
" Akhirnya kenyang juga. " Ucap Tobi sambil mengusap-usap perutnya.
" Kalo boleh tau, apa sih alasan kakek tinggal disini. padahal di desa konoha ada rumah yang murah. " Tanya Sazurah walaupun dirinya tau alasan Madara tinggal disebuah goa untuk menyembunyikan dirinya.
" Tempat ini tenang, tidak ada yang menganggu dan tidak yang membicarakan tentang kehidupan kakek. "
" Terus, keluarga kakek kemana. "
" Kelurga kakek dibunuh oleh teman kakek sendiri. " Jawab Madara dengan raut wajah yang sedih.
Sazurah langsung terdiam, dia tidak tau siapa yang salah. Sazurah juga tidak berhak menyalahkan diantara Hashirama dan Madara karna mereka sama-sama mempunyai kesalahan yang tidak bisa dimaafkan oleh keduanya.
" Kakek tidak usah sedih, kan ada Sazurah dan kak Tobi yang kini menjadi keluarga Kakek. " Ucap Sazurah sambil menggenggam tangan Madara membuat Madara berlinang air mata namun dia langsung mengedipkan matanya sehingga ia tidak mengeluarkan air mata.
" Terima kasih sudah mau menjadi keluarga kakek. " Ucap Madara.
" Iya kek. " Senyuman yang dipancarkan oleh Sazurah membuat suasana hati Madara semakin baik.
" Sazurah, apakah kamu tidak merindukan keluargamu. mereka pasti khawatir karna kamu nggak pulang dari semalam. " Tanya Tobi membuat Sazurah langsung berdiri.
Sazurah bahwa hari ini adalah pengangkatan hokage kelima. Sazurah membereskan semua piring kotor kedapur dan pergi setelah berpamitan dengan Madara.
Saat Sazurah pergi, kehidupan Madara kembali hampa. Tidak ada yang bicara kecuali Tobi. Tobi tahu perasaan Madara namun dia sama sekali tidak berusaha untuk menghibur Madara.
__ADS_1
Ketika Sazurah keluar dari Goa tersebut, dia terkaget melihat sosok laki-laki berambut panjang sedang tidur dibawah pohon yang rindang.
Sampai Sazurah menghampiri orang tersebut, ternyata itu Neji. Entah tujuannya apa tapi sepertinya dia kelelahan. Namun tiba-tiba muncul ide yang bagus.
Di ambillah tinta dalam kantongnya dan dia gambar sesuka hati. Dengan perlahan-lahan Sazurah mendekati Neji dan berteriak sekencang-kencangnya.
Membuat laki-laki yang sedang tidur nyenyak, tiba-tiba terbangun. Sazurah yang melihat ekspresi Neji tertawa sekencang-kencangnya.
Neji yang masih setengah sadar, melihat wanita yang sedang tertawa dengan wajah yang seram langsung loncat dari tempatnya ke dahan pohon. Melihat reaksi Neji, Sazurah ikuttan kaget.
" Siapa kamu. " Tanya Neji.
" Lah masa kamu nggak tau. " Jawab Sazurah sambil menunjukkan warna rambutnya, ikat kepalanya.
" Aku Uzumaki Sazurah, masa nggak tau sih. "
" Cih mandang fisik. " Ucap batin Sazurah sambil menatap Neji dengan sinis.
Akhirnya Sazurah mengeluarkan sebuah kain dan menghapus noda tinta diwajahnya. Barulah Neji percaya bahwa itu Sazurah dan turun menemui Sazurah.
" Ngapain kamu disini. " Tanya Sazurah
" Menenangkan Hati. " Jawab Neji dengan wajah yang masih kesal.
__ADS_1
" Ahhh, kau pasti masih kesal karna Naruto mengalahkanmu di arena. "
" Sok tau kamu. "
" Ya sudah mending aku pulang. " Ujar Sazurah yang mulai berjalan menuju Desa.
Didepan gerbang, Sazurah melihat Sasuke sedang berdiri sambil menunggu seseorang. Ia kira, Sasuke sedang menunggu Sakura ternyata saat Sazurah mendekat. Sasuke bertanya " Dari mana aja kamu, Aku dari tadi pagi nunggu disini. "
" Oh ku kira sedang menunggu siapa, ternyata sedang menungguku. " Jawab Sazurah yang sama sekali bukan jawaban yang diingankan Sasuke.
" Aku tanyanya apa, kamu malah jawab yang lain. "
" Ya suka-suka aku mau jawab apa. " Seketika kedua orang tersebut saling berperang tatapan. Ditengah perperangan itu muncul Neji.
" Ehem-ehem sepertinya aku harus pergi. Takutnya jadi korban pertengkaran sepasang kekasih. " Ucap Neji sambil berjalan pergi dari gerbang Konoha.
" Aku ikut kak. " Teriak Sazurah yang langsung menggandeng tangan Neji. Melihat hal itu, jelas membuat Sasuke kesal dan menahan tangan Sazurah yang satunya.
" Aku belum selesai bicara. " Ucap Sasuke dengan dinginnya.
" Aku sudah selesai bicara. " Balas Sazurah yang langsung membawa pergi Neji jauh dari Sasuke.
Di tengah desa, Sazurah masih merangkul Neji tanpa tau perasaan orang yang dirangkulnya.
__ADS_1
" Cih memangnya dia siapa, kemarin dia bersama Sakura dan sekarang ingin bersamaku. Dasar Playboy. " Gumam Sazurah, Neji yang masih mendengar gerutunya itu hanya berpura-pura tidak mendengar sambil melihat ke segala arah.
" Sebenarnya hubungan Neji dan Sazurah itu apa sih. Sampai bergandengan tangan gitu, ga malu apa diliat banyak orang. " Ucap Karina melihat Sazurah dan Neji dari atap rumah masyarakat dengan ekspresi yang tidak suka.