Aktris Idolaku adalah Istriku

Aktris Idolaku adalah Istriku
Bab 11. Sebuah berita


__ADS_3

Margareth keluar dari kamarnya karena panggilan cacing-cacing di perutnya dan janin yang meronta-ronta meminta makan. Dia baru sadar kalau sedari tadi belum ada sarapan. Jangan sampai janinnya makan cacing-cacing itu hahaha...


Dia membuka kulkas dan mengambi sepiring buah apel yang sudah dikupas dan satu kotak susu berukuran besar. Itu sudah menjadi menu favorit sarapan untuknya.


Dia meletakkan sarapannya di atas meja makan. Duduk di kursi yang letaknya di sisi meja makan, menikmati sarapannya sembari memegang teknologi berbentuk persegi panjang.


Dihidupkan handphone nya yang sengaja dimatikan semalaman. Begitu banyak notifikasi yang masuk, hingga membuat handphone sedikit ngelag. Diabaikannya segala notifikasi yang masuk itu.


Tiba-tiba ada notifikasi yang baru masuk lagi. Notifikasi itu membuat Margareth penasaran dan ia segera membukanya.


'Berita terkini dari Margareth Zilovya dan kisah asmaranya.'


Itulah judul notifikasi yang menjadi berita hangat saat ini. Dia juga tak menyangka berita yang baru di post beberapa menit lalu berhasil mencuri perhatian publik. Dan lagi berita itu telah menjadi pembicara hangat.


"Ck... Pasti sebentar lagi wartawan banyak yang datang ke sini."


Margareth membaca berita itu dengan teliti, hingga ia menemukan jawaban pasti untuk pertanyaannya, "Kenapa yang menulis berita ini bisa tahu aku dan Rio sudah putus?" Jawabannya ternyata karena Rio yang secara terang-terangan memberitahu wartawan soal hubungannya dengan gadis papan atas itu.


Banyak masyarakat yang kecewa karena hubungan Margareth dan Rio yang sudah berakhir. Sebagian dari mereka masih tidak terima. Pasalnya, hubungan Margareth dan Rio adalah hubungan ter romantis yang mampu membuat orang-orang yang melihatnya menjadi iri.

__ADS_1


Rio yang romantis dan Margareth yang humoris. Sangat serasi, bukan?


Tapi siapa yang menyangka ternyata ke romantisan Rio malah berujung pengkhianatan.


"Saya putus dengan Margareth karena dia yang selingkuh."


"B*ngs*t." Margareth bercak kesal setelah membaca satu kalimat di atas. "Pandai sekali dia memutar balikkan fakta."


Dreeeg!


Ponselnya berbunyi. Dia melihat nama pemanggil yang tertera di layar handphone sebelum mengangkatnya.


"Margareth, apa kau sudah lihat beritamu hari ini?" Tanpa salam, suara barintone di balik panggilan itu bertanya dengan khawatir.


"Kita harus membersihkan namamu."


"Iya, Kak. Kakak tenang aja dan gak usah terlalu dipikirkan. Aku bisa mengatasi ini sendiri nanti." Helaan napas berat keluar dari mulutnya, membuat Michael bisa mendengarkan di balik panggilan. "Omong-omong Kakak sudah sampai di bandara?"


Handphone Michael dirampas begitu saja oleh wanita di sebelahnya.

__ADS_1


"Halooo, Retha. Aaaa gue rindu banget sama elu."


Margareth berteriak histeris. "Aaah, Laura. Udah lama banget kita ga ada komunikasi. Elu sih sibuk mulu."


Laura tertawa renyah, "Sama-sama sibuk kali," ucapnya membela diri.


Mereka berdua sama-sama tertawa.


"Nanti lo mampir ke apartemen gua gak?"


"*Duuh. Ribet kalau hari ini. Pasti banyak wartawan di depan apartemen lo."


"Lo jangan kemana-mana dulu. Jangan buka pintu! Lampu depan di matiin aja*."


"Hati-hati ya sahabat gue yang paling cantik. Nanti gue sama Mike bantu mengalihkan para wartawan."


"Iya, bos!"


"Udah sana masuk kamar, cuci kaki, cuci muka, cuci gigi. Bobok! Gue denger dari Mike kalau lo gak tidur seharian!"

__ADS_1


Margareth tertawa nyenyir. "Iya iyaa, sahabat gue yang bawel."


Mereka pun tertawa lagi. Sampai akhirnya setelah mengobrol puas, panggilan itu terputus.


__ADS_2