Aku & Keegoisan

Aku & Keegoisan
Surga Untukmu


__ADS_3

"Terima kasih, Anya. Aku sangat bahagia jika kau juga bahagia. Ucap Bian dengan senyum


Bian dan Anya akhirnya tetap bersahabat walaupun alam mereka sekarang tidaklah sama. Di malam hari ketika Anya telah terlelap tidur Bian selalu ada disisinya melindunginya. Bahkan Bian tetap tidak pergi dari posisinya tetap memandangi Anya dengan perasaan sedih.


" Anya, Kelak aku akan pergi selamanya dalam hidupmu. Waktuku di dunia mu tidaklah lama". Ucap Bian dengan di dalam hati.


Hari pun telah menunjukkan pukul 8 pagi yang berarti Anya harus bersiap-siap untuk berangkat bekerja dirumah Zier mantan kekasihnya itu yang sekarang sudah menjadi majikannya. Ketika Anya sudah sampai dirumah Zier dia ternyata tidak melihat kehadiran mantan kekasihnya itu. Anya pikir Zier mungkin saja sedang pergi bekerja, Dia sangat beruntung karena tidak bertemu dengan Zier, Karena Anya tidak mau mengingat masa lalunya dulu bersama Zier.


Waktu telah menunjukkan pukul 7 malam yang berarti Anya harus pulang. Semua pekerjaan sudah Dia selesaikan dengan baik. Namun, Zier tetap saja belum pulang dari kantornya.

__ADS_1


"Mungkin Zier banyak pekerjaan Yang menyebabkan Dia belum juga pulang sekarang". Ucap Anya dalam lamunan


"Anya !! "Kenapa kau melamun seperti itu, Apa yang sebenarnya kau pikirkan. Bukankah aku ada disini menemanimu ?" Tanya Bian


Anya masih saja tetap memikirkan Zier yang masih belum pulang. "Apakah dia sungguh marah kepadaku sehingga tidak mau melihatku lagi?" Tanya Anya dalam Diam


Bian yang kesal akhirnya menjatuhkan gelas yang ada di meja. "Braaakkkk!!!! Suara pecahan gelas membuat Anya tersadar akan lamunannya.


"Aku kesal kepadamu Anya, Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku. "Apakah aku sungguh tidak penting dalam hidupmu?". Tanya Bian dan Anya tidak menjawab

__ADS_1


"Baiklah, Jika kau merasa kehadiranku tidaklah penting. Lebih baik aku pergi saja, dan kau tidak akan pernah bisa melihat diriku lagi". Tegas Bian lalu menghilang.


Anya yang baru sadar akan ucapan Bian langsung meminta maaf tetapi Bian sudah pergi menghilang. "Maafkan aku, Aku tidak bermaksud membuatmu marah Bian. Sungguh aku tidak sengaja. Aku mohon maafkan aku. Kau sungguh sangat berarti dalam hidupku, kau adalah sahabat baikku". Ucap Anya dengan sedih


**


5 hari telah berlalu pesawat yang mengalami kecelakaan telah ditemukan, jasad para korban sudah banyak dalam kondisi yang tidak lagi sempurna. Keluarga korban sedang berkumpul untuk melihat hasil otopsi dari keluarganya yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Karena jasad tidak lagi sempurna yang membuat proses otopsi mengalami sedikit kendala. Tetapi, tidak dengan keluarga Bian orang tuanya tetap meyakini bahwa putra kesayangannya itu masih hidup. Semua cara telah dilakukan oleh orang tuan Bian mereka bahkan memberikan uang kepada para medis agar proses identifikasi cepat dilakukan. Orang tua Bian merasa sangat berterima kasih atas jasa dan pengorbanan para medis dalam membantu menyelesaikan masalah ini. Walau uang tidak bisa membayar semua jasa mereka hanya Doa yang bisa membalas kebaikan mereka.


"Terima kasih kepada para medis kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa bahkan dengan cara apapun kami tidak akan bisa membalas semua kebaikan, jasa, pengorbanan dan kesetiaan kalian kepada kami, hanya dengan banyak Doa kami berikan agar kalian semua bisa mendapatkan surga yang indah nantinya". AAMIIN

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2