Aktris Idolaku adalah Istriku

Aktris Idolaku adalah Istriku
Eps 3. Manager galak(?)


__ADS_3

Hai semuanya, kembali lagi bersama tulisan Casia. Kali ini kita akan berkenalan dengan Michael, managernya Margareth. Mau tau gimana Michael itu? Dibaca, maka akan menemukan jawabannya. Hehe...


Btw, jangan lupa tinggalkan Vote yaa.


Salam manis, casia.


---o0o---


"Dari mana aja kau? Kau tau semua orang sibuk mencarimu yang tiba-tiba menghilang!" Manager Margareth yang bernama Michael mengomel sembari mengemudikan mobil yang mereka naiki.


Ya, tadi memang Margareth tidak izin pada magernya untuk pergi menyelidiki Rio. Harus diakui memang, ini salahnya. Tapi, Margareth juga bukan anak kecil yang sedikit-sedikit harus meminta izin. Dia tahu bahwa dirinya seorang papan atas, tapi ia juga butuh kebebasan.


"Maaf, Kak," ucap Margareth lirih.


"Kau belum menjawab pertanyaanku!" Nada suara Michael meningkat, tapi ia masih fokus menatap jalan.


Margareth terdiam dan tak lama, suaranya tangis terdengar. Spontan, Michael menepikan mobilnya dan menatap Margareth yang duduk di sebelahnya mulai menangis.


"Kau kenapa?"


Margareth semakin menangis, membuat Michael merasa bersalah karena tadi ia sempat memarahi wanita itu.

__ADS_1


"Heey...." Michael memegang kedua pundak Margareth.


"Kak, hiks... Rio khianati aku," ujarnya di tengah-tengah tangisannya.


Michael mengetahui segala hal tentang Margareth, karena menurutnya hubungannya dengan Margareth bukan sekadar hubungan kerja. Michael menganggap Margareth sebagai adiknya sendiri. Dia menyayangi Margareth. Dan lagi, Margareth tidak pernah menyembunyikan apapun dari Michael. Margareth juga sudah menganggap Michael seperti kakak kandungnya.


"BRENGSEK!" umpat Michael kesal. Ia benar-benar marah pada Rio karena telah membuat Margareth menangis.


"Jadi tadi kenapa kau keluar dari apartemen itu? Kau mencidukkan Rio dalam apartemen itu?"


"Hahaha... Mencidukkan?" pertanyaan Michael membuat Margareth tertawa sejenak. Emang Michael bukan pelawak, tapi ia selalu bisa membuat Margareth tertawa.


Melihat kelakuan Michael, Margareth tertawa renyah, "Haha... Kakak ada-ada aja, ya."


"Aku mengikuti Rio dan pacarnya masuk ke dalam club malam langganan Rio. Tempat Rio mengajakku ke sana untuk berhubungan seksual. Terus aku ngeliat dia main-main dengan wanita lain. Di depan umum aja dia sudah berani menjilat, Kak. Terus, dia nyewa kamar dalam club itu, Kak. Hiks...." Setelah menceritakan kejadian sesungguhnya, Margareth menangis kembali.


Michael geram, ia menggertakkan giginya, "Terus setelah itu apa lagi yang terjadi?" tanyanya yang masih penasaran dengan kelanjutan cerita Margareth.


"Aku liat dia dan cewek itu masuk ke dalam kamar. Setelah itu aku gak tau apa-apa lagi, Kak. Hiks...."


"Aku langsung pergi dan bodohnya aku menangis di pinggir jalan. Hiks...."

__ADS_1


"Terus aku ketemu sama cowok, dia bantu aku karena dia ga mau kalau aku sampe dilihat sama wartawan. Hiks.... Terus dia bawa aku ke apartemennya. Hiks.... Tapi- Hiks.... Tapi, dia ga ada ngapa-ngapain aku kok, Kak. Hiks...."


Michael memeluk Margareth, ia berusaha untuk menenangkan adiknya itu. Kemudian, ia menghapus air mata Margareth dengan tissue yang ada di tengah-tengah mereka.


"Berarti kau belum putusi dia?"


Margareth menggeleng, "Tapi aku sudah tak menganggap dia pacarku lagi."


"Ck." Michael berdecak. "Brengsek! Setelah dia mainkan kau, dia tinggalkan kau begitu aja dan main bersama wanita lain." Ia semakin geram dengan ulah Rio.


Waktu Michael tahu bahwa Margareth sudah kehilangan keperawanannya karena Rio, Michael sangat marah. Tapi, Margareth meyakinkan padanya bahwa Rio adalah pria baik yang siap bertanggung jawab jika ia hamil.


Omong-omong tentang Rio, dia adalah salah satu CEO perusahaan terbesar di bidang industri. Perusahaannya sudah mencapai luar negeri. Maka tak heran, jika Margareth mau berhubungan dengannya. Selain kaya raya, Rio juga tampan rupanya. Margareth berpikir kalau masa depannya bakal aman jika menikah dengan Rio kelak.


Tapi nyatanya, semuanya hancur. Rio yang kaya raya dan tampan rupanya, hingga masuk katogori mapan itu ternyata punya karakter buruk yang baru diketahui Margareth bahwa Rio tak hanya bermain-main dengan satu wanita saja.


Hahaha.... Dasar orang kaya yang tamak!


"Mulai sekarang, kau tak boleh lagi bertemu dengan Rio! Kalau sampai aku melihatmu bersama Rio, kau tau sendiri gimana akhirnya nanti, 'kan?" kata Michael memberi larangan dan perintah.


Perintah dari Michael membuat Margareth mengangguk paham. Margareth juga meneguk salivanya setelah itu. Ia benar-benar tak ingin hal buruk terjadi padanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2