Aktris Idolaku adalah Istriku

Aktris Idolaku adalah Istriku
Eps 4. Back to work


__ADS_3

Hai teman-teman, sebelum lanjut baca cerita ini, Casia minta dukungannya yaa. Karena dukungan kalian yang bisa buat Casia semangat untuk melanjutkan cerita ini. Terima kasih semuanya


Salam manis, casia.


---oOo---


Sudah dua hari Margareth dan Rio tidak bertemu. Hal itu membuat Margareth sangat bersyukur, tetapi tidak untuk Rio. Mungkin, Rio merasa kebingungan, karena tak biasanya Margareth mengabaikan pesan-pesannya.


Ya, memang sampai sekarang Margareth belum memberi tahu Rio bahwa ia sudah mengetahui hubungan Rio dengan wanita lain. Margareth seperti itu karena ia ingin Rio sendiri lah yang memberitahunya. Tapi, itu sangat mustahil. Mana ada orang yang memberitahu pasangannya bahwa ia telah berselingkuh. Paling jika ada, hanya 1:10.


"Oke, sekarang waktunya istirahat."


Margareth pun segera meninggalkan lokasi syuting begitu aba-aba itu ia dengarkan.


Tiba-tiba kedua matanya melotot menatap sosok orang yang tak asing lagi di matanya. Ia hampir saja terjungkal karena kaget.


"Mau apa lo ke sini?" tanyanya ketus. Ia melanjutkan langkah kakinya, melewati pria yang berdiri di depannya tadi. Pria itu tak lain adalah Rio.


Tiba-tiba tangan Margareth ditarik. Ia pun menghentikan derap kakinya. Rio mengubah posisinya, kini ia berada di depan Margareth.


"Heeey, Sayang. Kamu kenapa?" Matanya menatap Margareth dalam. Ia juga memegang kedua tangan Margareth.

__ADS_1


Margareth menarik tangannya agar Rio tak memegang tangannya lagi. Margareth memutar bola matanya jengah. Ia benar-benar sudah muak dengan tingkah pria yang ada di hadapannya ini.


"Lo pikir aja sendiri!" katanya dengan nada penuh penekanan. Jari telunjuknya juga bermain menunjuk keningnya Rio.


"Sayang."


"Jangan panggil gue sayang, kalau ada wanita lain yang lo sayangi."


Duuaaar!


Ucapan yang dilontarkan Margareth seperti bom yang meledak di hadapan Rio.


Sakit? Sungguh. Tapi itulah kenyataannya. Kenyataan bahwa Rio telah menduakan cintanya. Rio yang selama ini dibangga-banggakan Margareth ternyata lebih hina dari binatang. Kasar? Tapi perbuatan Rio padanya secara tidak sengaja juga kasar.


"Masih nanya? Siapa perempuan itu?" ucap Margareth yang masih mempertahankan sikap ketusnya.


Rio memasang tampang bingungnya, "Perempuan yang mana?"


"Alah gausah belagu lo! Pake acara sok ga tau lagi! Dua hari yang lalu gue sengaja ngikuti lo. gue ngeliat lo sama cewek lain di club malam tongkrongan lo!"


Gleek

__ADS_1


Rio meneguk salivanya secara kasar. Ia seperti baru saja menelan batu yang masuk kerongkongannya. Sakit? Lebih sakit lagi saat mendengarkan pernyataan Margareth. Tapi, itu memang faktanya.


"Kenapa lo diam? Ga bisa nyanggah lagi kan lo? Ternyata emang benar yaa!" Margareth tersenyum sinis.


"Bu-bukan gitu. Ta-tapi.... Aku bisa jelasin semuanya," kata Rio dengan gugupnya.


Satu hal yang dia takutkan dari Margareth. Ia benar-benar takut sekarang saat melihat wanita itu marah. Walaupun Rio sering marah pada orang-orang pekerjanya, tapi ia begitu lemah melihat wanita yang sedang marah.


"Ga usah ngomong apa-apa lagi. Mulai sekarang, kita putus! Lo jauhi gue!" Margareth berlalu meninggalkan Rio. Tapi, baru beberapa langkah ia tempuh, lagi-lagi tangannya di tarik Rio.


"Lepas!" katanya Margareth ketus. Ia tidak bisa menghempaskan tangan Rio yang memegang tangan kirinya, karena Rio menggenggamnya sangat kuat.


Rio tak juga melepaskannya, hingga tangan kanannya Margareth melayang pada pipinya Rio. Ya, Margareth baru saja menampar pipi pria itu hingga meninggalkan bekas telapak tangan yang masih berwarna merah.


Rio melepaskan tangannya dari tangan Margareth. Ia memegang pipinya yang baru saja ditampar wanita yang ada di hadapannya.


Sakit! Sangat sakit.


"Gue udah bilang, jangan dekati gue lagi. Lo jauhi gue!" Margareth pun meninggalkan Rio yang sedari tadi menatapnya nanar. Kali ini Rio tak lagi menahan Margareth. Ia membiarkan Margareth berlalu dengan pikirannya yang masih heran. Rio tak menyangka kalau Margareth akan menamparnya. Yang Rio tahu, Margareth adalah wanita polos yang sangat lembut, jarang marah, bahkan tidak pernah bermain tangan. 


---oOo---

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya teman-teman.


__ADS_2