Akhirnya Cinta

Akhirnya Cinta
eps 31


__ADS_3

Setelah melewati semester 2 dan kini telah libur, alisha di minta ke apartemen lina untuk menemuinya, pagi itu alisha segera menemuinya lina ke apartemennya.


dengan membawa makanan dan langsung pergi kesana, entah apa yang terjadi sepertinya lina sedang menangis di telpon tadi, akan tetapi lina tidak langsung menceritakan apa yang sedang terjadi kepadanya.


Setibanya disana, alisha langsung mengetuk pintu apartement lina namun belum ada tanda-tanda lina membuka pintu, sebelum lina tinggal di apartemen, awalnya lina tinggal di rumahnya yang cukup megah dan hanya ada pembantu disana.


Makanya lina tinggal di apartement bersama pacarnya irfan sejak awal masuk kuliah, mungkin karna rumahnya sepi barangkali lina benci kesepian, tetapi semenjak lina tinggal bersama irfan lina menjadi lebih ceria.


Memang hanya alisha yang tau jika selama ini lina tinggal bersama irfan, karna lina lebih mempercayai alisha di banding tasya dan lisa, setelah sekian lama alisha berdiri di ambang pintu, alisha tersadar dari lamunannya.


"Ayo masuk, lo malah ngelamun aja " ujar lina sembari berjalan menuju kamarnya dan diikuti oleh alisha.


"Irfan mana?" tanya alisha sembari melihat di sekeliling kamar lina.


"Kerja, makanya gua suruh lo kesini karna gua sendiri" jawab lina


Alisha yang melihat raut wajah lina begitu pucat, lalu bertanya kepada lina.


"Lo sakit lin, kok muka lo pucet banget?"

__ADS_1


" Gak kok al, gua baik-baik aja" sahut lina dengan mengelengkan kepalanya.


" Lo serius lina, kalau lo ada masalah cerita sama gua siapa tau gua bisa bantu lo " ucap alisha


" Gua akan cerita sama lo tentang masalah gua, tapi lo janji ya, lo bakal jaga rahasia ini termaksuk sama lisa dan tasya, gua gak mau kalau mereka tau karna gua tau mulut mereka berdua suka nyerocos, gua cuma percaya sama lo alisha " ucap lina menatap alisha dengan raut wajah yang memelas.


Alisha mengangguk kepalanya.


"Iya gua janji lina"


"Al, gua mau nikah " ucap lina sembari menatap alisha.


"Nikah? lo mau nikah sedangkan lo masih kuliah dan baru semester 3 ini, dan lo mau nikah gak ngundang-ngundang?" Alisha tersontak kaget dan mengernyit sambil menatap lina.


"Lina, lo?" alisha bertanya dengan raut muka kaget dan tidak percaya


Lina mengangguk" udah dua bulan al".


"Gila lo lina, tapi kenapa semua ini terlihat baik-baik aja dan gak ada tanda-tanda kalau lo sedang hamil"

__ADS_1


"Al, gua juga gak nyangka al kalau gua hamil, gua gak pernah sadar jika semua ini akan terjadi" jawab lina sambil menunduk penuh penyesalan.


" Kenapa lo gak mikir dulu sebelum melakukannya, kenapa gak nikah dulu baru berbuat gitu"


"Lo tau kan al, udah 5 tahun gua pacaran sama irfan sebelum masuk kuliah gua udah pacaran sama dia, dan gua udah sayang banget sama dia al, dia selalu ada buat gua"


" Tapi gak harus di isi dulu kan? baru nikah"


" Gua bingung mau jelasinnya dari mana, kalau lo tau perjuangan gua selama ini lo pasti gak akan nyalahin gua begini al, gua butuh perhatian al gua butuh kasih sayang dari kedua orang tua gua" ucap lina sembari menunduk dan menangis


Lalu lina melanjutkan kembali perkataannya.


"Tapi apa al?, mereka gak pernah ada waktu buat gua , gak pernah ngerawat gua, masakin gua, perhatian sama gua mereka lebih mentingin pekerjaan mereka di banding gua, lo tau kan al? selama ini irfan yang selalu ada buat gua, selalu nyemangatin gua, dia yang selalu nemenin gua kalau gua kesepian"


"gua tau lin, tapi lo harus mikir dulu sebelum lakuin itu, lo tau kan akibatnya apa sekarang? terus lo mau nikah diem-diem gitu, bagaimana dengan kehamilan lo ini gak mungkin kan terus kecil begini, ada saatnya dia membesar"


"Iya gua tau al tapi bagaimana lagi semua nya udah terjadi, semua orang juga gak akan ada yang mau hidup kayak gini gak ada al, tapi semua nya terjadi begitu saja, andai lo tau pasti lo gak akan nyalahin gua, coba lo di posisi gua apa lo bisa al? gak kan?"


Alisha hanya diam dan mencerna semua perkataan lina.

__ADS_1


"Alisha, lo enak tiap hari ketemu sama orang tua lo, satu hal yang gak gua rasain tiap hari, gak ada yang nemenin gua sarapan, makan malam, dan gak ada juga yang nanyain "sayang gimana kuliahnya? lagi apa sayang?" gak ada al.


Alisha mulai menyadari dan memahami, apa yang di rasain lina adalah suatu hal yang menyedihkan, jika dia sendiri yang ada di posisi lina, pasti ia gak akan pernah bisa, gak akan setegar dan seceria lina.


__ADS_2