Aku & Keegoisan

Aku & Keegoisan
Terima kasih


__ADS_3

"Apa kau memiliki nama?" Hemm, Aku ingin lebih mengenalmu. Tanya Zahira kembali


"Panggil saja aku Anya, Lalu siapa namamu?


"Namaku Zahira, Kau punya keluarga?? Aku akan membantumu memberitahu keberadanmu kepada mereka.


"Aku tidak punya keluarga, Ayah dan Ibuku sudah meninggal". Balasnya dengan sedih


"Baiklah, jika begitu kau tinggal saja bersamaku".


"Benarkah, kau baik sekali". Karena merasa senang zahira dan gadis itu berpelukan


Flashback


Saat Anya diculik ternyata Papa Bian pun meminta kepada anak buahnya untuk menghabisi Ayahnya juga. Ayahnya terbunuh sesudah Zier datang mencari Anya. Naasnya Zier yang tidak mengetahuinya langsung kembali pergi untuk mencari Anya. Setelah Zier pergi Suara tembakan membuat Ayahnya tidak sadarkan diri. Tembakan itu tepat terkena di Dadanya sehingga saat warga datang membantu Ayahnya Anya sudah tidak bernyawa. Anya yang mengetahui bahwa Ayahnya sudah terbunuh melalui rekaman video membuatnya tidak sadarkan diri, setelah sadar Anya pun akhirnya menangis tidak ada henti. "Dasar kalian manusia tidak tau diri!!!!!! Ucap Anya dengan tubuh yang gemetar


***

__ADS_1


Zier yang sudah mengetahui keberadaan Anya segera mencari cara untuk bisa membawanya pergi. Zier tau bahwa Anya sangat sedih kehilangan Ayahnya.


"Anya, maafkan aku telat menolongmu tapi, aku berjanji akan membantumu sekarang"


Sudah 1 bulan lamanya Anya dirawat karena kondisinya yang lemah, Zahira tidak memperbolehkan Anya untuk banyak bergerak bahkan niat untuk membawa Anya tinggal bersamanya pun gagal. keadaan Anya yang begitu memprihatikan, tubuhnya begitu kurus dan lemah.


"Rasanya aku ingin mati saja sekarang, untuk apa aku hidup. Ayah kenapa kau pergi meninggalkanku sendirian. Ayah, ibu apakah kalian tidak mencintaiku"


setiap hari diruangan perawatan, Anya selalu mendapatkan bunga mawar yang masih segar dengan aroma harum yang sangat menyejukkan hatinya. Anya bingung siapakah yang selalu memperhatikannya seperti ini.


Tanpa Anya sadari dari kejauhan ada sepasang mata yang tengah tersenyum memperhatikannya


***


Bian dan Zahira akhirinya meluangkan waktunya untuk berliburan. Walau hanya berjalan keliling desa.


"Desa ini sungguh indah sekali". Lontaran kata yang lolos dari ucapan manis Bian

__ADS_1


"Kau tau Eza, Disini aku sungguh sangat bangga menjadi anak desa, sebenarnya aku ingin sekali tinggal ke kota tapi, Aku sangat takut dengan orang-orang kota. Aku takut diculik" Ucapan Zahira seakan membuat Bian merasa geli dan akhirnya bian tertawa begitu kerasnya.


"Heiii, kenapa kau malah tertawa seperti itu" Dengan melototkan kedua matanya


"Hei gadis desa, apakah kau tidak tau. orang-orang di kota itu sungguh sangat tampan. mungkin saja kau nanti jatuh cinta kepadanya, dan siapa juga yang mau menculik gadis seperti mu hahaha"


"akukan sangat lucu kemungkinan aku bisa diculik dan organ tubuhku dijual. Ahhh tidak!!! aku tidak mau" Dengan suara yang menjengkelkan


"Kau sungguh sudah gila, atau jangan-jangan kau ini sudah gila karena telah lama mengurusku ? tanya bian dengan heran


" iya, aku memang gila. karena kau selalu saja menyusahkanku..


"baiklah, baiklah... aku akan pergi saja dari rumahmu. Jawab bian dengan santai


"Heii, bukan seperti itu. Aku hanya bercanda saja.


Tanda disadari mereka telah menghabiskan waktu sekitar 3 jam berkeliling dengan canda dan tawa. Bian dan zahira tidak menyadari jika waktu mereka sudah hampir menjelang malam.

__ADS_1


__ADS_2