Aku & Keegoisan

Aku & Keegoisan
Aku bingung


__ADS_3

Sesampainya dirumah Zier tidak melihat keberadaan Anya. Lantas Dia langsung bertanya kepada Bibi Ida yang juga bekerja sebagai Asisten Rumah tangga yang telah bekerja dirumahnya lebih kurang 25 tahun itu.


"Bi, Apakah Anya tidak bekerja hari ini?" Tanya Zier.


" Mo...hon maaf tuan, Nona Anya tidak bekerja hari ini di karena kan Ayahnya sedang sakit". Ucap Bibi Ida dengan takut.


"Baiklah, Terima kasih Bi". Ucap Zier.


Akhirnya Zier pun pergi mencari keberadaan tempat tinggal Anya. Di gang yang sangat sempit dan terlihat sangat tidak layak di huni tempat Anya meneduhkan diri dari Hujan maupun Panas. Perasaan sedih pun menghantam Zier rasa yang dulu nyatanya masih sangat tersimpan rapih di hati Zier. Wanita yang baik hati, pengertian yang membuat Zier menerima Anya apa adanya tapi karena tidak ingin menjadi anak durhaka membuatnya harus meninggalkan perasaannya ini.


" Maafkan aku Anya, berharap bisa mengembalikan masa lalu bersamamu". Ucap Ziel di dalam hati.


" Tuan, Kenapa tuan kemari? Maaafkan saya belum bisa bekerja hari ini karena Ayah saya sedang sakit dan sangat membutuhkan keberadaan saya tuan". Ucap Anya dengan menundukan kepalanya.


" An..ya. Ayo ikut aku sekarang! Perintah Zier.


Dengan tergesah-gesah Anya pun menuruti perintah Zier agar mengikutinya."Tuan, mau pergi kemana kita tuan?" Tanya Anya.

__ADS_1


Zier mengajak Anya ke tempat mereka pertama bertemu dan memulai hubungan pacaran. Zier bermaksud agar Anya selalu mengingatnya setiap waktu bahwa sampai kapan pun waktu memisahkan perasaan yang abadi akan selalu ada.


" Anya lihatlah ini, Apakah kau ingat tempat ini?" Tanya Zier dengan senyum.


Dengan mata melotot Anya hanya diam tidak bisa berkata apapun saat itu."Tu...an kenapa kita ke..." belum sempat Anya menjawab Zier telah memeluknya dengan erat.


"Diamlah,. Apakah kau tidak merindukanku ini adalah tempat favorit kita dulu". Ucap Zier dengan senyum yang tulus.


"Maafff, Aku sudah melupakannya". Ucap Anya dengan gemetar lalu menangis.


"Anya percayalah kepadaku, semua yang ku lakukan dulu hanya keinginan orang tua ku saja". Zier mencoba menjelaskan.


Bagaikan dunia ini hancur seketika ucapan Anya membuat Zier diam tak berkata. Hanya tetesan air mata penyesalan yang mampu keluar dari matanya. Zier tau Anya akan melakukan ini karena Anya adalah wanita yang tetap pada pendiriannya yaitu melupakannya. Dengan berat hati Zier pun menerima semua keputusan Anya mungkin memang benar jika cinta tidak harus memiliki biarkan rasa itu tetap tersimpan baik di hati karena sesungguhnya cinta yang tulus adalah ketika melihat orang yang dicintai bahagia walau pada kenyataannya bahagia bukan bersamanya.


"Aku menerima semua keputusanmu Anya, kau berhak untuk bahagia aku akan selalu mendoakanmu". Ucap Ziel dengan sedih.


**

__ADS_1


Di rumah yang terbilang tidak begitu bagus Anya terus berpikir "Apakah Zier sadar akan apa yang dia katakan tadi, selama bertahun-tahun Anya sudah hampir gila karenanya". Pikir Anya dalam lamunan.


Dreett..Dreett. Bunyi suara ponsel Anya.


"Ha, Pesan dari Bian". Ucapnya dengan terkejut


"*Anya,. "Apakah kau sudah memiliki teman baru? "Kenapa kau tidak pernah memberiku kabar?kau ini memang sangat bisa sekali membuatku khawatir! ~ Bian.


"Hei, Apa yang kau katakan! Menyebalkan sekali kau ini, Aku sudah bosan berteman denganmu itulah sebabnya aku tidak pernah memberikanmu kabar. ~ Anya.


" Baiklah, jika itu yang kau mau. Aku tidak akan menjadi sahabatmu lagi kau sungguh sangat menyebalkan sekali Anyaaaaa. Awas saja kau jika kita bertemu akan ku nikahkan kau hahaha. ~ Bian.


"Silahkan nikahkan saja. Aku sudah sangat lelah menjadi single. ~ Anya.


" Baiklah tunggu nanti aku akan datang melamarmu akan aku buktikan bahwa sahabat akan selalu ada. Aku akan selalu ada untukmu sampai kau menua aku berjanji.


kau harus percaya kepadaku. ~Bian*.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2