan membiarkan Alisha pergi, Alisha semakin menjauh tapi randi tidak bergeming di tempat nya dan terus memandang pundak alisha sampai alisha tidak terlihat lagi.
__ADS_1
" Lo liat al, gua pasti bisa dapetin lo" Randi pergi
Alisha jalan menuju kampus dan berpapasan dengan candra.
"Alisha lo kenapa? muka nya di tekuk begitu jangan-jangan gak di kasih uang jajan ya sama nyokap lo" goda candra sembari mencolek pipi kanan alisha
" apa sih lo can sok tau " jawab alisha tersenyum sipu
" Alis " teriak candra pelan
"iya can" jawab alis
" I love you " bisik candra di telinga alis sembari tersenyum dan pergi
Alisha yang mendengar dengan jelas bisikan candra, jantung nya bedegup kencang bibir nya bergetar hebat dan mata nya berbunga-bunga, ia tidak bisa berkata-kata dan seakan-akan tidak percaya apa yang ia dengarkan itu nyata, semua itu seperti mimpi, Alisha terpaku di tempatnya dan terus memandang tubuh candra dari belakang yang semakin menjauh memasuki kelas.
*
*
*
Terimakasih sudah membaca!
__ADS_1
jangan lupa like dan comen😊