
Didesa yang terpencil tempat bian dirawat oleh seorang perawat yang bekerja di suatu klinik. Perawat itu bernama Zahira berwajah cantik dan baik hati. Zahira menemukan Bian di tepi laut saat dia sedang berlibur karena Zahira tidak mendapatkan identitasnya dengan jelas akhirnya Zahira membawa Bian ketempat dia bekerja di desa kedamaian, Didesa tersebut Zahira merawat Bian dengan Alat seadanya di Klinik. Sudah hampir 1 minggu Bian tidak sadarkan diri. Hal ini membuat Zahira merasa Khawatir akan kondisi Bian. Karena Zahira tidak mengetahui nama aslinya, Zahira pun memanggil Bian dengan nama Eza. Saat Zahira sudah selesai memeriksa keadaan Bian. Tiba-Tiba Bian sadar dari tidur panjangannya itu.
"Aku, Ada dimana ini ?" Tanya Bian pada Zahira
" Kau, sedang berada di klinik desa. Jawab Zahira dengan Kaget
"Apa yang terjadi denganku?? "Mengapa kepalaku sakit sekali?".Tanya Bian lagi pada Zahira
"Tidak, Apa-Apa Eza kau sedang kurang istirahat saja. Dengan tersenyum Zahira menjawab pertanyaan yang banyak sekali dilontarkan oleh Bian.
" Terima kasih telah membantuku. Balas Bian.
__ADS_1
"Siapa namamu??"Namaku Zahira".
Akhirnya setelah lama Zahira menunggu, hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan bisa mengenal Bian yang dipanggil Zahira dengan nama Eza. Tapi Zahira merasa Bian mengalami amnesia yang membuat Bian tidak mengingat apapun termasuk identitasnya sendiri. Hal ini tidak membuat Zahira merasa sedih karena mengenal Bian membuatnya sangat bersyukur, merawatnya, menjaganya dan selalu berdoa akan kesembuhannya. Zahira berharap jika Bian merupakan Jawaban dari semua doanya kepada sang pencipta agar diberikan jodoh yang bisa menjaga dan menerima kekurangannya.
"Eza, Apakah kau sudah meminum obat yang telah aku sediakan di atas meja?? "Jangan lupa minum obatmu yah". Dengan perhatian yang sangat lebih kepada Bian membuat Zahira merasa senang akan kehadirannya
Dengan Anggukan Bian pun menjawab"Aku sudah meminum semua yang telah kau berikan kepadaku,Terima kasih Zahira".
**
Papa Bian sudah sampai di gudang tempat Anya berada, disana terdapat beberapa pengawal yang telah disiapkannya agar menjaga Anya di dalam gudang. Sebenarnya Papa Bian bukanlah orang yang jahat. Namun, karena tidak ingin melihat putra yang akan menjadi pewarisnya itu terluka bahkan harus susah karena seorang wanita. Papa Bian rela membuang Hal baik dalam dirinya itu. Sebenarnya ini sungguh tidak baik mengurung seorang gadis yang mungkin saat ini dirindukan oleh orang tuanya. Dia merasa semua terjadi sebab ulah dari Anya, karena ini yang membuatnya hilang akal bahkan kesabaran.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan gadis itu?"Apa Dia tidak kau berikan makan dan minum ? Pertanyaan itu akhirnya dilontarkan oleh Papa Bian kepada Anak Buahnya.
"Seperti perintah Tuan, Saya tidak memberikan gadis itu makan dan minum".
"Bagus, Biarkan saja dia mati kelaparan dan kehausan. "Semua ini sebab darinya yang membuat putra kesayanganku hilang entah kemana sejak kejadian kecelakaan itu". Papa Bian pun pergi dari gudang tersebut lalu masuk kembali ke mobilnya.
Ternyata tanpa sepengetahuan Papanya Sherly pergi mengikuti Papanya. Benar saja ternyata dugaannya selama ini benar, Papanya telah melakukan suatu hal yang tidak sherly ketahui. Sherly sangat terkejut. Setelah tau bahwa Papanya yang baik hati itu sedang mengurung seorang gadis dengan tubuh terikat bahkan tanpa diberikan makan maupun minum. Sherly tidak menyangka jika Papanya pun berniat untuk membunuh gadis itu, karena gadis itu ada kaitannya dengan kakaknya. Dengan tubuh yang gemetar dan tetesan air mata akhirnya Sherly pun pergi dari gudang tersebut dengan mengendarai mobilnya sendiri, disepanjang perjalanan Sherly sedang berupaya untuk mencari kakaknya itu, Dia tidak ingin Papanya menjadi seorang pembunuh.
**Bersambung~
Jangan lupa bantu Author agar tetap semangat dengan cara Like, Vote dan jadikan favorit. Terima kasihπππ**
__ADS_1