Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Naruto

Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Naruto
episode 93


__ADS_3

Keesokkan paginya, klan Mot akan berlabuh menuju pulau Nagi. Tak Sazurah sangka klan Mot memiliki banyak sekali anggota dan terlebih lagi mereka mempunyai transportasi sendiri. Benar-benar membuat Sazurah senang bisa bergabung dengan klan yang luar biasa kaya.


Dari ujung ke ujung, Sazurah tidak bosan-bosannya berlari kesana kemari menikmati suasana kapal serta suasana pemandangan yang sudah terlihat sedikit cahaya matahari di pagi hari. Serta awak kapal yang terus memberinya senyuman ketika dia melewati mereka.


Walaupun dari pagi sampai sore Sazurah tidak melihat ketua Mot yaitu Sanosuke dan rekannya yang lain tapi Sazurah baik-baik saja bersama dengan awak kapal dan berbicara sepuasnya bersama pemilik bar. Sampai Sanosuke muncul di pintu bar dengan seseorang bertubuh besar dan tinggi disampingnya serta semua orang yang langsung menundukkan kepalanya saat mereka melihat seseorang tersebut.


Melihat hal itu Sazurah bertanya kepada pemiliki bar " siapakah dia. " dan dengan pelannya pemiliki bar itu menjawab " dialah Komandan Klan Mot yang sebenarnya, tidak ada yang bisa menang menghadapinya. "


Sanosuke yang langsung menemukan Sazurah hanya dalam satu gerakan pun, kemudian membawa Komandan Mot ke meja Sazurah dan duduk disampingnya. Tatapan yang awalnya hanya tertuju kebawah pun kini beralih menatap mata Sanosuke. Hanya dengan sekali lihat dan jangka yang lumayan panjang Sazurah mengetahui bahwa bola mata Sanosuke berwarna merah kegelapan. Mungkin saja mata merah tersebut akan menyala ketika dia sedang marah.


" Jangan menatap ku terus menerus, nanti aku bisa jatuh hati. " Gombal Sanosuke membuat Sazurah langsung mengalihkan pandangannya ketempat lain.


" Gaya anak ini berbeda sekali dengan anak seusianya, gayanya terlihat seperti orang dewasa. apakah aku salah. " Tanya Komandan Mot dalam hatinya seraya terus memperhatikan gerak gerik Sazurah.


" Ada apa paman, kenapa memandangiku terus. " Tanya Sazurah sambil mengedipkan matanya membuat Sanosuke dan Komandan tersebut menaikkan alis mereka secara bersamaan.


Dengan menggeleng-gelengkan kepalanya dan sedikit tertawa. Komandan tersebut menyebutkan namanya " Mot Leviathan, panggil saja Leviathan. " tak lupa Komandan tersebut mengatakan " senang bisa bertemu dengan Sazurah " seperti anggota Mot yang lainnya.


Ciri bahasa dan kepribadiannya membuat Sazurah benar-benar terpukau. Bahasa yang formal, sopan dan lembut membuat Sazurah percaya tidak akan ada wanita yang bisa menolaknya sekalipun. Kepribadian yang berkelas, elegan, tegap, serta saat menatap lawan bicaranya dengan baik membuat Sazurah yakin bahwa Komandan ini bukanlah rakyat biasa bisa jadi dia adalah bangsawan.


" Hallo paman Leviathan, ternyata di klan Mot banyak sekali orang tampan ya. " Ujar Sazurah membuat pemilik bar, Sanosuke dan Leviathan ketawa mendengarnya.


" Keliatan ya umurku setua itu sampai dipanggil paman. " Ucap Leviathan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Walaupun Komandan sudah tua tapi sampai sekarang belum sama sekali ketemu jodoh. " Ketawa Sanosuke disusul oleh Leviathan.


" Paman Leviathan nggak tua kok hanya saja sifat paman mirip seperti kalangan tua lainnya. " Sanosuke langsung ketawa kencang ketika mendengar ucapan Sazurah yang bisa dikatakan menghibur maupun meledek.


" Bahasa yang indah tapi menyakitkan. " Jawab Leviathan sambil mengusap kepala Sazurah.


" memang umurku sudah 25 tahun tapi kebanyakan orang mengatakanku muda, hanya kamu seorang yang berani berkata jujur dihadapanku. " Sazurah langsung tercengir dan meminta maaf atas ucapannya yang membuat Leviathan sedikit sakit. Tapi hal itu Leviathan maafkan karna Sazurah pasti tidak sengaja dan tidak mengetahui bahwa perkataanya bisa melukai hati seseorang. Namun Leviathan berpesan pada Sazurah untuk memperhatikan perkataannya.

__ADS_1


Sebelum Leviathan akan pergi ke suatu tempat, Leviathan menceritakan suatu kebenaran yang mungkin masih menjadi pertanyaan bagi Sazurah. Yaitu tentang Yin dan Yang.


Sanosuke benar-benar terdiam dan tidak berani menatap mata Sazurah. Sehingga membuat Sazurah yakin tentang perasaanya dulu saat mendengar tentang Yin dan Yang dari Sanosuke.


Suasana hening mendukung Leviathan untuk membuka suara.


" apa yang ingin paman katakan?. " tanya Sazurah dengan suara yang lembut bercampur penasaran.


" sikapnya yang dewasa mungkin hanya halusinasiku saja. " ucap batin Leviathan.


" halo paman. " sapa Sazurah sambil melambaikan tangannya membuat Leviathan kembali sadar.


" ah, maafkan aku. tentang Yin dan Yang apa kamu sudah tau informasinya. " tanya Leviathan yang langsung dijawab oleh Sazurah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Yin dan Yang sudah tewas ketika berhadapan dengan Akatsuki. aku tidak tau kenapa Akatsuki membunuh orang suruhanku yang ingin mengajak kerjasama. " Ujar Leviathan membuat Sazurah benar-benar tidak bergerak.


Sazurah sudah menebak akan seperti ini dan berusaha untuk tenang ketika mendengar kabarnya. Tapi usahanya sia-sia, dia tidak bisa menahan emosinya sehingga memukul meja bar sampai retak.


Sanosuke sudah menebak reaksi Sazurah, semua orang yang berada disanapun terkaget dan langsung berubah menjadi hening.


Air mata Sazurah terus mengalir dengan deras. Perasaan marah, kecewa, sedih tidak bisa lagi ia tahan. Sehingga dia berlari keluar meninggalkan bar tersebut menuju luar kapal.


Sanosuke yang ingin mengejarnya ditahan oleh Leviathan karna bukan waktu yang tepat untuk Sanosuke berbicara kepada Sazurah.


Matahari yang mulai bersembunyi, angin yang mulai berubah menjadi dingin membuat suasana hati Sazurah semakin merasa hampa.


Satu persatu memory mulai menghantui pikiran Sazurah. Penyesalan demi penyesalan membuat Sazurah mulai menangis dan terjatuh. Andai saat itu Sazurah bisa menolong mereka semua, andai saat itu Sazurah bisa menghentikan kejadian-kejadian yang akan membuatnya menyalahkan dirinya.


Tapi apa boleh buat semua sudah terjadi, kini tinggal ingatan saat bersama mereka.


" aku tidak akan membiarkan siapapun berani mengambil orang-orang yang kusayang dan akan ku buat mereka menderita sebelum mereka mati. " gumam Sazurah dengan tangan yang mengepal keras serta gigi yang mengeluarkan suara-suara.

__ADS_1


Dengan emosi yang belum stabil, Sazurah kembali kepada Sanosuke dan menanyakan kapan mereka akan sampai di pulai Nagi.


Leviathan dengan cepatnya menjawab bahwa mereka akan sampai besok pagi sebelum matahari muncul. Jawaban itulah yang membuat Sazurah sedikit tenang dan kembali ketempat tidurnya.


" Hahhh, kenapa aku tidak bisa tidur sih. " gumam Sazurah yang sudah berapa kali merubah posisi tidurnya.


" sudah kuduga kau tidak bisa tidur nyenyak. " ucap seseorang bertopeng rubah


" apa tujuan anda datang kesini. " Tanya Sazurah yang kemudian dilemparkan sebuah kalung.


" kalung itu bisa membuat pikiranmu tenang. " Ujar orang bertopeng tersebut dan kemudian menghilang ketika Sazurah akan beranjak pergi menuju tempatnya.


" Aneh, dia kenal aku tapi aku tidak kenal dia. " Ucap batin Sazurah yang kemudian memakai Kalung tersebut. Saat memakainya Sazurah mulai menangis lagi dan mengatakan " Iya aku merasa sangat tenang, Terima kasih. " Orang bertopeng itu belum pergi dan masih berada disekitar ruangan Sazurah. Orang tersebut melepaskan topengnya dan tersenyum ketika mendengar ucapan terima kasih dari Sazurah.


" Terima kasih juga atas Snowballnya. " Gumam orang tersebut yang kemudian menghilang bersama dengan tebalnya kabut yang mengelilingi kapal.


Cahaya mentari mulai menerangi ruangan Sazurah. Mata yang semulanya tertutup dengan rapat kini mata indah tersebut memandangi langit-langit kapal. Setelah sekian lamanya menatapi barulah Sazurah sadar bahwa sebelum matahari muncul, semua orang sudah sampai di pulau Nagi.


Cepat-cepat Sazurah bersiap-siap dan keluar dari ruangan. Dilihatnya seluruh area kapal sudah sepi dan jangkar sudah diturunkan. Tanpa basa-basi pun Sazurah turun dan dikagetkan oleh Sanosuke, Ken, Vink.


" Takut ditinggal ya. " Tanya Ken yang diiringi tawaan dari Sanosuke.


" Hahaha, cemas tau nggak. Sazurah kira kalian akan meninggalkan Sazurah, hiks. " Ujar Sazurah perlahan-lahan menutup wajahnya.


Sanosuke yang melihatnya pun menginjak kaki Ken dan mengelus-elus rambut Sazurah seraya mengatakan " udah ya udah jangan nangis, nanti ga jadi berangkatnya. ".


Tanpa dosa Sazurah melepaskan tangannya dan memasangkan ketawa yang meledek. Kemudian berlari menjauh dari rombongan itu sambil berteriak " Bercanda " dengan senyuman di pipinya.


" Yah, manis sih tapi mengesalkan. " Ucap Vink mulai berjalan menuju tempat misi mereka.


Setelah sekian lamanya mereka berjalan, Sazurah mulai mengeluarkan keluh kesahnya kepada tim Sanosuke. Untung mereka menemukan sebuah bar yang menjadi tempat tujuan mereka.

__ADS_1


Tanpa menunggu aba-aba dari Sanosuke, Sazurah sudah nyelonong masuk kedalam dan duduk santai tanpa memperdulikan tatapan orang-orang disana.


" sebenarnya yang ketua itu aku apa dia sih. " Tanya Sanosuke dengan pelannya sambil berjalan menuju tempat Sazurah.


__ADS_2