Akhirnya Cinta

Akhirnya Cinta
eps 26


__ADS_3

"Tante makanannya enak banget, makanan masakan mama aja kalah" puji alisha sembari mengunyah makanannya.


"Iya lah masakan tante emang enak, om fandi aja gak mau makan di luar mau nya masakan tante aja"


Mereka pun tertawa.


Randi terus menatap alisha sesekali alisha memalingkan mukanya karna kaku, dan akhirnya Alisha dan randi saling beradu pandang, mereka tidak menyadari kalau mereka sedang menjadi bahan perhatian kedua orang tua mereka.


"Ehemmmmm"


Soraya berdehem dan membuyarkan pandangan mereka, sehingga alisha dan randi terkekeh dan tersenyum kikuk di hadapan kedua orangtua mereka.

__ADS_1


Hendrik, mira dan fandi hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


"Kayaknya alisha udah ada perasaan sama randi" Gumam soraya dan menyunggingkan kedua sudut bibirnya.


"Kenapa kalian bengong aja, ayuk lanjutin makannya" ujar fandi sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya


Tanpa menjawab apapun, randi dan alisha langsung menyantap makanan mereka sampai habis.


Setelah makan malam selesai, mereka duduk di ruang tamu dan mengobrol-ngobrol, dan tidak terasa jam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, keluarga alisha pamit untuk pulang.


Hidup adalah sekarang dan masa depan, masa lalu? ah, itu hanya serbuk-serbuk luka termanis penyedap rasa di masa mendatang. seperti sobekan kertas yang berserakan dan juga puzzle-puzzle yang tidak tersusun rapi dan membuat hidup akhirnya tidak membentuk.

__ADS_1


Cinta bagai debu, terbang di terbangkan angin yang selalu sibuk berjalan-jalan dan tersesat di hati yang gersang. lain lagi jika langit yang biru sudah menghitam, cinta adalah sunyi, tanpa bunyi yang terdengar hanyalah nada-nada yang datar dan bergema lemah di langit-langit kamar hatiku.


Dia dengan mudahnya mengatakan tiga kata yang membuat hatiku tergagap dan ingin terbang "AKU CINTA KAMU" untuk pertama kalinya aku mendengar kalimat itu dari mulutnya.


Tapi sayang kalimat itu hanya sebuah ilusi yang tidak berarti, aku telah salah mencintai seseorang, aku salah memberikan sebuah perasaan yang tidak akan mungkin terbalaskan.


Ketika keinginan, cita, hasrat dan cintaku, seperti tidak bisa aku miliki sepenuhnya seperti apa yang telah ada, yang sudah terancang dari hati dan pikiranku.


Ingin rasanya aku menantang takdir tuhan yang telah mengirimku kedunia tanpa apa-apa, yaa tanpa apa-apa..


tanpa kemampuan, lemah tak berdaya, hanya bisa sabar dan yakin bahwa kebahagiaan itu ada.

__ADS_1


Haruskah aku mengatakan bahwa kesabaran itu ada batasnya? tapi hal itu tidak berlaku padaku, kesabaranku tidak ada batasnya atau aku ini emang tidak bisa apa-apa, bahkan setelah semua yang aku lakukan masih belum bisa mencukupi itu semua.


Entah sudah berapa banyak lembar yang sudah terisi, Alisha mengakhiri dan menutup kembali buku diary nya.


__ADS_2