Aktris Idolaku adalah Istriku

Aktris Idolaku adalah Istriku
Eps 1. Pertemuan


__ADS_3

Kelam menyelimuti kota Jakarta saat ini. Sosok wanita ber-body langsing sedang menyusuri trotoar jalanan yang tampak sepi. Wanita itu berjalan lunglai. Dia menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah dibanjiri dengan air mata.


"Kenapa Rio tega berbuat ini?" monolognya dengan emosi yang membara. Kedua lututnya menyentuh trotoar yang diselimuti dengan batu-batu yang tersusun apik.


Rio adalah kekasihnya. Ralat. Rio sekarang adalah mantan kekasihnya setelah ia tahu bahwa pria itu menghianati cintanya. Wanita itu telah memberikan segalanya pada pria itu, bahkan tubuhnya sekalipun. Tapi, apa yang didapatkannya? Hanya penghianatan. Hahaha. Cinta itu begitu lucu.


"Dasar pria bejad. Dia telah merusak segalanya," ucapnya sembari memukul-mukulkan tangannya pada trotoar jalanan.


"Jangan sampai ada wartawan yang melihatmu di sini. Bisa hancur karirmu nanti." Sosok pria jangkung berdiri di hadapannya. Spontan ia mendongak untuk melihat siapa pria yang berbicara padanya.


"Lo siapa?" Wanita itu berdiri dan menghapus air matanya dengan cekatan. Sekarang posisi mereka berdua berhadap-hadapan.


"Ikut aku! Sebelum ada wartawan yang melihat. Aku akan membantumu," perintah pria itu.


Karena hatinya yang terlanjur sakit setelah menonton perselingkuhan Rio, membuat pikirannya tidak lagi jernih untuk bisa memilih dalam mengambil tindakan yang benar. Tanpa berpikir dua kali, ia mengikuti langkah pria yang belum dikenalnya itu. Kemudian mereka sampai di depan pintu apartemen pria itu yang tak jauh dari lokasi tadi.


"Masuklah, Margareth Zilovya," kata pria itu dengan menyebutkan nama lengkap wanita itu.


Wanita yang bernama panjang Margareth Zilovya itu nurut.

__ADS_1


"Lo siapa?" katanya setelah duduk di sofa.


"Aku idolamu. Kalau kau ada masalah, kau bisa cerita padaku," jawab pria itu sigap tanpa menyebutkan identitasnya.


"Gue baru putus sama Rio." 


Suasana berubah hening untuk beberapa detik, pria itu bingung harus menjawab apa.


"Hmm, maafkan gue," ucap Margareth yang berusaha memecahkan keheningan.


"Tidak masalah. Kau mau minum apa?" tawarnya.


"Apa saja."


Pertanyaan dari pria itu membuat Margareth menyerngit, "Minum apa?" tanyanya.


"Alkohol."


"Aku tak terbiasa minum alkohol dan aku belum pernah mencobanya sedikitpun," jawab Margareth jujur. Ya, dia berbeda dengan artis lainnya yang menganggap alkohol adalah hal yang lumrah.

__ADS_1


"Mau coba?" tawar laki-laki yang kini berdiri menampilkan postur tubuh jangkungnya yang bagus.


Margareth menggeleng.


"Coba saja sedikit. Siapa tau minuman itu bisa mengurangi beban pikiranmu," tawarnya kembali. Tampaknya pria itu tak berhenti berusaha agar Margareth mencoba meminum minuman yang belum pernah ia coba itu.


Margareth mengangguk, "Baiklah. Aku akan coba sedikit saja."


Pria itu berjalan menuju dapur, lalu mengambil dua gelas dan satu botol kaca yang ada di atas kabinet dapur. Begitu banyak botol kaca yang berisi berbagai jenis minuman di sana, termaksud minuman beralkohol. Setelah itu ia menemui Margareth yang masih duduk di sofa ruang tamu.


"Ini minumlah," ucapnya setelah menuangkan minuman itu ke dalam gelas.


Margareth langsung meminumnya. Baru kali ini dia menikmati rasa alkohol. Sangat nikmat, menurutnya. Sampai ia tak sadar bahwa ia telah meminum empat botol sendirian.


"Rio.... Kenapa lo tega sama gue? Kenapa lo khianati gue. Gue sayang sama lo Rio," ucap Margareth yang kesadarannya mulai menurun akibat efek minuman itu.


Pria itu hanya menyaksikan Margareth sambil menyeringai. Dia mendekati Margareth.


"Rio, kenapa kamu di sini." Margareth mulai berhalusinasi dan mengira bahwa pria yang di sampingnya adalah Rio. Margareth membelai wajah pria itu.

__ADS_1


Karena perbuatan Margareth, tanpa aba-aba junior pria itu menegang.


"Kau yang memulai deluan," ucapnya lirih. Dia menyunggingkan senyum seringai, pertanda hari ini dia akan mendapatkan hadiah yang takkan terlupakan. 


__ADS_2