
"Kenapa? Michael tak jadi menemanimu di sini?" tanya Rio saat Margareth sudah meletakkan kembali ponselnya di atas meja.
Margareth menggeleng. "Dia menginap di rumah sakit karena papanya sakit."
"Baguslah. Itu artinya aku yang menemanimu di sini," kata Rio tersenyum sumringah, menandakan kemenangan.
"Lo pulang aja. Gue berani kok sendiri di sini."
"Nggak."
"Uweeek...." Lagi-lagi Margareth merasa mual. Kenapa dia mual lagi, ya? Padahal kan dia sudah minum obat tadi. Harusnya sudah tak ada rasa mual lagi.
Margareth berlari lagi ke kamar mandi. Sama seperti sebelumnya, Rio menunggu di depan kamar mandi.
Dan setelah Margareth selesai mengeluarkan isi perutnya itu, Rio pun segera bertanya pada Margareth, "Kenapa kamu mual lagi? Tadi kan sudah minum obat?"
"Gak tau ini kenapa. Kepala gue juga sakit banget," ucap Margareth sambil memegangi dan mengusuk-ngusuk kening kepalanya itu.
"Pokoknya kita ke rumah sakit sekarang!"
Tanpa persetujuan dari Margareth, Rio menarik tangan Margareth. Mau tidak mau, Margareth menurut karena emang ia juga sudah merasa sakit sekali dan tidak memiliki tenaga lagi untuk melawan.
---o0o---
Sesampainya di rumah sakit, Margareth pun segera di periksa oleh dokter. Dokter bertanya-tanya pada Margareth, apa keluhannya. Dan Margareth menjawab segala keluhannya. Selanjutnya dokter mengambil tindak lanjut seperti pemeriksaan penunjang lainnya. Dokter menyuruh perawat mengambil sampel darah, dan membawa Margareth ke radiologi untuk di USG bagian perutnya.
Setelah semua pemeriksaan selesai, dokter pun akan segera memberi tahu hasilnya pada Margareth dan Rio.
__ADS_1
"Saya sakit apa, Dok?" tanya Margareth saat melihat dokter yang baru saja menemuinya.
Dokter itu tertawa sejenak, "Anda ngga sakit. Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan bahwa ada janin di dalam rahim ibu Margareth."
Hah?!
Ucapan dokter itu benar-benar sulit untuk dipercaya. Jadi selama ini mual dan muntahnya Margareth itu semua karena dia sedang mengandung calon anaknya?
"Saya hamil, Dok?" tanya Margareth mulai panik.
"Iya benar. Tapi saya bingung, ini anak siapa? Apa anaknya pak Rio? Tapi 'kan kalian belum menikah?" tanya dokter itu menyelidik.
"Dokter, kami minta sama dokter untuk sembunyikan soal kehamilan Margareth. Bisa 'kan, dok?"
Bukannya mendapatkan jawaban, dokter itu malah di suruh untuk menyembunyikan soal kehamilan aneh Margareth. Iya, aneh karena hamil sebelum menikah!
"Dok, kami mohon," ucap Rio memohon.
Akhirnya, dokter itu pun mengangguk, ia bersedia untuk menyembunyikan berita kehamilan Margareth dari awak media. Ia juga berpikir, kalau media sampai tahu, ia juga nanti ya bakal repot menjawabi pertanyaan-pertanyaan wartawan.
---oOo---
"Anak siapa itu?" tanya Rio saat mereka sudah kembali ke apartemennya Margareth.
"Lo nanya ini anak siapa? Ya jelas anak lo lah! Pokoknya lo harus tanggung jawab, Rio!"
"Gak, ngga, ngga!" kata Rio dengan nada yang meningkat. "Aaaah, ga mungkin itu anak gue!" lanjutnya merasa geram.
__ADS_1
"Ini anak lo. Gue cuma main sama lo aja. Lo tanggung jawab, Rio! Hiks...." Margareth mulai marah kemudian ia menangis.
"Gue gak mau Margareth! Gue belum siap jadi bapak!" Tangan Rio mengepal keras dan mungkin siap melayang pada apapun.
Margareth memegang lengannya Rio, ia mengguncang-guncang lengannya Rio.
Rio menghempaskan tangan Margareth, kasar.
"Guguri anak itu!" kata Rio membentak.
"Gak! Gue gak bisa Rio. Ini anak gak berdosa! Kita yang berdosa!" Margareth menolak permintaan Rio.
"Aaaaaaah!" Teriaknya histeris sambil memukul tembok yang ada di sampingnya, "serah lo ajalah! Pokoknya gue gak akan tanggung jawab! Oh iya, tadi lo bilang lo mau gue jauhi lo. Oke! Gue jauhi lo sekarang juga."
Rio langsung pergi meninggalkan Margareth. Gadis itu semakin menangis. Rio benar-benar jahat! Setelah ia mendapatkan tubuh Margareth dan membuatnya berbadan dua seperti ini, ia meninggalkan Margareth dan calon anaknya begitu saja.
Dasar manusia titisan Lucifer
"Aaaaakh... Rasanya gue mau mati aja," teriak Margareth histeris. Ia benar-benar tak sanggup menghadapi ini semua.
Tak lama lagi pasti karirnya akan hancur karena anak yang di kandungnya di luar nikah ini. Namanya akan tercemar dan ia akan di benci seluruh penggemarnya. Hatersnya sudah ada dan nantinya pasti akan bertambah banyak lagi.
Tapi, ia juga tak bisa menggugurkan janin yang tak bersalah. Ini semua udah resiko yang harus ditanggungnya sendiri. Semoga Margareth kuat menghadapinya.
---oOo---
Waaah, Margareth nya hamil gaes. Hehe.. Yuk baca cerita selanjutnya -->
__ADS_1
salam manis, casia