
Pengenalan Karakter tokoh dalam cerita
- Fanya Alfasy (Anya) -
Seorang gadis berusia 17 tahun. Berwajah cantik, baik, pengertian, dan mempunyai pribadi yang tertutup.
Karena tidak ingin kembali ke masa lalu membuat Anya selalu tertutup terhadap orang lain. Tetapi ada salah satu teman lelaki di sekolah yang bisa membuatnya menjadi bersemangat untuk tetap melanjutkan cita-citanya. bahkan Dia mampu membuat anya menjadi pribadi yang riang, baik, bahkan pengertian.
- Bian Fahry -
Sahabat baik Anya berusia 18 tahun. Anak pengusaha terkaya dikorea selatan, baik, berwajah tampan. Hampir setiap siswi disekolah menyukainya tapi tidak ada satupun yang membuatnya jatuh cinta. Hanya Anya yang bisa membuatnya kagum.
- Zier Fransisco -
Berusia 20 tahun merupakan mantan kekasih Anya di masa lalu berwajah tampan merupakan Anak dari Pengusaha terkaya di Asia.
__ADS_1
Hari ini adalah hari terakhir mereka berada disekolah. semua siswa tampak sangat bahagia dengan hari kelulusan mereka. Tapi tidak dengan anya dan juga bian mereka sangat sedih karena kelulusan ini membuat mereka harus berpisah.
Dengan sedih bian berkata. "Anya, maafkan aku karena aku tidak bisa selalu menemanimu, Maaafkannn Aku!!!! Aku adalah sahabat yang jahat karena harus meninggalkanmu demi menjalani tugasku sebagai pewaris orang tuaku.
"Tidakk!!! Bian Kau adalah sahabatku yang baik bahkan kau adalah satu-satunya yang bisa membuatku selalu semangat menjalani hidup yang terkadang sangat berat aku jalani.
Terima kasih untuk semua ini. Maaf aku tidak bisa membalas semua kebaikanmu kepadaku". Ucap Anya dengan sedih.
"Entah kenapa aku merasa bian adalah sosok sahabat yang sangat baik, aku tidak bisa kehilangannya tapi aku tidak boleh egois karena semua yang dia lakukan sekarang adalah demi kebaikannya". Ucap Anya dalam hati.
"Anya.. Berjanjilah kepadaku untuk selalu menjadi sahabatku. kemanapun kau pergi aku harap selalu menyimpan ini. "Sebuah kalung". aku memberikan kalung yang sama denganmu dengan berlambangkan nama kita. Ucap Bian kepada Anya.
"Anya berharap jika bian juga memiliki rasa yang sama dengannya tapi itu sepertinya tidak mungkin. sepertinya bian hanya menganggapnya seorang sahabat saja. Seru Anya dalam hati.
Mereka pun akhirnya saling menangis bersama dan berjanji tidak akan lupa dengan janji masing-masing.
**
Dirumah yang sangat mewah bian sudah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa pergi ke korea selatan. Disana bian akan melanjutkan pendidikan dan melanjutkan bisnis keluarga.
Dreeett..Dreettt bunyi ponsel Bian.
__ADS_1
"pesan dari Anya".
Bian, Apakah kau sudah siap??? Aku sekarang dalam perjalanan menuju bandara.
Tolong..kabari aku jika sudah sampai.
Baiklah sekarang aku akan pergi
Kau tunggu saja dibandara jangan kemana-mana tunggu aku saja disana jika aku belum sampai. ~ Bian
10 menit kemudian Anya telah sampai terlebih dahulu di bandara seperti pesan Bian bahwa dia tidak boleh kemana pun sebelum Bian datang. Akhirnya Anya pun memilih untuk mencari tempat duduk terlebih dahulu karena terlalu lama berdiri membuat kakinya menjadi sakit.
"Hufff..Lama sekali aku sudah menunggunya dari tadi kenapa dia lama sekali. apakah dia tidak takut tertinggal pesawat dasar menyebalkan sekali. Teriak Anya.
Akhirnya setelah lama menunggu. Bian pun sampai di bandara. Dia pun mencari keberadaan sahabatnya itu.
"Anyaaaa......!!!! Teriak Bian. Melihat sahabatnya sudah tertidur di tempat duduk membuat bian rasanya tidak tega dan sangat kasian.
Dengan memohon bian pun meminta Maafff. "Anya maafkan aku tadi ada kendala dalam perjalanan.
Selamat membaca
__ADS_1
jangan lupa untuk di like,vote dan juga jadikan favorit yah. π
Note : Gambar digunakan sebagai bayangan untuk pembaca agar lebih memahami karakter tokoh dalam cerita