Aku & Keegoisan

Aku & Keegoisan
Kesialan


__ADS_3

"Anyaaaa......!!!! Teriak Bian. Melihat sahabatnya sudah tertidur di tempat duduk membuat bian rasanya tidak tega dan sangat kasian.


Dengan memohon bian pun meminta Maafff. "Anya maafkan aku tadi ada kendala dalam perjalanan".


"Menyebalkan sekali apa dirimu begitu tega menyuruhku menunggu hingga begitu lama seperti ini ? Tanya Anya.


" Aku tidak sengaja dalam perjalanan tadi ada kejadian yang membuatku harus terlambat seperti ini". Ucap Bian dengan Sedih.


"Baiklah, Aku sudah memaafkanmu. Lagi pula hari ini adalah hari terakhir aku bisa melihatmu". Seru Anya.


"Kau gila ! Kau menyumpahiku mati begitu". Dengus Bian dengan kesal.


" Bukan begitu". Jawab Anya dengan malas.


Akhirnya mereka pun berpisah setelah perdebatan yang singkat. Dibandara ini pun menjadi catatan kenangan mereka untuk terakhir bersama.


**


Berapa jam kemudian Anya pun telah kembali kerumah dengan suasana hati yang masih sedih karena tidak bisa bermain bahkan berbagi cerita langsung dengan sahabatnya itu. Walau dalam keadaan sedih Anya tetap bersyukur karena bisa menemukan sahabat sebaik Bian. Lelaki yang baik,tampan dan juga sopan.

__ADS_1


" Mungkin aku harus menghilangkan rasa yang lebih terhadapnya aku tau dia pasti tidak pernah menyukaiku. Aku hanyalah gadis biasa yang derajatnya pun jauh darinya. Aku harus sadar diri akan semua itu". Ucap Anya


Diwaktu yang sama ternyata Bian pun mengirimkan pesan kepada Anya. Dengan hati yang senang Anya pun membaca sedikit demi sedikit pesan dari Bian.


" Anya,. Apakah sekarang aku sedang menganggumu. aku sangat merindukan sahabat sepertimu. disini sangatlah membosankan." ~ Bian.


" Tidak menganggu, aku tidak merindukanmu. kau sangat lucu sekali. apakah kau sedang membohongiku ? padahal disana banyak sekali wanita cantik yang bisa kau jadikan teman". ~Balas Anya.


" Kau ini sahabat macam apa!!Tega sekali kau mengatakan kalau aku membohongimu. Padahal kau tau aku tidak pernah berbohong. ~ Balas Bian kesal.


Setelah mereka asik tertawa dan mengirim pesan tiba- tiba. Anya terkejut! Dengan suara orang berteriak minta tolong. Anya pun membanting spontan ponselnya. lalu berlari menuju sumber suara.


Tetapi pemuda itu dan anak buahnya tetap tidak mendengarkan. Seolah tidak ada siapapun mereka tetap memukuli Ayah Anya. tanpa ampun.


"Cukup!!! Apa salah Ayahku ? Kenapa kalian tega memukulinya. Tanya Anya.


"Ayahmu sudah berhutang denganku. Dia berjanji akan memberikan rumah ini kepadaku tetapi karena ayahmu mengingkarinya maka aku akan menghabisinya". Jawab pemuda itu


" Tidakkk!! Ku mohon berikan aku waktu untuk bisa melunasi hutang Ayahku. Aku berjanji akan melunasinya". Ucap Anya dengan memohon.

__ADS_1


"Baiklah, Aku akan memberikanmu waktu tiga hari. ingat baik-baik jika kau tidak bisa melunasi hutang ayahmu maka kau dan ayahmu harus pergi dari rumah ini". Ucap pemuda itu dengan amarah.


**


Saat itu juga Anya pergi untuk mencari pinjaman hutang agar bisa melunasi hutang Ayahnya karena tidak mungkin menyerahkan rumah peninggalan ibunya itu kepada orang lain. Walau rumah itu tidak bagus tetapi Anya tetap bersyukur karena masih memiliki tempat untuk berteduh. Setelah mencari pinjaman yang tidak kunjung didapatkan akhirnya Anya mendapatkan tawaran bekerja oleh salah satu temannya yaitu Mira. Walau gajinya tidak banyak setidaknya bisa menabung untuk membayar hutang.


"Terima kasih". Ucap Anya kepada Mira.


" Tidak masalah, Semoga kau bisa bekerja dengan baik". Ucap Mira.


Dengan semangat Anya pun pergi menuju alamat yang telah berikan oleh Mira. Dengan hati yang berharap dan juga bahagia karena bisa mendapatkan pekerjaan walau hanya menjadi seorang Asisten rumah tangga disalah satu rumah milik orang kaya.


"Wahhh...Rumahnya sangatlah mewah. Semoga aku bisa bekerja dengan baik disini". Ucap Anya dengan gembira.


Bel rumah itu pun bunyi. Akhirnya Anya masuk kedalam rumah setelah diizinkan masuk oleh salah satu asisten rumah tangga dirumah itu.


"Anya pun terkejut melihat foto disalah satu dinding rumah itu yang ternyata pemilik rumah itu iyalah lelaki yang pernah menjadi mantan kekasihnya dulu. Lelaki br*ngs*k yang pernah menduakannya dengan wanita lain.


"Lelaki Si*lan !! kenapa aku bisa bekerja dirumahnya. Dengus Anya dengan kesal.

__ADS_1


Bersambung ~


__ADS_2