
Siang hari ini Zahira berniat untuk mengajak Bian berkeliling agar Bian tidak merasa bosan. Zahira yang sudah siap-siap akhirnya dikejutkan dengan suara dering ponsel.
"Astaga, Nomor siapakah ini? Ucapnya sangat menerima pesan tersebut yang berisikan
Zahira hari ini tolong bantu aku untuk merawat pasien yang baru saja mengalami kecelakaan
by : Dokter Erwan
Ahh, Ternyata Dokter Erwan aku pikir siapa ucapnya yang tadinya kebingungan
"Siap dokter. Balas Zahira saat membaca pesan dari dokter Erwan
Dengan raut wajah yang sedih akhirnya Zahira membatalkan niatnya untuk bisa bersama Bian karena ada pasien yang sangat membutuhkannya.
"Maafkan aku eza karena belum bisa membantumu".
Setengah jam kemudian akhirnya Zahira sampai di rumah sakit Karena Dokter Erwan sendiri yang meminta bantuannya, mana mungkin Zahira bisa menolaknya. Saat Zahira tengah melamun ternyata Dokter Erwan datang. Dengan secepat kilat Zahira pun sadar.
"Dokter Erwan, Dimana pasien yang kau katakan tadi? Tanya Zahira.
__ADS_1
"Oh ya, Dia ada disana. Tunjuk Dokter Erwan
"Baiklah aku akan merawatnya, Apakah Dokter Akan pergi ke kota sekarang?? Tanya Zahira
"Iya Zahira, Aku sedang ada pekerjaan disana tolong kau jaga dia, Aku pergi dulu". Ucap Dokter Erwan lalu pergi meninggalkan Zahira
**
Dirumah Zahira, Bian sudah terlalu bosan karena selama sakit tidak ada yang bisa dia lakukan, hanya makan dan tidur saja. Bian pun melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 malam.
"Apakah Zahira tidak pulang, bukankah dia katakan tadi bahwa hari ini dia tidak terlalu banyak pekerjaan". Dengan cemas Bian pun akhirnya tetap menunggu Zahira pulang
"Tok..Tok...Suara ketukan pintu
"Eza, Apakah kau sudah tidur??"Aku sangat lelah, Tolong bukakan Pintunya". Setelah berulang kali mengetuk pintu, Bian yang sadar akan kehadiran seseorang dengan cepat membuka pintu.
"Zahira, Kau baru pulang??"Sekarang sudah larut malam sekali?" Tanya Bian dengan Bingung.
"Iya Bian,Maafkan aku yang tidak jadi mengajakmu berkeliling. Tadi Ada tugas dari Dokter Erwan yang dimana aku harus membantu merawat pasien yang baru saja mengalami kecelakaan. Ucap Zahira dengan raut wajah yang sedih
__ADS_1
Dengan tersenyum Bian pun berkata"Tidak Apa-Apa Zahira, Aku bangga padamu. Kau mau mengorbankan semuanya untuk membantu orang lain".
**
Saat Papa Bian sedang Rapat di Kantor tiba-tiba ponselnya berdering. Dengan cepat Dia Membuka isi pesan dari anak buahnya tersebut yang berisikan
"Bossss.... Maafkan Kami. Gadis itu melarikan diri.
Dengan Amarah yang tidak bisa ditahan Akhirnya Papa Bian pun membatalkan Rapatnya dan segara menuju Gudang tempat Dia menyembunyikan Gadis itu. Saat diperjalanan Papa Bian yang kesal tidak hentinya mengumbat Kata-kata kasar.
"Dasar Bodoh!!!!! Mereka menjaga satu gadis saja tidak becus!! Errrggghhhh.
Sesampainya digudang tersebut Papa Bian yang emosi dengan spontan memukul semua anak buahnya tanpa ampun. Anak buahnya pasrah karena ini memang kesalahan mereka yang tidak becus dalam menjaga satu gadis saja.
"Cepat kalian cari gadis itu!!
"Jika tidak aku akan menghabiskan kalian semua. Ingat itu!!".Dengan menunjuk jarinya satu persatu kepada anak buahnya itu.
Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu dukung Author Agar tetap semangat dengan cara Like, Vote dan jadikan Favorite. Terima kasih๐๐