Aku & Keegoisan

Aku & Keegoisan
Bian


__ADS_3

Saat Anya sedang bertanya dan berusaha untuk mencari jawaban dari Bian tiba-tiba Ayah Anya datang bersama Dokter untuk memeriksa kembali keadaan Anya. Dirinya masih belum paham kenapa Bian tetap saja diam di sampingnya.


" Anya Sayang, Dokter akan memeriksa keadaanmu. Ucap Ayah Anya


Anya yang hanya diam dalam lamunan akhirnya sadar dengan keberadaan Ayahnya.


"Hmm..Iya Ayah Ucapnya dengan suara pelan.


"Anya sayang apa yang sedang kau pikirkan sekarang ? Tanya Ayah Anya.


"Ayah aku disini bersama Bian. Ucapnya dengan bingung


"Anak ayah mungkin kurang istirahat, disini tidak ada siapapun sayang. Hanya ada Ayah dan dirimu. Ucap Ayah Anya


"Te..Tapi Ayah. Ucap Anya ingin menjelaskan

__ADS_1


Dengan heran Ayah Anya pun berkata "Lebih baik anak Ayah istirahat, dirimu masih belum sehat nak.


Dengan suara pelan Anya menjawab "Baiklah Ayah, Anya akan beristirahat.


Saat dilihat Anya sudah tidur Ayahnya pun akhirnya keluar dari Ruang Perawatan karena harus menebus resep obat yang telah diberikan oleh Dokter. Anya menyadari kepergian Ayahnya lalu dia dengan cepat duduk dan melihat disampingnya masih ada Bian. Anya terus berusaha untuk mengajak Bian bercerita hingga Akhirnya Anya tidak bisa menahan rasa sedihnya lalu menangis. Bian yang berada disampingnya pun akhirnya membuka suara karena tidak tega melihat Anya menangis.


" Anya. Ucap Bian dengan Sedih


" Sebenarnya aku dan dirimu sudah berada di alam yang berbeda, Aku datang kemari karena ingin menepati janjiku padamu. Walau kau dan aku sudah berbeda alam. "aku akan selalu melindungimu". Bian Mencoba menjelaskan


**


Keluarga besar Bian akhirnya mengetahui bahwa pesawat yang ditumpangi oleh anaknya mengalami kecelakaan. Keluarga Bian sangat terpukul dan histeris. Mama Bian sampai pingsan mendengar berita jika penumpang dalam pesawat tersebut diperkirakan tidak ada yang selamat. Papa Bian dengan segera memerintahkan semua anak buahnya untuk mencari tau keberadaan anaknya. Dengan menyerahkan banyak anak buahnya untuk menyebar diseluruh wilayah tempat titik jatuhnya pesawat. Mama dan Papa beserta Adik Bian langsung pergi menuju Indonesia.


" Pa...Bagaimana jika Anak kita tidak ditemukan". Ucap Mama Bian dengan tubuh yang gemetar

__ADS_1


" Tenang Ma, Mama harus tenang. Kita pasti bisa menemukan Bian". Papa Bian mencoba untuk menenangkan Istrinya.


Sherly Adik perempuan Bian tidak bisa menahan rasa sedihnya, Tidak bisa membayangkan jika memang benar Kakak kesayangannya itu mengalami semua itu. Dengan hati yang tegar Sherly mencoba untuk tetap tenang, Dia yakin semua masalah ini akan berakhir. Didalam hati kecilnya Sherly berharap Kakak kesayangannya itu bisa kembali dan berkumpul lagi bersama mereka.


**


Di RS Dokter telah memperbolehkan Anya untuk pulang karena kondisi tubuhnya sudah pulih. Anya yang ditemani Ayahnya pulang menuju rumah sederhana mereka. Rumah yang membuat mereka tetap bisa berlindung dari panas maupun hujan. Saat sudah tiba dirumah Anya pun langsung menuju kamar tidurnya untuk beristirahat tetapi, Alangkah terkejutnya ketika Bian telah ada di samping tempat tidurnya.


"Bian!! "Kenapa kau bisa disini bukankah kau dan aku sudah berbeda alam?" Tanya Anya.


" Kau dan Aku memang sudah berbeda alam tetapi aku sudah berjanji untuk selalu ada untukmu dan melindungimu Anya. Lagipula Jasad ku belum ditemukan. Ucap Bian dengan sedih.


" Apakah kau tidak menyukai kehadiranku?" tanya bian.


" Aku sangat senang jika kau selalu akan melindungiku, jadi tetaplah bersamaku disini. aku akan sangat berterima kasih kepadamu. Ucap Anya dengan Senang.

__ADS_1


Bersambung ~


__ADS_2