Aktris Idolaku adalah Istriku

Aktris Idolaku adalah Istriku
Eps 2. Permainan dimulai


__ADS_3

"Sayang ... Temeni aku di sini. Aku ga mau kehilangan kamu lagi." Margareth berucap manja. Jemari lentiknya bergelayut membelai lembut wajah pria itu. Ditatapnya pria itu dengan tatapan takut kehilangan.


Pria itu membalas membelai wajah Margareth. "Ikutlah aku masuk ke dalam kamar," bisiknya lembut di kuping Margareth. Pria itu beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar. Margareth mengikutinya di belakang.


"Tunggulah! Aku akan menyalahkan ac dulu," ucap pria itu saat sudah tiba di kamarnya. 


Pria itu mengambil remot ac yang ada di atas meja televisi dan menyalahkan ac. Kemudian ia mengambil kameranya dan menghidupkannya. Dia ingin merekam permainan berharga yang akan dilakukan nanti.


"Sayang...," panggil Margareth dengan nada manjanya.


Pria itu berdiri di samping ranjang, tempat Margareth duduk di pinggirnya. Kemudian ia duduk di samping Margareth, mengecup lembut bibir Margareth. Lidahnya beradu dengan lidah Margareth. 


Tangannya mulai liar memasuki ke dalam pakaian Margareth, meremas payudara wanita itu. Dia masih belum melepaskan ciuman. 


"Aaah...." Rintihan Margareth masih terdengar walaupun bibirnya masih menempel di bibir pria itu. 


Margareth melepaskan ciuman mereka saat sudah merasa kesakitan karena pria itu meremas payudaranya secara ganas. Dia mendesah, "Sayang, sakit..." Ditariknya rambut hitam pria itu.


Pria itu hanya tersenyum simpul. Lidahnya bermain-main di leher Margareth. Dia sengaja tidak membiarkan bekas kecupan dileher Margareth, makanya ia menjilat dengan sangat lembut.


Tak lama, tangannya melepas kain-kain yang menutupi bagian bawah Margareth.

__ADS_1


Sebelum permainan di mulai semakin jauh, pria itu mengecek kondisi ****** Margareth. Ia terkejut, menemukan fakta bahwa lubang vaginanya udah terbuka seperti cincin. Lubangnya lumayan besar dan lumayan mengerucut ke dalam.


'Ternyata dia udah tidak perawan lagi,' batinnya.


Pria itu segera memulai permainannya hingga kesadaran Margareth menghilang. Setelah merasa puas, ia mengakhirinya dan memakai kembali pakaiannya serta pakaian Margareth. Ia juga menyelimuti Margareth. Mana mungkin dia membiarkan Margareth bangun dalam keadaan telanjang. Setelah selesai, ia mengambil kameranya dan menghentikan video yang sedari tadi direkamnya. Pria itu tersenyum penuh kebahagian. Setelah itu pergi meninggalkan kamarnya.


---oOo---


"Di mana aku?"


Margareth terbangun dan benar-benar tidak mengingat segalanya setelah ia minum terlalu banyak. Dia mencoba mengingat-ingat kembali. Namun, nihil, yang diingatnya kalau dia habis menangis di pinggir jalan dan seorang pria yang baru dikenalnya menawarkan bantuan. Pria itu menawarinya minum dan setelah itu merasa ngantuk. 


Margareth membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan melihat ke seluruh tubuhnya. Semua utuh. Dia bangun dalam keadaan tidak telanjang. 


Margareth menarik napas panjang, merasa lega. "Itu berarti dia tidak melakukan apapun," batinnya merasa yakin.


"Tapi kenapa aku bisa ada di kamarnya? Seingatku aku tadi di ruang tamunya? Ah mungkin karena aku ngantuk dan tertidur di sana, makanya dia pindahi aku ke kamar. Ta-tapi kenapa badanku sakit semua, ya?" 


'Taaak'


Suara berisik dari dapur membuat Margareth beranjak dari tempat tidur. Ia ingin melihat, benda apa yang barusan terjatuh dan apa yang sedang terjadi? Sampai dia melupakan pemikirannya tadi. 

__ADS_1


"Kau sudah bangun?" tanya pria itu ketika Margareth ada di depannya dan memperhatikannya.


"Lo lagi apa?" Bukannya menjawab, Margareth malah bertanya balik.


"Masak," jawab pria itu dengan nada yang datar.


"Gue mau pulang."


"Tunggulah sebentar. Aku membuat makanan untuk kau cicipi." Pria itu menghentikan kegiatan memasaknya. Dia menatap Margareth.


"Baiklah." Margareth meninggalkan pria itu dan pergi ke ruang makan, menunggu makanan yang dimasak pria itu selesai.


Tak lama kemudian, pria itu telah selesai memasak. Ia meletakkan semua hasil masakannya di meja makan. Margareth mengambil piring dan mengisinya dengan nasi, ikan gurame asam manis, sayur kangkung. Itu semua menu makanan favoritenya. Ia tak tahu, ini kebetulan atau emang pria itu mengetahui segala hal tentang Margareth.


Suasana di ruang makan hening. Tak ada satu pun yang berbicara. Margareth sangat menikmati masakan enak yang dibuat pria itu, dan pria itu sangat menikmati wajah cantiknya Margareth yang sedang makan.


Hingga mereka berdua selesai makan, Margareth pun langsung menelepon managernya untuk menjemputnya.


Tak lama, managernya datang. Ia pun pulang, sampai ia melupakan sesuatu; Margareth belum mengenal bahkan mengetahui nama pria itu.


"Ck. Bodohnya aku. Kenapa dari tadi aku tak bertanya namanya?" umpatnya lirih.

__ADS_1


__ADS_2